Pelajari Lengkap Perkembangan Sistem Periodik

Hallo adik adik kimia , salam kimia !Dipostingan kali ini kang Ayub akan membahas materi yang menarik loh , yaitu mengenai sejarah dalam pengelompokan setiap unsur , nah para ilmuwan berlomba lomba dalam menentukan pengelompokan unsur , mulai dari kesamaan sifat , lalu dilihat dari nomor atom , masa atom dan banyak segi lainnya , nah adik adik makin penasaran , yuk kita masuk saja kemateri nya !

Sistem Periodik Unsur

pada tahun 1661 masih banyak para ahli yang berpendapat bahwa unsur merupakan suatu zat yang tidak mungkin dapat diuraikan. Pada saat itu,baru dikenal beberapa unsur, yaitu antimony, arsen, bismuth, karbon, tembaga, emas, timbal, air raksa, perak, belerang, timah, dan seng. Pada akhir abad 18 baru ditemukan adanya 11 unsur yang dipublikasikan oleh Lavoisier, yaitu klorin, kobalt, hydrogen, mangan, molibdat, nikel, nitrogen, oksigen, fossfor, platina, dan waolfram. Setelah itu, terus ditemukan dua sampai tiga unsur setiap tahun sehingga sampai saat ini sudah dikenal adanya 118 macam unsur.

Untuk mempelajari unsur-insir yang begitu banyak diperlukan suatu cara agar mudah untuk mengenali sifat-sifatnya. System periodic unsur-unsur merupakan suatu system yang sangat baik untuk mempelajari kecenderungan sifat unsur dan beberapa sifat yang lainnya.Bahkan, dapat digunakan untuk meramalkan sifat-sifat unsur yang belum ditemukan tetapi diyakini ada.

Perkembangan Sistem Periodik

a. Triade Döbereiner

pada tahun 1829 Johann Wolfgang Döbereiner mempelajari sifat-sifat beberapa unsur yang sudah dikenal saat itu. Dari unsur-unsur yang dipelajari, didapatkan suatu pola tertentu. Pola tersebut sebagai Triade Döbereiner, yaitu bila unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifat dan diurutkan masa atomnya, maka di setiap kelompok terdapat tiga unsur dimana massa unsur yang di tengah merupakan rata-rata dari massa unsur yang di tepi. Tiga unsur yang sifatnya mirip ini disebut dengann unsur sekeluarga atau triade.

Daftar unsur Triade Döbereiner

Triade 1 Triade 2 Triade 3 Triade 4 Triade 5
Li Ca S Cl Mn
Na Sr Se Br Cr
K Ba Te I Fe

b. Teori Oktaf Newlands

Dalam mempelajari sifat unsur, Döbereiner hanya menitikberatkan pada hubungan masing-masing unsur dalam triade dan tidak berhasil menjelaskan hubungan antara triade yang satu dengan yang lain. Baru pada tahun 1865, John Newlands yang juga seorang penggemar music menyusun daftar yang lebih banyak melibatkan unsur-unsur yang sudah dikenal pada saat itu. Susunan Newlands tersebut menunjukkan bahwa bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka setelah atom ke delapan akan didapatkan unsur yang mirip dengan unsur pertama, unsur ke sembilan sifatnya mirip dengan unsur kedua, dan seterusnya.

Kecenderungan tersebut dinyatakan sebagai Oktaf Newlands: Jika unsur-unsur disususn berdasarkan kenaikan massa atom, maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah unsur kedelapan.

H Li Be B C N O
1 2 3 4 5 6 7
F Na Mg Al Si P S
8 9 10 11 12 13 14
Cl K Ca Cr Ti Mn Fe
15 16 17 18 19 20 21
Co dan Ni Cu Zn Y In As Se
22 23 24 25 26 27 28
Br Rb Sr Ce dan La Zr Ni dan Mo Ro dan Ru
29 30 31 32 33 34 35

Sifat Li mirip dengan sifat Na,K,Cu,Rb,Ag, dan Cs. Sifat Be mirip dengan sifat Mg,Ca,Zn,Sr,Cd,dan Hg.

Baca juga ; 

c. System Periodik Mendeleev

Pada tahun 1869 Dmitri Ivanovich Mendeleev, seorang ilmuwan Rusia, membuat daftar unsur-unsur yang didasarkan  pada sifat fisis dan sifat kimia dihubungkan dengan massa atom unsur. Penyusun sebelumnya hanya menitik-beratkan pada sifat fisis saja.Susunan Mendeleev tersebut merupakan system periodic unsur pertama yang sering disebut system Periodic Unsur bentuk pendek.

System periodic Mendeleev disusun berdasarkan kenaikan massa atom dan kemiripan sifat. Dari susunan tersebut didapatkan hokum periodic, dimana sifat unsur merupakan fungsi periodic dari massa atom. Artinya, bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan masa atomnya, maka sifat unsur akan berulang secara periodic.

System periodic ini pertama kali terbit pada Jurnal Ilmiah Annalen der Chemie pada tahun 1871. Mendeleev menyusun table dari unsur-unsur yang disusun oleh Newlands dengan beberapa perbaikan, antara lain:

a. Beberapa tempat disediakan untuk unsur yang diramalkan dan diyakini oleh Mendeleev akan ditemukan. Diramalkan massa atomnya 44,68,72, dan 100.

b. Ditempatkannya unsur-unsur yang sekarang disebut sebagai unsur transisi pada lajur khusus.

c. Mengadakan koreksi terhadap massa atom yang kurang tepat, misalnya atom Cr yang semula diyakini 43,3 dikoreksi menjadi 52,0.

d. Meramalkan sifat unsur yang belum ditemukan dean ternyata ramalannya tepat setelah unsur tersebut ditemukan.

Walaupun system periodic Mendeleev ini sudah cukup baik, tetapi ternyata masih terdapat kekurangan, antara lain:

  1. Panjang periodic tidak sama.
  2. Beberapa unsur tersusun dengan urutan massa atom yang terbaik, tidak naik tetapi turun. Sebagai contoh, Ar (massa atom 39,9) ditempatkakn sebelum K (massa atom 39,1); Co (massa atom 58,9) ditempatkan sebelum Ni (massa atom 58,7); Te 9(massa atom 127,6) ditempatkan sebelum I (massa atom 126,9).
  3. Unsur golongan Lantanida yang jumlahnya 14 ditempatkan dalam satu golongan (satu kotak berisi lebih dari satu unsur).

d. System Periodik Modern

H.G.J. Moseley pada sekitar perang Dunia I berhasil menemukan kesalahan pada system periodic yang dibuat Mendeleev, yaitu terdapat unsur yang terbalik letaknya. Setelah mempelajari lebih lanjut, Moseley menemukan bahwa keperiodikan sifat tidak didasarkan pada massa atom, tetapi didasarkan pada nomor atom atau muatan inti.

Susunan periodic yang disusun oleh Moseley akhirnya berkembang lebih baik sampai didapatkan bentuk seperti sekarang dengan mengikuti hokum periodic, bahwa sifat unsur merupakan fungsi periodic dari nomor atom. Artinya, bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan nomor atom maka sifat unsur akan berulang secara periodic. Seistem periodic modern dikenal juga sebagai system periodic bentuk panjang, dimana terdapat lajur mendatar yang disebut periode dan lajur tegak yang disebut dengan golongan.

Jumlah peride dalam system periodic modern ada 7 dan diberi tanda dengan angka:

  1. Periode 1 disebut sebagai periode sangat pendek dan diberisi 2 unsur.
  2. Periode 2 dan periode 3 disebut periode pendek dan masing-masing berisi 8 unsur.
  3. Periode 4 dan periode 5 disebut periode panjang dan masing-masing berisi 18 unsur.
  4. Periose 6 disebut periode sangat panjang yang berisi 32 unsur. Pada periode ini terdapat deretan unsur yang disebut deret Lantanida, yaitu unsur dengan nomor 58 sampai nomor 71 dan diletakkan pada bagian bawah.

Periode 7 disebut belum lengkap karena mungkin masih akan bertambah lagi jumlah menempatinya, dimana sampai saat ini berisi 24 unsur. Pada periode ini, terdapat pula deretan unsur yang disebut dengan deret Aktinida, yaitu unsur bernomor 90 sampai 103, dan diletakkan pada bagian bawah.

Nah , bagaiamana adik adik jempol kimia , sudah makin tau kan bagaimana sejarah nya , para ilmuwan dalam menentukan / pengelompokan unsur unsur tersebut , jangan lupa update terus ya adik adik postingan postingan terbaru di blog jempol kimia ini adik adik , semoga pengetahuan adik adik makin jempol .

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *