Hallo adik adik kimia , salam kimia ! Nah dipostingan ini Kang Ayub akan membahas topik mengenai Polusi Udaraa Akibat Pembakaran Bahan Bakar Fosil , semakin banyak jumlah kendaraan maka semakin banyak juga polusi polusi atau permasalahan pada lingkungan ini , nah untuk lebih lanjutnya , langsung saja kita masuk materinya

1. Sumber Bahan Pencemaran

Pencemaran akibat pembakaran bahan bakar fosil umumnya terjadi karena pembakaran yang tidak sempurna dan akibatnya adanya pengotor dalam bahan bakar tersebut .

     a. Pembakaran Tidak Sempurna

Bahan bakar fosil mengandung senyawa hidrokarbon . pada pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon akan dihasilkan karbon dioksida dan uap air . akan tetapi jika udara untuk pembakaran tidak mencukupi , maka pembakaran akan berlangsung tidak sempurna dan menghasilkan karbon monoksida disamping karbon dioksida . jika udara sangat kurang , maka pembakaran juga dapat menghasilkan jelaga yaitu partikel karbon yang tidak terbakar.

     b. Pengotor Dalam Bahan Bakar

Bahan bakar fosil khususnya batu bara , biasanya mengandung sedikit belerang . ketika bahan bakar dibakar belerang akan terlepas sebagai belerang dioksida . batu bara juga mengandung berabagai senyawa logam sebagai pengotor . oleh karena itu , pembakaran batu bara akan meninggalkan abu  . abu tersebut terutama mengandung oksida oksida logam.

     c. Bahan Aditif Dalam Bahan Bakar

Bensin ditambahkan berbagai aditif untuk menaikkan nilai oktannya . salah satu diantaranya , yaitu TEL [Pb(C2H5)] pembakaran TEL akan menghasilkan timbel (II) oksida yang dapat menempel pada silinder . oleh karena  itu , kedalam bensin  bertimbel ditambahkan juga etilen bromida , yang berfungsii sebagai scavenger . senyawa ini akan mengubah timbel (II) oksida menjadi timbel (II) bromide yang mudah menguap dan keluar bersama dengan asap kendaraan .

Baca juga :

2. Asap Buang Kendaraan Bermotor

Bensin mengandung hidrokarbon C6-C12. Dalam mesin kendaraan (silinder). Campuran bahan bakar dan udara terbakar cepat oleh bunga api listrik . pembakaran berlangsung tidak sempurna , sehingga menghasilkan CO dan C disamping CO2 . selain itu juga sedikit bahan bakar (hidrokarbon)yang tidak terbakar .

Komposisi dari suatu contoh asap kendaraan bermotor

Gas Volume
Nitrogen

Karbon monoksida

Karbon dioksida

Oksigen

Hidrogen

Hidrokarbon

Oksida nitrogen

Belerang dioksida

78

9

6

4

2

0,2

0,05-0,04

0,006

Bunga api listrik menyebabkan sedikit nitrogen bereaks dengan oksigen dalam silinder membentuk nitrogen monoksida

N2 (g) + O2 (g) → 2NO (g)

Setelah keluar dari knalpot kendaraan , nitrogen monoksida kemudian bereaksi dengan udara (oksigen )membentuk nitrogen dioksida :

2NO (g) + O2 (g) → 2NO2 (g)

Gas gas yang terdapat dalam asap kendaraan bermotor tersebut banyak yang dapat menimbulkan kerugian diantaranya adalah CO2 , CO . hidrokarbon , oksida nitrogen dan oksida belerang . kita akan membahas sedikit tentang kerugian yang ditimbulkan gas gas tersebut .

     a. Karbon Dioksida (CO2)

Sebenarnya , karbon dioksida tidak berbahaya bagi manusia . akan tetapi , karbon dioksida tergolong gas rumah kaca , sehingga peningkatan kadar suhu permukaan bumi . peningkatan suhu karena meningkatnya kadar gas gas rumah kaca diudara disebut pemanasan global . pemanasan global dapat mempengaruhi iklim , mencairkan sungkup es dikutub dan berbagai rangkaian akibat lainnya yang mungkin belum sepenuhnya dimengerti.

    b. Karbon Monoksida (CO)

Gas karbon monoksida tidak berwarna dan tidak berbau , oleh karena itu kehadirannya tidak segera diketahui . gas itu bersifat beracun , dapat menimbulkan rasa sakit pada mata , saluran pernafasan dan paru paru . Bila masuk kedalam darah melalui pernafasan . CO bereaksi dengan hemoglobin dalam darah membentul COHb (karboksihemoglobin).

CO + Hb → COHb

Hemoglobin ini seharusnya  bereaksi dengan oksigen menjadi O2Hb (oksihemoglobin)dan membawa oksigen yang diperlukan kesel sel jaringan tubuh .

O2 + Hb → O2Hb

Akan tetapi , afinitas CO terhadap Hb sekitar 300 kali lebih besar daripada O2 . bahkan Hb yang telah mengikat oksigen dapat diserang oleh CO .

CO + O2Hb → COHb + O2

Jadi , CO menghalangi fungsi vital Hb untuk membawa oksigen bagi tubuh .

Ambang batas CO diudara sebesar 20 ppm . udara dengan kadar CO lebih dari 100 ppm akan menimbulkan sakit kepala dan gangguan pernafasan . kadar yang lebih tinggi lagi dapat menimbulkan kematian . salah satu cara mencegah peningkatan gas CO diudara yaitu dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dan pemasangan pengubah katalitik (Catalytic Converter) pada knalpot kendaraan bermotor .

      c. Oksida Blerang (SO2 dan SO3)

Belerang dioksida , apabila terisap oleh pernafasan , akan bereaksi dengan air dalam saluran pernafasan dan membentuk asam sulfit yang akan merusuk kejaringan dan menimbulkan rasa sakit . apabila SO3 yang terisap , maka yang terbentuk adalah adalah asam sulfat , dan asam ini lebih berbahaya . Oksida belerang dapat pula larut dalam air hujan dan menyebabkan apa yang disebut hujan asam.

    d. Oksida Nitrogen (NO dan NO2)

Campuran NO dan NO2 sebagai pencemar udara biasa ditandai dengan lambang NOx diudara adalah 0,05 ppm . NOX Diudara tidak beracun (secara langsung) pada manusia , tetapi NOx ini bereaksi dengan bahan bahan pencemar lain dan menimbulkan fenomena asbut (asap-kabut) atau smog dalam bahasa inggris , berasal dari kata smoke (asap) dan fog (kabut). Asbut menyebabkan berkurangnya daya pandang , iritasi pada mata dan saluran pernafasan . menjadikan tanaman layu dan menurunkan kualitas materi .

      e. Partikel Timah Hitam

Senyawa timbel dari udara dapat mengendap pada tanaman sehingga bahan makanan terkontaminasi . kadar timbel dalam darah penduduk daerah perkotaan banyak yang mencapai tingkat yang dapat menyebabkan gejala keracunan timbel . keracunan timbel yang ringan menyebabkan sakit kepala , mudah teriritasi , mudah leleh , dan depresi . keracunan yang lebih hebat menyebabkan kerusakan otak , ginjal dan hati . para ahli mensinyalir bahwa penyimpangan perilaku , seperti vandalism dan holiganisme , mungkin sebagian disebabkan keracuanan timbel .

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *