Hallo adik adik jempol kimia , salam Kimia ! dipostingan ini kang Ayub akan membahas materi Tata Nama senyawa kimia  ,  bukan hanya manusia saja  loh yang punya nama, senyawa juga mempunyai nama nama  .  hayo kira kira kenapa ya  senyawa itu diberi nama ?. sama hal nya manusia diberi nama untuk mengetahui identitas dirinya siapa . begitu juga dengan senyawa loh , adik adik jempol kimia .

Nah ,  dewasa ini jutaan senyawa telah dikenal dan tiap tahun ditemukan ribuan senyawa baru , sehingga diperlukan cara (sistem) untuk pemberian nama . oleh karena mustahil bagi kita untuk menghapalkan jutaan nama dan setiap nama berdiri sendiri , tanpa kaitan antara yang satu dengan yang lainnya . Dalam system penamaan yang digunakan sekarang , nama senyawa didasarkan pada rumus kimia nya .

Setiap senyawa, perlu mempunyai nama spesifik . seperti halnya penamaan unsure . pada mula nya penamaan senyawa didasarkan pada berbagai hal , seperti nama tempat , nama orang atau sifat tertentu dari senyawa yang bersangkutan .

Beberapa contoh :

  1. Garam glauber , yaitu natrium sulfat (Na2SO4) yang ditemukan oleh J.R.Glauber .
  2. Salmiak , yaitu amonium klorida (NH4Cl) suatu garam yang awal mulanya diperoleh dan kotoran sapi didekat kuil untuk dewa Jupiter Ammon dimesir .
  3. Soda pencuci, yaitu natrium karbonat (Na2CO3) yang digunakan untuk melunakkan air (membersihkan air dari ion Ca2+ dan ion Mg2+)

kita akan membahas cara penamaan senyawa yang terdiri dari dua dan tiga jenis unsur .

1.Tata Nama Senyawa Molekul (Kovalen) Biner

Senyawa biner adalah senyawa yang hanya terdiri dari dua jenis unsure , misalnya air (H2O) ammonia (NH3) , dan metana (CH4)

  • Rumus Senyawa : unsure yang terdapat lebih dahulu dalam urutan berikut .

B – Si – C – S – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F

Contoh :

Rumus kimia ammonia lazim ditulis dengan NH3, bukan H3N ; dan rumus kimia air lazim ditulis sebagai H2O bukan O2H

  • Nama senyawa : nama senyawa biner dari dua jenis nonlogam adalah rangkaian nama kedua jenis unsur dengan akhiran ida , pada nama unsur yang kedua .

Contoh :

HCl : hidrogen klorida

H2S : hidrogen Sulfida

Jika pasangan unsure yang bersenyawa membentuk lebih dar sejenis senyawa , maka senyawa senyawa itu dibedakan dengan menyebutkan ineks dalam bahasa yunani ;

1 = mono                                     6   = heksa

2 = di                                             7   = hepta

3 = tri                                             8   = okta

4 = tetra                                       9   = nona

5 = penta                                     10 = deka

Indeks satu tidak perlu disebutkan , kecuali untuk karbon monoksida .

Contoh :

CO    : karbon monoksida (awalan mono untuk C tidak perlu)

CO2   : Karbon dioksida

N2O  : dinitrogen dioksida

NO    :  nitrogen osida

NO : nitrogen dioksida

N2O3 : dinitrogen trioksida

N2O4 : dinitrogen tetraoksida

N2O5 : dinitrogen pentaoksida

CS2    : karbon disulfide

CCl4   : karbon tetraklorida

Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan diatas .

umus molekul , kalian tinggal kali silang saja angkat muatan ion masing masing unsur sehingga menjadi :Mg3N2

Baca juga :

2.Tata Nama Senyawa Ion

Senyawa ion terdiri dari atas semua kation dan suatu anion . kation umumnya adalah suatu ion logam  , sedangkan anion dapat berupa anion nonlogam atau suatu ion poliatom . daftar kation dan anion

  • Rumus senyawa : unsure logam ditulis didepan

Contoh :

Rumus kimia natrium kloridda ditulis NaCl , bukan ClNa.

Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya . kation dam anion diberi indeks sedemikian rupa sehingga senyawa bersifat netral (Σ muatan positif = Σ muatan negatif).

Kation Anion Rumus Senyawa Ion
Na+

Ca2+

Al3+

Sn4+

Cu2+

NO3

NO3

SO42-

SO42-

S2-

NaNO3

Ca(NO3)

Al2(SO4)3

Sn(SO4)2

CuS

Beberapa jenis kation

No Rumus Nama ion No Rumus Nama ion
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

Na+

K+

Mg2+

Ca2+

Sr2+

Ba2+

Al3+

Zn2+

Ni2+

Ag2+

Sn2+

Sn4+

Natrium

Kalium

Magnesium

Kalsium

Stronsium

Barium

Alumunium

Seng

Nikel

Perak

Timah (II)

Timah (IV)

13.

14.

15.

16. 17.

18.

19.

20.

21

22.

23.

24.

Pb2+

Pb4+

Fe2+

Fe3+

Hg+

Hg2+

Cu+

Cu2+

Au+

Au3+

Pt4+

NH4+

Timbal (II)

Timbal (IV)

Besi (II)

Besi (III)

Raksa (I)

Raksa (II)

Tembaga (I)

Tembaa (II)

Emas (I)

Emas (III)

Platina (IV)

Amonium

Beberapa jenis ion

No Rumus Nama ion No Rumus Nama ion
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13

14

15.

OH

O2

F

Cl

Br

I

CN

S2-

CO32-

SiO32-

C2O42-

CH3OO-

NO2

NO3

SO32-

Hidroksida

Oksida

Fluoride

Klorida

Bromide

Iodide

Sianida

Sulfide

Karbonat

Silikat

Oksalat

Asetat

Nitrit

Nitrat

Sulfit

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

25.

26.

27.

28.

29.

30.

SO42-

PO33-

PO43-

AsO33-

AsO43-

SbO33-

SbO43-

ClO

ClO2

ClO3

ClO4

MnO4

MnO4-2

CrO4-2

Cr2O7-2

Sulfit

Fosfit

Fosfat

Arsenit

Arsenat

Antimonit

Antimonat

Hipoklorit

Klorit

klorat

perklorat

permanganat

manganat

kromat

dikromat

  • Nama senyawa : nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation (didepan)dan nama anion nya , angka indeks tidak disebut

Contoh :

NaCl      : natrium klorida

CaCl2       : kalsium klorida

Na2SO4 : natrium sulfat

Jika unsure logam mempunyai lebih dari sejenis bilangan oksidasi . senyawa senyawanya dibedakan dengan menuliskan bilangan oksidanya , yang ditulis dalam tanda kurung dengan angka romawi dibelakang unsure logam itu.

Contoh :

FeCl2 : besi (II) klorida

FeCl3 : besi (III) klorida

Fe2S3 : besi (III) sulfide

SnO   : timah (II) oksida

SnO2 : timah (IV) oksida

Menurut cara lama , senyawa dari unsur logam yang mempunyai dua jenis muatan dibedakan dengan member akhiran o untuk muatan lebih rendah , dan akhiran I untuk muatan lebih tinggi .

Contoh :

FeCl2 : fero klorida

FeCl3 : feri klorida

Cara ini kurang informatif karena tidak menyatakan bilangan oksida unsur logam yang bersangkutan .

3.Tata Nama Senyawa Terner

Senyawa terner sederhana meliputi asam , basa , dan garam

a. Tata Nama Asam

Asam adalah senyawa hidrogen yang didalam air. Mempunyai rasa masam . rumus asam terdiri atas hidrogen (didepan , dapat dianggap ion H+) dan suatu anion yang disebut sisa asam . akan tetapi   perlu diingat bahwa asam adalah senyawa molekul , bukan senyawa ion . nama ion sisa asam sama dengan asam yang bersangkutan tanpa kata asam .

Contoh :

H3PO4

Nama asam           : asam fosfat

Rumus sisa asam : PO43-

Rumus molekul dan nama dari beberapa asam yang lazim :

HCl : asam klorida

H2SO4 : asam sulfat

HNO3 : asam nitrat

H3PO4 : asam fosfat

CH3OOH : asam asetat

b. Tata Nama Basa

Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion OH. Larutan basa bersifat kaustik , jika terkena kulit terasa licin seperti bersabun . pada umumnya basa adalah sanyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH. Nama basa sama dengan nama kationnya yang diikuti dengan kata hidroksida

Contoh :

NaOH : natrium hidroksida (soda kaustik)

Ca(OH)2 : kalsium hidroksida (kapur sirih)

Al(OH)3 : alumunium hidroksida (dalam obat maag).

c. Tata Nama Garam

Garam adalah senyawa ion yang terdiri dari kation basa dan anion sisa asam . rumus dan penamaannya sama dengan senyawa ion .

Kation Anion Rumus Garam Nama Garam
Na+

Ca2+

Al3+

Sn4+

Cu2+

NO3

NO3

SO4-2

SO4-2

S2-

NaNO3

Ca(NO3)2

Al2(SO4)3

Sn(SO4)2             

CuS

Natrium nitrat

Kalsium nitrat

Alumunium sulfat

Timah (IV) sulfat

Tembaga (II)sulfida

gimana adik adik semoga artikel kang Ayub buat bermanfaat . selanjutnya kita akan membahas mengenai persamaan reaksi , tetap semangat ya adik adik dalam belajar dan meraih ilmu ,agar cita cita kalian tercapai . salam kimia !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *