Menyetarakan Persamaan Reaksi Kimia

Hallo adik adik , sobat sobat kimia ! bagaimana kabar semuanya , apakah masih semangat dalam belajar nya , Nah dipostingan kali ini Kang Ayub akan membahas sebuah topik yang sangat menarik , yaitu mengenai Menyetarakan Persamaan Reaksi Kimia ,nah adik adik udah tau belum mengenai persamaan reaksi ? ,tanpa basa pahit lagi yuk , langsung saja kta masuk kematerinya !

Persamaan Reaksi

    1. Menuliskan persamaan reaksi

Reaksi kimia mengubah zat-zat asal (pereaksi = reaktan) menjadi zat yang baru (produk). Sebagaimana telah dikemukakan oleh John Dalton jenis dan jumlah atom yang terlibat dalam reaksi tidak berubah, tetapi ikatan kimia di dalamnya berubah. Ikatan kimia dalam pereaksi di putuskan dan terbentuk ikatan  baru dalam produknya. Atom-atom ditata ulang membentuk produk reaksi. Perubahan yang terjadi dapat dipaparkan dengan menggunakan rumus kimia zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Cara pemaparan ini kita sebut sebagai persamaan reaksi. Misalnya, reaksi antara gas hydrogen dan gas oksigen membentuk air dipaparkan sebagai berikut:

2H2 (g)    +    O2(g)   → 2H2O(l)

Baca Juga : Stoikiometri : Rumus Lengkap Perhitungan Kimia Mengenai Konsep Mol

Tanda panah menunjukkan arah reaksi, dan dapat dibaca sebagai “membentuk” atau “bereaksi menjadi”. Huruf kecil dalam tanda kurung yang mengikuti rumus kimia zat dalam persamaan reaksi menyatakan wujud atau keadaan suatu zat yang bersangkutan. Huruf  g menyatakan gas, l bearti cairan (liquid), s bearti padatan (solid), dan aq bearti larutan berair (aqueous). Bilangan yang mendahului rumus kimia dalam zat persamaan reaksi adalah koefisien reaksi. Pada contoh di atas, koefisien hydrogen 2. Koefisien 1 tidak perlu di tulis.

Koefisien reaksi diberikan untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi. Pada contoh di atas, dapat kita lihat bahwa, jumlah atom H di ruas kiri = diruas kanan = 4. Demikian juga jumlah atom O di ruas kiri = di ruas kanan = 2. Persamaan reaksi yang telah di beri koefisien yang sesuai di sebut persamaan setara. Istilah persamaan di gunakan dalam persamaan reaksi karena kesetaraan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi.

Baca juga : Stoikiometri : Pentingnya 5 Hukum Hukum Dasar Kimia

Selain itu, menyetarakan reaksi, koefisien reaksi menyatakan perbandingan paling sederhana dari partikel zat yang terlibat dalam reaksi. Jadi, untuk reaksi di atas, dua molekul gas hydrogen bereaksi dengan satu molekul gas oksigen membentuk dua molekul air. Oleh karena itu, sebaiknya di hindari koefisien pecahan, karena dapat member pengertian seolah-olah partikel materi (atom atau molekul ) dapat di pecah.

Penulisan persamaan reaksi dapatdilakukan dalam dua langkah sebagai berikut :

  1. Menuliskan rumus kimia zat pereaksi dan produk, lengkap dengan keterangna wujud / keadaannya.
  2. Penyetaraan, yaitu member koefisien yang sesuai sehingga jumlah atom setiap unsure sama pada kedua ruas.

    2. Penyetaraan Persamaan Reaksi

Banyak reaksi yang dapat disetarakan dengan cara menebak, akan tetapi sebagai permulaan, ikutilah langkah berikut ini :

  1. Tetapkan koefisien salah satu zat, biasanya zat yang rumus kimianya paling kompleks, sama dengan 1, sedangkan koefisien zat lain sementara di beri dengan huruf.
  2. Starakan terlebih dahulu unsure yang terkait langsung dengan zat yang di beri koefisien 1 itu.
  3. Setarakan unsure lainnya, biasanya akan membantru jika atom O disetarakan paling akhir.

Contoh :

Reaksi gas metana (CH4) dengan gaas oksigen membentuk karbon dioksida dan air.

Langkah I :

Menuliskan rumus kimkia pereaksi dari hasil reaksi :

CH4 (g)  +  O2(g)   → CO2(g)    +    H2O (aq)

Langkah 2 :

  1. Tetapkan koefisien CH4 = 1 sedangkan yang lainnya dengan huruf.

1CH4 (g)  +  aO2(g)           bCO2(g)    +    cH2O(aq)

Baca Juga : Ayo Belajar Konfigurasi Elektron Kelas X

  1. Setarakan atom C dan H :

Penyetaraan atom C: jumlah atom C di ruas kiri = 1, di ruas kanan = b, berarti b = 1

Penyetaraan atom H: jumlah atom H di ruas kiri = 4, di ruas kanan = 2c, berarti 2c = 4, atau c = 2

Dengan b = 1 dan c = 2 persamaan reaksinya menjadi

1CH4 (g)  +  aO2(g)  → 1CO2(g)    +    2H2O(aq)

  1. Setarakan atom O :

Jumlah atom O di ruas kiri = 2a

Di ruas kanan = 2 + 2 = 4

Berarti 2a = 4, atau a = 2

Dengan demikian persamaan setaranya adalah :

CH4 (g)  +  2O2(g)   CO2(g)    +    2H2O(aq)

Gimana adik adik , sudah makin tau mengenai Menyetarakan Reaksi Kimia ? , Nah dipostingan selanjutnya Kang Ayub akan membahas Hukum Dasar Kimia . Tetap update terus ya materi materi terbaru dari blog jempol kimia ini , tetap semangat ya 🙂 .

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *