Perkembangan Konsep Reaksi Reduksi-Oksidasi (Redoks)

Reaksi redoks , sebenarnya dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari sehari , mislanya , ketika kalian sedang ingin makan buah apel lalu mengupas kulit apel, lalu kalian diamkan apel tersebut dalam beberapa menit , ternyata buah apel tersebut berubah warna menjad coklat ,. Mengapa buah apel tersebut bisa berubah warna menjadi coklat dalam sekejap ketika kulitnya sudah dikupas ? ingat perubahan warna adalah salah satu ciri bahwa reaksi kimia telah terjadi ! ini terjadi karena senyawa polifenol yang ada dalam apel tidak terlindungi lagi oleh lilin (wax) dikulit apel sehingga  senyawa polifenol teroksidasi oleh gas oksigen dan terlihat berubah warna menjadi coklat

Pengetian Reaksi Redoks

Reaksi redoks adalah reaksi yang mengakibatkan ada unsur yang mengalami perubahan bilangan oksidasi. Unsur yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi disebut teroksidasi, dan yang turun disebut tereduksi, contohnya:

0               +1                    +2                   0

Mg(s)  +  2HCl(aq) →    MgCl2(aq)  +  H2(g)

Oksidasi dan reduksi semua reaksi yang disebut dalam seksi-seksi didepan adalah reaksi penggabungan-ion, dimana bilangan oksidasi (valensi) spesi-spesi yang bereaksi tidaklah berubah.  Namun terdapat sejumlah reaksi dalam mana  keadaan oksidasi berubah, yang disertai dengan pertukaran elektron antara pereaksi. Ini disebut reaksi oksidasi-reduksi, atau dengan pendek reaksi redoks.

Berdasarkan perkembangan nya , konsep  reaksi redoks  dibedakan menjadi 3 yaitu

       1. Reaksi Oksidasi dan Reduksi Berdasarkan Penggabungan dan Pelepasan Oksigen.

Penggabungan dan pelepasan oksigen adalah konsep awal pada defenisi reaksi redoks. Hal ini didasarkan pada kemampuan gas oksigen untuk bereaksi dengan berbagai unsur membentuk suatu oksida.

Oksidasi adalah peristiwa penggabungan suatu zat dengan oksigen. Zat yang member oksigen pada reaksi oksidasi disebut oksidator.

Contoh reaksi oksidasi:

  •   2Cu(s) + O2(g) → 2CuO(s)
  •   2 Fe(s) + O2(g) → 2FeO(s)
  •   CH4(g) + 2O2(g) → CO2(g) + 2H2O(l)

Reduksiadalah proses pelepasan oksigen dari suatu zat. Zat yang menarik oksigen pada reaksi oksidasi disebut reduktor.

Contoh reaksi reduksi:

  •  CuO(s) → Cu(s) + O2(g)
  •  2SO3(s) → 2SO2(s) + O2(g)
  •   PbO(s) → Pb(s) + O2(g)

     2. Konsep Reaksi Oksidasi dan Reduksi Berdasarkan Pelepasan dan Penangkapan Elektron

Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron, sedangkan reduksi adalah reaksi penangkapan elektron. Dilihat dari serah terima elektron di atas reaksi reduksi dan oksidasi selalu terjadi secara bersama-sama sehingga akan ada zat yang melepas dan menangkap elektron oleh karena itu reaksi tersebut disebut reaksi oksidasi dan reduksi (redoks). Beberapa contoh reaksi yang dapat menjelaskan peristiwa di atas sebagai berikut:

Oksidasi: Na → Na+ + e

Zn → Zn2+ + 2e

Reduksi: K+ + e → K

Cu2+ + 2e → Cu

Zat yang mengalami oksidasi (melepaskan elektron) disebut reduktor (pereduksi), sebab menyebabkan zat lain mengalami reduksi (menangkap elektron). Sebaliknya zat yang mengalami reduksi disebut oksidator (pengoksidasi), misalnya untuk reaksi

Zn + Cu2+ → Zn2+ + Cu

Zn teroksidasi menjadi Zn2+, maka Zn merupakan reduktor, sedangkan Cu2+ tereduksi menjadi Cu maka merupakan oksidator. Reduktor dan oksidator dapat ditentukan dengan menuliskan persamaan reaksi oksidasi dan reduksi dengan cara setengah reaksi. perhatikan contoh dibawah ini:

Reaksi antara Ag dan Cl2 membentuk AgCl

Oksidasi: Ag(s) → Ag+ (s) + e

Reduksi : Cl2(g) + 2e → 2Cl-(g)

2Ag(s) + Cl2(g) → Ag+(s) + Cl-(g)

Baca Juga :

     3  Oksidasi Reduksi sebagai Pertambahan dan Penurunan Bilangan Oksidasi

Dalam berbagai reaksi redooks yang melibatkan sepesi yang kompleks kadang kadang  tidak mudah menentukan atom mana yang melepaselektron dan atom mana yang menangkap elektron . sebagai contoh perhatikanlah reaksi redoks berikut ini .

KMnO4  + H2SO4 + H2C2O4 → K2SO4 + MnSO4 + CO2 + H2O

Apakah adik adik dapat segera mengenali unusr mana yang melepaskan elektron (mengalami oksidasi ) dan unsur mana yang menangkap elektron (mengalami reduksi) pada reaksi diatas ? kerumitan tersebut dapat diatasi dengan mengaitkan pengertian oksidasi dan reduksi  dengan perubahan bilangan oksidasi .

Oksidasi = pertambahan bilangan oksidasi

Reduksi = penurunan bilangan okidasi

Mari kita perhatikan kembali reaksi kalisum dengan belerang membentuk kalsium sulfide :

Setelah melepas 2 elektron , bilangan oksidasi kalsium naik dari 0 menjadi +2 ; dipihak lain , setelah menyerap 2 elektron bilangan oksidasi S turun dari 0 menjadi -2 . jadi dalam reaksi itu kalsium mengalami oksidasi (pertambahan bilangan oksidasi ), sedangka belerang mengalami reduksi (penurunan bilangan oksidasi , ) jika dikaitkan dengan perubahan bilangn oksidasi , maka okisdator dan reduktor  adalah

Oksidator = mengalami penurunan bilangan oksidasi

Reduktor  = mengalami pertambahan bilangan oksidasi

Gimana adik adik udah makin tau mengenai reaksi redoks setelah membaca ini , selanjutnya materi kita yaitu Cara Menentukan Bilangan Oksidasi , semoga pengetahuan adik adik semua makin jempol dan makin banyak tau setelah membaca artikel-artikel di jempol kimia ini . Tetap semangat ya adik adik dalam meraih cita cita yang diinginkan !

 

 

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *