Hallo adik adik kimia , salam kimia! Dipostingan kali ini Kang Ayub akan membahas materi yang sangat menarik sekali , karena sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia , yaituCara Mengetahui Kriteria Kualitas Air Yang Baik Untuk Makhluk Hidup , kita harus mengatahui syarat kualitas air yang layak digunakan oleh kita ,baik digunakan untuk minuman, mandi , mencuci pakaian , mencuci piring dan lain nya ,  karena telah kita ketaui bahwa semakin lama semakin banyak pencemaran Lingkungan termasuk Pencemaran Lingkungan Air ini sendiri , tanpa basa basi lagi mari kita masuk  materi!

Kriteria Kualitas Air

Kualitas air menyatakan tingkat kesesuaian air terhadap penggunaan tertentu dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia, mulai dari air  untuk memenuhi Kualitas air ditentukan berdasarkan keadaan air dalam keadaan normal, dan bila terjadi penyimpangan dari keadaan normal atau disebut  sebagai air yang mengalami pencemran, atau disebut air terpolusi.

Air menunjukan Air  dengan kualitas baik harus bebas dari senyawa pencemar toksik, bebas bakteri (mikroorganisme), tidak berasa, dan tidak berwarna.  Untuk memberikan gambaran tentang kualitas air maka secara umum kualitas air ditentukan berdasarkan beberapa parameter analisis kualitas air, diantaranya kelarutan zat padat di dalam air, Konduktivitas ionik,  kelarutan oksigen Ph, chemical oxygen demand (COD), biological oxygen demand (BOD), dan total organic karbon. Masing-masing parameter kualitas air ini dijelaskan secara singkat berikut ini.

      1. Kelarutan Total Zat Padat

Kelarutan zat padat dalam air atau disebut sebagai total dissolve solid (TDS) adalah terlarutnya zat padat, baik berupa ion, senyawa atau koloid di dalam air. Sebagai contoh adalah air permukaan, apabila diamati setelah turun hujan akan mengakibatkan air sungai maupun air dalam kolam kelihatan keruh yang disebabkan oleh larutannya partikel tersuspensi di dalam air.

    2. Konduktivitas Ionik

Konduktivitas ionik sangat berguna untuk memberikan gambaran terhadap tingkat kualitas air, karena pengukuran konduktivitas ionik adalah merupakan total konduktivitas ion-ion yang terdapat di dalam larutan air. ion yang berbeda akan memberikan konduktivitas yang berbeda. semakin banyak jenis ion di dalam air, dan semakin banyak konsentrasi ion yang terkandung di dalam air maka total konduktivitas ionik juga akan semakin besar.

Baca juga :

    3. Kelarutan Oksigen (DO)

Kelarutan oksigen (dissolve oxigen) adalah jumlah oksigen yang di perlukan untuk mrengurai seluruh bahan organic yang terkandung di air. di dalam air merupakan indikator merupakan indicator kualitas air karena kadar Oksigen yang terlarut didalam air sangat dibutuhkan oleh organisme air untuk mendukung kelangsungan hidupnya. Kelarutan oksigen didalam air ditentukan oleh suhu air, tekanan oksigen (atmosfer),  dan kadar garam di dalam air. Konsentrasi oksigen di dalam air pada suhu 25°C pada saat kesetimbangan dengan udara pada keadaan tekanan atmosfer adalah 8,32 mg/L.  Dengan demikian, air dalam keadaan kesetimbangan dengan udara tidak akan mengandung oksigen terlarut yang tinggi dibanding dengan pelarut lainnya. Kelarutan oksigen pada suhu 25°C dan tekanan 0,21 atm adalah DO 8,7 mg/L.

     4. Kebutuhan Oksigen Biologis (BOD)

Kebutuhan oksigen biologis atau biological atau biochemical oxygen demand (BOD) didefinisikan sebagai pengukuran pengurangan kadar oksigen di dalam air yang dikonsumsi oleh makhluk hidup (organisme) di dalam air selama periode lima hari pada keadaan gelap (tidak terjadi proses fotosintesis).  BOD atau Biochmical oxygen Demand adalah suatu karakteristik yang menunjukan jumlah oksigen terlarut yang diperlukan oleh mikroorgnaisme (biasanya bakteri) untuk mengurai atau mendekomposisi bahan organiik dalam kondisi aerobik . Pengurangan kadar oksigen ini adalah disebabkan oleh kegiatan organisme (bakteri) mengonsumsi atau mendegradasi senyawa organik dan nutrien lain yang terdapat di dalam air yang membutuhkan oksigen. Air yang relatif bersih akan mengandung mikroorganisme relatif sedikit, sehingga pengurangan oksigen di dalam air selama periode lima hari akan sedikit, sedangkan untuk air yang terpolusi dan mengandung banyak mikroorganisme bakteri akan mengonsumsi lebih banyak oksigen dalam proses degradasi senyawa organik dan nutrien selama lima hari, sehingga pengurangan kadar oksigen terlarut di dalam air menjadi sangat besar. Misalnya, BOD  air untuk jenis air yang tidak terpolusi adalah BOD 0,7 Sedangkan untuk air terpolusi adalah BOD 200 atau lebih besar, penentuan BOD  sangat lambat, yaitu membutuhkan waktu sekitar lima sampai sepuluh hari.

    5. Kebutuhan Oksigen Kimia (COD)

Kebutuhan oksigen kimia atau chemical oxygen demand (COD) didefenisikan sebagai kebutuhan oksigen untuk mengoksidasi kimia yang terdapat di dalam air. Pengujian COD dilakukan untuk mengetahui jumlah senyawa organic yang dapat dioksidasi di air menggunakan senyawa kimia sebagai sumber oksigen. Senyawa kimia yang menggunakan sebagai oksidator adalah pengoksida kuat seperti senyawa kalium bikromat (K2Cr2O7) , selanjutnya disebut bikromat, karena senyawa ini akan dapat mengoksidasi senyawa organic menjadi senyawa CO2 dan H2O dengan persamaan reaksi

CxHyOz  +  Cr2O7 2-  + H+   →   CO2  + H2O + Cr3+

Penentuan COD di laboratorium dilakukan secara titrasi, yaitu dengan mengukur banyaknya konsentrasi senyawa bikromat yang perlu dalam reaksi oksidasi adalah setara dengan banyaknya oksigen yang di butuhkan untuk mengoksidasi senyawa organic yang terlarut dalam air. Dalam reaksi ini senyawa bikromat berfungsi sebagai sumber oksigen (pengoksida kuat) untuk mengoksidasi senyawa organic. Kelebihan penentuan COD dengan metode ini adalah sangat cepat, yaitu hanya dibutuhkan waktu 1-2 jam untuk analisis, hal ini realtif sangat singkat bila dibandingkan dengan penentuan BOD yang membutuhkan waktu beberapa hari.

    6. Kekuatan Asam (pH) dan Alkalinitas

Tingkat keasaman air atau sering juga disebut sebagai kekuatan asam (pH) termasuk parameter untuk kualitas air, air yang belum terpolusi biasanya memiliki tingkat keasaman berada paad skala PH 6,0 -8,0. Sebagai contoh, air hujan mempunyai sekitar PH 5,6, air laut PH 8,1. Pada umunya air yang memiliki tingkat keasaman dibawah PH 5,0 dinyatakan sebagai air terpolusi. Pengukuran PH air dilakukan menggunkan PH-meter. Karena meter (PH-meter) bekerja dengan cara mengukur potensial dari sel elektrokimia, maka sebelum dipergunakan untuk pengukuran PH maka PH-meter harus terlebih dahulu distandrisasi menggunakan larutan standar PH supaya pembacaan PH menunjukan angka yang tepat. Standarisasi dilakukan dengan menggunakan  larutan standar PH supaya pembacaan PH menunjukkan angka yang tepat.

 Bagaimana adik adik udah makin tau mengenai Kriteria Kualitas Air Yang Baik Untuk Makhluk Hidup ? terus ikuti materi yang terbaru ya adik adik di blog jempol kimia ini , semakin banyak baca semakin banyak tahu . semoga pengetahuan adik makin jempol deh , salam hangat kimia !

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *