Hallo adik adik kimia , salam kimia ! pada postingan ini Kang Ayub akan membahas materi mengenai Kerusakan Lingkungan pada Pencemaran Air , nah air sendiri banyak sekali manfaatnya bagi kehidupan seperti halnya untuk minum , mencuci pakaian dan lain nya , tetapi megapa banyak sekali pencemaran air  dilakukan oleh manusia itu sendiri , salah satu contoh sederhananya yaitu banyak yang membuang sampah disembarangan tempat seperti disungai danau , selokan yang suatu saat dapat menyebabkan banjir , bahaya sekali bukan ? nah untuk itu mari kita jaga kebersihan lingkungan demi masa depan kita dan anak anak penerus bangsa ini , maka dari itu yuk kita kenali apa sih pencemaran air itu ? tanpa basa basi lagi mari kita masuk saja  materinya !

Pencemaran Lingkungan Air

Pencemaran air didefenisikan sebagai perubahan langsung atau tidak langsung terhadap keadaan air dari keadaan yang normal menjadi keadaan air yang berbahaya atau berpotensi menyebabkan penyakit dan gangguan bagi kehidupan makhluk hidup. Kualitas air merupakan salah satu faktor dalam menentukan kesejahteraan manusia. Air alamiah yang terdapat pada permukaan bumi sangat sulit ditemukan dalam keadaan murni, semuanya sudah mengandung senyawa kimia seperti mineral yang terlarut di dalamnya pada konsentrasi bervariasi, namun demikian air yang mengandung mineral tersebut tidak langsung disebut sebagai tercemar. Kehadiran bahan pencemar didalam air dalam jumlah tidak normal mengakibatkan air dinyatakan sebagai terpolusi.

Indikator Pencemar Air

Beberapa indikator terhadap pencemaran air dapat diamati dengan melihat perubahan keadaan air dari keadaan yang normal, diantaranya:

1. Perubahan Suhu Air

Mengalirkan air yang berasal dari buangan industri dalam keadaan panas ke dalam air buangan akan dapat meningkatkan suhu air. Apabila suhu air meningkat maka ke larutan oksigen di dalam air juga akan semakin menurun,  akhirnya akan dapat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup di dalam air karena berkurangnya kader oksigen yang diperlukan oleh makhluk hidup untuk mendukung kehidupan yang di dalam lingkungan air. Perubahan panas yang sangat besar pada air yang disebabkan oleh industri sangat berbahaya terhadap kehidupan organisme di dalam air karena sangat sedikit kehidupan air yang tahan terhadap suhu tinggi. Pengaruh kenaikan suhu terhadap kehidupan air dapat dilihat terhadap pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

Contohnya, pengaruh peningkatan suhu pada kehidupan ikan di sekitar industri yang membuat air panas ke dalam lingkungan. Apabila suhu di dalam air meningkat, maka suhu tubuh ikan juga akan naik dan mengakibatkan laju metabolisme ikan semakin meningkat , sehingga ikan akan membutuhkan konsumsi oksigen dalam jumlah besar untuk proses metabolisme di dalam tubuhnya. Apabila dengan peningkatan suhu air ini menyebabkan penurunan kadar oksigen di dalam air maka daya tahan ikan akan melampaui daya dukung tubuhnya untuk bertahan hidup, dan akhirnya akan dapat mengakibatkan kematian terhadap ikan. Kenaikan suhu air juga akan dapat meningkatkan daya mematikan atau daya racun senyawa kimia di dalam air yang akan mempercepat kematian ikan.

Baca juga :

2. Perubahan Tingkat Keasaman, Basa dan Salinitas Air

Tingkat keasaman air dapat berubah disebabkan oleh hadirnya senyawa kimia buangan ke dalam air. Untuk bisa bertahan hidup maka makhluk hidup harus beradaptasi terhadap kadar asam, tingkat basa, dan kadar salinitas air  dengan terjadinya efek  osmotik. Beberapa spesies  tanaman akan segera mati apabila kadar garam di dalam air, sedangkan spesies tertentu yang lain dapat hidup dan bahkan ada yang berkembang lebih baik apabila air tempat hidupnya memiliki kadar garam tinggi.

Sumber utama asam atau basa di dalam air adalah berasal dari air buangan tambang dan bahan buangan industri. Meningkatnya kadar asam atau basa di dalam air dapat berasal dari aktivitas manusia secara langsung dan secara tidak langsung. Perubahan tingkat keasaman air dapat juga berasal dari pelapukan Bahan mineral di dalam tanah. Kadar garam yang tinggi di dalam air dapat disebabkan oleh aktivitas manusia. Sebagai contoh adalah proses penyuntikan natrium sulfat dalam pengolahan minyak bumi yang akan dapat meningkatkan kadar garam di dalam air.

Salinitas air juga dapat meningkat yang disebabkan oleh pelapukan batuan mineral yang mengandung garam. Peningkatan salinitas air dapat juga berasal dari  penambahan pupuk ke dalam air pertanian . Meningkatnya salinitas air paling banyak adalah diakibatkan oleh peningkatan konsentrasi senyawa kimia yang terkandung di dalam air, baik berasal dari pelarut mineral, masuknya bahan buangan , dan penambahan secara langsung oleh umat manusia. Perubahan tingkat keasaman, basa dan salinitas air sangat berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup di dalam air.

3. Perubahan Warna, Bau Dan Rasa Pada Air

Perubahan warna dapat disebabkan oleh terbentuknya warna dari hasil buangan  sebagai akibat proses kimia yang dapat menghasilkan zat berwarna, atau berasal dari degradasi  senyawa-senyawa organik dan senyawa hasil degradasi melarut didalam air. Air yang tidak berwarna tidak selalu terbebas dari polusi, karena banyak bahan buangan yang dibuang ke dalam air tanpa melalui proses pengolahan air tidak berwarna, sehingga kelihatan fisik air tetap jernih akan tetapi sudah mengandung banyak bahan pencemar berbahaya.

4. Terbentuknya Endapan Dan Koloid

Bahan buangan yang berasal dari industri bila tidak larut sempurna di dalam air akan dapat membentuk koloid, dan ada juga yang langsung membentuk endapan pada dasar air setelah didiamkan beberapa saat.

Kehadiran senyawa koloid sangat berpengaruh terhadap kehidupan air karena koloid yang melayang-layang pada air akan dapat menghalangi masuknya sinar ke dalam air, sehingga dapat menghalangi proses fotosintesis pada tumbuhan, dan akibatnya kadar oksigen di dalam air menjadi berkurang. Berkurangnya kadar oksigen di dalam air akan dapat mengganggu kelangsungan kehidupan di air, dan bila kadar oksigen air sangat rendah akan mematikan organisme air.

5. Mikroorganisme Dalam Air

Keberadaan mikroorganisme seperti bakteri patogen di dalam air sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat menimbulkan penyakit bagi orang yang menggunakannya. Mikroorganisme yang terdapat di dalam air dapat dikelompokkan sebagai bakteri, fungi dan alga.  Fungi dan bakteri digolongkan sebagai pereduksi yang dapat mengubah senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Bakteri dan fungi dapat bermanfaat bagi pengolahan lingkungan  karena dapat mengubah limbah menjadi senyawa yang lebih sederhana dan berguna. Akan tetapi, kehadiran bakteri dan fungi dapat menjadi sumber penyakit bagi manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *