Pengertian Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit Beserta Contohnya

  Hallo adik adik kimia , salam kimia ! dipostingan Jempol Kimia ini Kang Ayub akan membahas mengenai Larutan Elektrolit dan Larutan non Elektrolit , sebelumnya adik adik udah pada tau gak mengenai Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit ini  ? pastinya ada yang tau dan ada sebagian yang belum tau mengenai materi ini , nah dibaca tuntas ya materi nya , semoga ilmu adik adik makin jempol deh , di blog Jempol kimia ini . Tanpa basa pahit lagi yuk simak materinya !

Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit

    1. Konduktor Dan Isolator

Rangakaian listrik (elektric circuit). adanya aliran listrik pada rangkaian di tunjukkan oleh nyala lampu. arus listrik dalam rangkaian ini di bersumber dari baterai. kawat tembaga dan batang grafit dapat menghantarkan arus listrik. zat yang dapat menghantarkan arus listrik disebut konduktor.

Listrik adalah aliran elektron (yang mana elektron adalah partikel sub atom yang bermuatan negatif) arah aliran elektron dalam rangkaian elektron pada gambar di atas, elektron meninggalkan kutub negatif baterai menuju lampu pijar, kemudian batang grafit dan akhirnya kembali ke baterai melalui kutub positif.  lampu pijar akan mati bila rangkaian di putus atau di hubungkan dengan bahan yang tidak dapat menghantarkan listrik. bahan yang tidak menghantarkan listrik di sebut non konduktor atau insulator (isolator). beberapa contoh isolator adalah kaca, keramik, kayu, dan karet.

Baca juga: 40 Soal Larutan Elektrolit Dan Non Elektrolit Serta Pembahasannya

   2. Menunjukkan Larutan Elektrolit

Table hasil pengujian daya hantar listrik dari zat cair

Pengamatan Gelas A Gelas B Gelas C
Apakah lampu menyala? Ya Ya Tidak

Dari data diatas dapat disimpulkan  :

  1. timbul gelombang gas di sekitar elektrode karbon dan lampu menyala dengan terang.
  2. gas di sekitar elektrode karbon dan lampu menyala redup.
  3. Timbul gelembung gas dan lampu tidak menyala

Puluhan tahun sebelum konsep konsep teori atom modern bohr ikatan kimia konfigurasi elektron atom dan ion-ion muncul Svante August Arrhenius (1859-1927), seorang ilmuwan dari Swedia pada tahun 1887 telah lebih dahulu memperkenalkan teori ionisasi untuk menjawab pernyataan di atas menurut Arrhenius Jika senyawa elektrolit dialiri arus listrik akan terbentuk ion-ion positif dan negatif yang bergerak bebas adanya ion-ion ini memungkinkan Arus listrik dapat mengalir dengan lancar jadi ion ion yang bermuatan listrik dan bergerak bebas inilah sebenarnya yang berperan menghantarkan arus listrik dari batu baterai menuju Lampu. jika larutan dikenakan medan listrik ion positif atau kation akan bergerak ke arah kutub negatif atau anion akan bergerak ke arah kutub positif anoda sambil melepaskan elektron selanjutnya elektron akan dialirkan ke katode melalui baterai atau baterai dianggap sebagai pompa elektron sehingga merupakan proses penghantar muatan dari satu kutub ke kutub lainnya untuk lebih memahami

Larutan elektrolit adalah larutan yang terjadi karena mengalami perubahan perubahan kimia zat-zat di dalamnya dapat menghantarkan arus listrik contohnya larutan garam dapur (NaCl), larutan asam sulfat (H2SO4) larutan cuka dapur (CH3COOH) Larutan natrium nitrat (KNO3), serta air limbah ( air sungai dan air selokan)..

Baca Juga : 20 Soal Latihan Ikatan Kimia Pilihan Ganda Dan Pembahasannya

Larutan non elektrolit adalah larutan yang zat-zat di dalamnya tidak dapat menghantarkan arus listrik dan tetap tak berubah dalam larutan mereka tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik Itulah sebabnya larutan non elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik contohnya larutan nonelektrolit ini larutan gula (C12H22O11) etanol C2H5OH),  urea (CO(NH2)2), glukosa (C6H12O6) dan lain-lain.

     A. larutan elektrolit kuat

Untuk menunjukkan kekuatan elektrolit suatu larutan digunakan ukuran yang disebut derajat ionisasi yaitu jumlah ion bebas yang dihasilkan dalam larutannya


Nilai α dapat berubah-ubah antara 0 sampai 1 jika  α = 0 berarti tidak terjadi disosiasi sedangkan jika α = 1 terjadi disosiasi sempurna larutan elektrolit dapat dibedakan menjadi dua yaitu larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah.

Baca Juga : Katalis berbasis besi baru mengubah karbon dioksida menjadi bahan bakar jet

    B. Larutan Elektrolit Kuat

Larutan elektrolit kuat adalah larutan elektrolit yang menghasilkan banyak ion sehingga daya hantar listriknya sangat baik contohnya larutan H2SO4,  HCl,  NaOH, KOH, BaOH2 dan catat ini jika dilarutkan hampir seluruhnya berubah menjadi ion derajat ionisasi elektrolit kuat sama dengan 1 atau mendekati 1 (ionisasi sempurna). kita dapat dengan mudah menuliskan reaksi ionisasi dengan mengikuti pedoman penulisan reaksi ionisasi larutan elektrolit perhatikan pedoman penulisan sebagai berikut :

a. asam kuat

Contoh :

HCl (aq)   →     H+  (aq)   + Cl  (aq)

H2SO4 (aq)  →     2H+  (aq)   +  SO4-2   (aq)

b. basa kuat

contoh  :

Ba(OH)2 (aq)            (aq)   +    (aq)

NaOH(aq)               (aq)  +    (aq)

c. Garam

Contoh :

NaCl (aq)  →  Na+  (aq)   + Cl  (aq)

Na2SO4 (aq)  →  2Na+ (aq)   + SO4-2 (aq)

     B. Larutan Elektrolit Lemah

Larutan elektrolit lemah adalah larutan elektrolit yang menghasilkan sedikit ion sehingga daya hantar listriknya kurang baik contohnya larutan CH3COOH, NH4OH, HCl dan NH3. Makin kecil nilai α makin sedikit larutan tersebut terurai atau terionisasi yang mengakibatkan semakin lemah larutan elektrolit tersebut dalam persamaan reaksinya. ionisasi larutan elektrolit lemah ditandai dengan panah dua arah bolak-balik, artinya tidak semua molekul terurai atau terionisasi tidak sempurna perhatikan pedoman penulisan reaksi ionisasinya sebagai berikut:

Baca Juga : 15 Latihan Soal Asam Basa Dan Pembahasannya

a. Asam Lemah

contoh :

  1. H2SO3 (aq)   →  2H+  (aq)   + SO4-2   (aq)
  2. H3PO4 (aq)   →   3H+ (aq)   +  PO4-3 (aq)

b.  Basa Lemah

contoh :

Al(OH)3 (aq)   →  Al3+ (aq)    +   3OH   (aq)

Tabel perbandingan antara larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah

No

Elektrolit kuat

Elektrolit lemah

1

dalam larutan terionisasi sempurna

Dalam larutan terionisasi sebagian

2

jumlah ion dalam larutan sangat banyak

 jumlah ion dalam larutan sedikit

3

menunjukkan daya hantar listrik yang kuat

 menunjukkan daya hantar listriknya lemah

4 derajat ionisasi mendekati 1 Alfa = 1

derajat ionisasi kurang dari 1 Alfa = kurang dari 1

     3. Hubungan Keelektronegatifan Dengan Ikatan Kimia

    1. Senyawa Ion

Senyawa ion terdiri atas ion ion yang jika dilarutkan dapat bergerak bebas dan larutannya dapat menghantarkan arus listrik semua senyawa ion yang larut dalam air tergolong elektrolit kuat tetapi kristal senyawa ion tidak dapat menghantarkan ion-ion dalam kristal hal ini terjadi karena ion-ion tidak dapat bergerak bebas jika kristal ion dipanaskan tanpa air atau lelehan cairan hingga meleleh ion-ion dapat bergerak bebas sehingga lelehan senyawa ion dapat menghantarkan listrik contoh:

NaCl(s)   +  H2O(l)    →   Na+  (aq)  +   Cl (aq)

MgCl2(s)   +   H2O(l)    →    Mg2+ (aq) +   2Cl(aq)

    2. Senyawa Kovalen Polar

Senyawa kovalen polar dalam air menghasilkan gaya tarik menarik yang cukup kuat antara molekul air atau pelarut polar dengan molekul zat terlarut akibatnya terjadi pemutusan ikatan senyawa kovalen polar dan membentuk ion positif dan ion negatif yang dapat menghantarkan arus listrik dengan kata lain senyawa kovalen polar dapat mengalami hidrolisis membentuk ion-ion yang dapat bergerak bebas sehingga dapat menghantarkan arus listrik Lalu bagaimana dengan lelehan senyawa kovalen polar. menurut hasil eksperimen diketahui bahwa lelehan atau cairan senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekulnya tidak mempunyai ion ion yang bermuatan atau molekul-molekul Netral

HCl (aq)  +    H2O (l)    →  H+  (aq)   + Cl  (aq)

H2SO4 (aq)   +   H2O  (l)   → 2H+ (aq)  + SO42- (aq)

Baca Juga : Perangkat portabel baru dapat mengungkapkan panasnya cabai

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *