Hallo adik adik kimia . salam kimia ! dipostingan kali ini kang Ayub akan membahas materi mengenai Proses Pengolahan Daur Ulang Air , nah telah kita ketahui bahwa jumlah air bersih semakin lama semakin berkurang , maka dari itu kita perlu mencari inovasi untuk dapat mendaur ulang air yang kotor atau tercemar untuk dapat kembali digunakan oleh kita dalam kehidupan sehari hari .

Proses Pengolahan Daur Ulang Air Minum

Sumber air untuk keperluan domestik dapat berasal dari beberapa sumber, misalnya dari aliran sungai yang relatif masih sedikit terkontaminasi, berasal dari mata air di pegunungan, berasal dari danau, berasal dari tanah atau sumber lain seperti air laut. Air tersebut harus terlebih dahulu diolah di dalam wadah pengolahan air sebelum didistribusikan kepada pengguna. Variasi sumber air akan memengaruhi kualitas bahan baku air, dan juga kandungan senyawa di dalamnya juga akan berbeda. Dengan demikian system pengolahannya juga dapat berbeda. Untuk menghasilkan baku air yang layak untuk menjadi air minum maka sudah menjadi kewajiban pengelola air untuk menjadikan air yang aman untuk dikonsumsi, yaitu air yang tidak mengandung senyawa kimia dan mikroorganimse yang dapat menimbulkan penyakit atau gangguan terhadap kesehatan.

Baca juga :

Pengolahan air minum adalah suatu usaha teknis yang dilakukan untuk memberikan perlindungan pada sumber air dengan perbaikan mutu asal air sampai menjadi mutu yang diinginkan dengan tujuan agar aman dipergunakan oleh masyarakat pemakai air minum.

Dalam pengolahan air minum dikenal 3 (tiga) jenis pengolahan, antara lain:
1. Pengolahan Fisik, adalah pengolahan yang ditujukan untuk mengurangi kotoran kasar seperti benda-benda terapung, pasir, zat organik yang ada di dalam air. Proses pengolahan ini adalah barscreen, sedimentasi dan filtrasi.

2. Pengolahan Kimiawi, adalah pengolahan yang ditujukan untuk menghilangkan kotoran di dalam air dalam bentuk koloid, menghilangkan dan memperbaiki unsur-unsur kimia yang tidak dikehendaki yang terdapat di dalam air dengan menggunakan bahan kimia. Proses pengolahan kimiawi seperti aerasi, koagulasi, flokulasi dan netralisasi.

3. Pengolahan Bakteriologi, adalah pengolahan yang ditujukan memusnahkan bakteri yang terdapat di dalam air dengan cara pembubuhan desinfektan.

Ada banyak cara untuk pengolahan air untuk keperluan air minum, tergantung pada jenis senyawa atau partikel yang terdapat di dalam air dan jenis sumber bahan baku air yang akan diolah. Modifikasi pengolahan air dan pemilihan serta penambahan bahan pengendap dapat dilakukan untuk efisiensi pengolahan air minum. Beberapa bagian atau langkah penting pengolahan air (bukan hanya untuk air minum) yang sering dilakukan untuk mendapatkan air bersih termasuk diantaranya adalah penghilangan padatan, menghilangkan kesadahan air, menghilangkan ion besi dan mangan, menghilangkna senyawa organik, dan desinfektasi untuk membebaskan air dari mikroorganisme patogen.

     1. Menghilangkan Zat Padat

Sebelum air diolah untuk air minum, sering ditemukan bahan baku air mengandung bahan-bahan padat yang terbawa ke dalam arus air menuju ke bak penampungan. Bahan padat ini dapat berupa kayu, daun, plastic dan bahan padatan lainnya yang mengapung dan melayang dipermukaan air. Bahan padat yang mengapung dan melayang dengan ukuran besar ini dapat langsung dihilangkan dari permukaan air dengan menggunakan jaring atau alat lain yang dapat mengangkat bahan padat dengan ukuran besar. Selain bahan padat mengapung ukuran besar, bahan pdat lain berukuran kecil yang tidak terjaring juga masih terdapat  di dalam air yaitu di dalam bentuk senyawa koloid.

Baca juga :

Kandungan material padatan di perairan dapat diukur berdasarkan padatan terlarut total  (Total Disolve Solid (TDS) dan padatan tersuspensi total (Total Suspended Solid (TSS). TDS mengandung berbagai zat terlarut (baik itu organik, anorganik, dan material lainnya) dengan  diameter < 10-3 µm yang terdapat pada sebuah larutan yang terlarutdalam air.Ion yang paling umum adalah kalsium, fosfat, nitrat, natrium, kalium, magnesium, bikarbonat, karbonat dan klorida. Bahan kimia dapat berupa kation, anion, molekul atau aglomerasi dari ribuan molekul.Sumber utma untuk TDS dalam perairan adalah limpahan dari pertanian, limbah rumah tangga dan industri. Perubahan dalam konsentrasi TDS dapat berbahaya karna akan menyebabkan perubahan salinitas, perubahan komposisi ion-ion dan toksisitas masing-masing ion.

TSS merupakan materi atau bahan tersuspensi yang menyebabkan kekeruhan air terdiri dari lumpur, pasir halus serta jasad-jasad renik yan terutama disebabkan oleh kikisan tanah atau erosi yang terbawa badan air.TSS merupakan salah satu factor penting menurunnya kualitas perairan sehingga menyebabkan perubahan secara fisika, kimia dan biologi. Perubahan secara fisika meliputi penambahan zat padat baik bahan organik maupun anorganik ke dalam perairan sehingga meningkatkan kekeruhan yang selanjutnya akan menghambat penetrasi cahaya matahari ke badan air.

baca selanjutnya 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *