Struktur Atom Dan Partikel Dasar Atom Dan Penemunya

Hallo adik adik kimia ,salam kimia !  apa kabar semuanya , semoga adik adik dalam keadaan sehat sehat dan baik baik saja . kali ini kita akan belajar sesuatu yang keren yaitu belajar tentang materi Partikel Dasar Atom , sebelumnya kang ayub mengajak kalian menghayal dulu nih , tentunya kita sama sama tau bahwa kita ini sebagai manusia tentunya memiliki organ tubuh yang penting seperti jantung , paru paru , otak dan lain lain .

begitu juga dengan atom , atom juga memiliki persamaan dengan kita , mereka juga memiliki organ organ penting seperti proton , neutron , dan elektron , yuk langsung aja kita masuk saja kemateri !

Partikel Dasar Atom

 a. Elektron

Pada tahun 1897 Joseph John Thomson menemukan elektron. Thomson  mełakukan eksperimen dengan menggunakan tabung kaca dengan bertekanan udara sangat rendah (hampir vakum). Pada kedua ujung tabung tersebut dipasang pelat logam yang berfungsi sebagai elektrode. Kedua elektrode terebut dihubungkan dengan sumber arus listrik bertegangan tinggi. Elektrode yang dihubungkan dengan kutub positif disebut anode, sedangkan elektrode yang memisahkan dengan kutub negatif disebut katode. Tabung seperti itu dinamakan tabung sinar katoda (tabung Crookes) .

tabung vakum

Dengan menggunakan pomp vakum tekanan udara dalam tabung dapat diatur. Jika tekanan udara dalam tabung dibuat cukup rendah. Maka gas dalam tabung akan berpendar (berpijar) dengan cahaya yang warnanya bergantung pada jenis gas dalam tabung . Selanjunya, jika tekanan gas dalam tabung dibuat lebih kecil, maka akhirnya tabung menjadi gelap. Akan tetapi, bagian tabung di depan katode berpendar dengan warna hijau. Perpendaran ini bersumber dari radiasi katode menuju anode yang membentuk gelas sehingga gelas berpendar (mengeluarkan warna hijau). Sinar itu disebut sinar karode karena berasal dari katode.

Thomson mengungkapkan sifas-safat sinar  katode berikut ini

1). Dipancarkan oleh katode dalam sebuah tabung hampa jika dilewatkan arus listrik bertegangan tinggi.

2). Merambat dalam garis lurus menuju anode.

3). Jika membentur gelas, maka gelas berpendar (berfluoresensi). Dengan adanya fluoresensi ini, kita dapat mengetahui adanya sinar katode karena  sinar katode tidak terlihat oleh mata.

4) Dapat dibelokkan oleh medan listrik dan medan magnet ke kutub positif. Oleh karena itu, sinar katode bermuatan negatif.

5) Sinar itu tidak bergantung  pada bahan elektrodenya. Hal itu berarti, setiap elektrode dapat memancarkan sinar katode. Jadi, setiap materi mengandung partikel dasar yang seperti sinar katode

Baca Juga:

b. Inti Atom

  • Proton

Pada tahun 1886, Eugene Goldstein menemukan proton. Goldstein melakukan percobaan dengan menggunakan tabung sinar katode (tabung Crookes). Anode (kutub positif) dan katode (kutub negatif) dari tabung tersebut dihubungkan dengan sumber arus listrik bertegangan tinggi. Dari percobaan tersebut diperoleh fakta-fakta sebagai berikut. Jika katode tidak diberi lubang, maka ruang di belakang katode gelap. Akan tetapi, jika katode dilubangi dan diisi dengan gas hidrogen yang bertekanan sangat rendah, maka gas di belakang katode berpendar (berfluoresensi). Hal itu disebabkan adanya radiasi sinar yang berasal dari anode dan memijarkan (memendarkan) gas tersebut. Sinar itu disebut sinar anode (sinar positif) atau sinar kanal (sinar terusan) .

percobaan eguen goldstein

Sifat-sifat sinar anode adalah sebagai berikut.

a) Merupakan radiasi partikel yang disebut dengan proton.

b) Dalam medan listrik atau magnet, dapat dibelokkan ke kutub negatif. Berarti sinar anode ini bermuatan positif.

c) Perbandingan muatan dan massanya e : m bergantung pada gas yang disikan pada tabung. Perbandingan  e : m  terbesar terjadi jika gas yang diisikannya adalah gas hidrogen.

  • Neutron

Dari percobaan-percobaan yang dilakukan Rutherford pada tahun 1911, ternyata massa inti atom unsur selalu lebih besar daripada massa proton dalam inti atom. Hal itu memberi keyakinan bagi para ahli, bahwa selain proton dalam inti atom harus ada partikel lain. Partikel ini pasti tak bermuatan, karena kita tahu bahwa menurut model atom Rutherford, inti atom itu bermuatan positif.

Pada tahun 1930, W Bothe dan H. Becker menembaki inti atom berillium dengan partikei alfia dan dihasilkian suatu radiasi partikel yang mempunyai daya tembus tinggi. Selanjutnya, pada tahun 1932 James Chadwick melakukan percobaan yang sama dan berdasarkan percobaan tersebut dapat dibuktikan bahwa radiasi tersebut merupakan partikel netral (tidak bermuatan) yang masanya hampir sama dengan massa proton. Selanjutnya, partikel ini disebut neutron dan merupakan partikel penyusun inti atom.

Sifat-sifat sinar neutron adalah sebagai berikut.

a) Merupakan radiasi partikel yang disebut dengan neutron.

b) Dalam medan listrik atau magnet tidak dibelokkan ke kutub positif atau negatif. Berarti sinar neutron tidak bermuatan.

c) Massa sinar neutron hampir sama dengan massa sinar anode (proton) yaitu 1,6728 x 10-24 gram atau 1 sma.

 

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *