Logam Berat Yang Terkandung Pada Limbah Industri

Hallo adik adik kimia , salam kimia , di postingan kali ini kang Ayub akan membahas mengenai Logam Berat Yang Terkandung Pada Limbah Industri , Nah kira kira apa saja logam berat nya ya , ketika limbah industri itu dibuang kedasar sungai ? langsung saja yuk kita masuk kematerinya !

Logam Berat

Secara medis telah diketahui bahwa kehadiran polutan logam berat dalam jumlah kecil sangat berbahaya terhadap kesehatan manusia dan keidupan makhlik hidup. Beberapa logam berat pencemar di dalam air seperti arsen, kadium, timbal, dan merkuri akan didiskusikan berikut ini:

1. Arsen

Arsen didalam tanah diperkirakan ada sekitar rata-rata 2-5 ppm, dan kehadirannya di dalam lingkungan berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti batubara sehingga target akhirnya sampai pda air. Arsen biasanya berada bersama- sama dengan mineral fosfor. Senyawa yang mengadung arsen pernah dijadikan sebagai pestisida pada sebelum perang dunia II, karena arsen memiliki dya toksik yang sangat tinggi. Senyawa arsen yang sering ditemukan dapat berupa timbal arsenat Pb3(AsO4)2, natrium arsenit Na3AsO3, dan paris green Cu3(AsO4)2. Arsen dapat menyebaban keracunan kronik dan akut bila masuk ke dalam tubuh sebanyak 100 mg As atau lebih. Bila manusia dan makhluk hidup kemasukan ( mengkonsumsi) senyawa yang mengandung arsen dalam jumlah sedikit akan dapat mengakibatkan keracunan yang berlangsung dalam jangka waktu lama, akan tetapi bila kadar arsen yang dikonsumsi tinggi akan dapa mengakibatkan kematian hanya berselang beberapa jam saja.

Baca juga :

2. Kadmium

Kadmium termasuk logam yang sangat jarang ditemukn bebas di dalam lingkungan. Kontaminai kadimum di dalam air dapat disebabkan oleh bahan buanagn industri dan buangan tambang oleh kegiatan industri dihailkan dari sisa pembakaran batubara, pembakaran sampah, dan industri baja yang dapat masuk sampai kedalam sistem air. Kadmium juga banyak digunakan pada proses elektroplating baja, sebagai merupakan komponen baterai nikel- kadimium telah dihaslkan dalam jumlah banyak ke dalam lingkungan, dan tentu saja jumlah besar juga akan memasuki air dan akan mengkontaminsi perairan. Kadmium mempunyai sifat yang hampir sama dengan seng sehingga kadmium dapat menggantikan fungsi seng dalam reaksi enzimasi dan menguabh struktur enzim dan memengaruhi aktivitasnya. Kadimium termasuk polutan yang sangat berbahaya sehingga kehadiranny di dalam air harus dihindarkan. Pengaruh kadmium terhadap kesehatan dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi, kerusakan ginjal, kerusakan jaringan, dan kerusakan sel-sel darah merah.

3. Timbal

Timbal berada di dalam air dalam bentuk senyawa timbal (II) dan timbal (IV), yang dihasilkan dari bunagn industri, pertambangan dan buangan bahan bakar minyak yang menganung timbal. Senyawa timbal (IV) sering ditemuka membentuk ikatan kovalen dan tetra alkil, khususnya timbal tetra alkil yang sudah lama dipergunakan sebagai aditif oktana dalam bahan bakar minyak. Kehadiran timbal di alam secara alamiah sengat sedikit. Timbal yang berasal dari bahan bakar minyak ( gasolin) merupakan sumber utama pencemaran timbal dilingkungan yang selanjutnya dapat masuk kedalam sistem air. Penggunaan bahan bekads bebas timbal akan dapat mengurangi pencemaran timbal, sehingga perhatian dan pebatasan terhadap penggunaan bahan bakar bebas timbal sudah diberlakukan di beberapa negara maju dan negara lain yang sadar lingkungan. Timbal sebenarnya tidak merupakan permasalahan utama didalam air minum, kecuali bila masih ada yang mengandung timbal, terutama pada patri menghubungkan satu pipa dengan pipa yang lain. Keracuanan akut yang disebabkan oleh timbal dapat mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal, sistem reproduksi, kerusakan hati, otak, dan fungsi saraf pusat. Keracunan tmbal pada anak-anak akan dapat mengkibatkan retardasi mental. Kontaminasi timbal pada manusia dalam jangka waktu lama diduga akan mengakibatkan anemia. Koban yang mengalami keracunan timbal ditandai dengan sakit kepada, terasa sakit pada otot, lemah, dan iritasi.

Baca juga :

4. Air Raksa( Merkuri )

Air raksa atau merkuri termasuk polutan logam berat yang sangat berbahaya yang sangat perlu mendapat perhatian karena pengaruh negatif yang ditimbulkannya sangat serius. Penggunaan merkuri misalnya sebagai senyawa kimia di laboratorium, peralatan laboratorium seperti termometer, betere, fungsida, amalgam gigi, dan beberapa bahan farmasi dan kosmetik yang kebanyakn sudah dilarang penggunaannya.

Bahaya yang ditimbulkan oleh senyawa merkuri terhadap kesehatan sudah banyak yang diketahui. Bahaya merkuri terhadap kesehatan sehingga informasi korban yang disebabkan oleh senyawa merkuri telah banyak yang terpublikaikn pada jurnal ilmiah. beberapa bentuk senyawa merkuri tidak beracun juga dimanfaatkan untuk obat, misalnya obat sipilis, sedangkan merkuri dalam bentuk senyawa organik sangat beracun.

5. Nikel

Banyak digunakan dalam elektroplatng dalam industri baja stainless dan industri baterai nikel- kadmium. Nikel didalam air sudah lama diperkirakan tidak memiliki efek racun bila dibandingkan dengan logam lain. Akan tetapi, studi tekahir yang dilakukan terhadap kehidupan air menunjukkan bahwa nikel memiliki efek racun, tetapi efek racun tersebut dinetraliasikan oleh kehadiran polutan logam lainnya. Nikel memiliki efek toksik terutama yang dapat menghadmbat perkembangan dan reproduksi makhluk hidup invertebrata di dalam air. Kehadiran nikel dalam konsentrasi tertentu dapat mengakibatkan kerusakan DNA, dan diduga memiliki efek karsinogenik pada hewan mamalia. Karena penemuan ini maka U.S Environmental Protection Agency (1994) telah membuat pengaturan penggunaan nikel, terutama untuk mengurangi efek toksisitasnya terhadap ligkungan.

6. Selenium

Selenium ditemukan dalam air berupa senyawa metaloid yang berada dalam bentuk selenida Se(II), selenit Se(IV) dan selenat Se(VI). Kehadiran selenium kedalam lingkungan umumnya adalah berasal dari industri yang dihasilkan dalam bentuk gas dn kemudian melarut di dalam air. Senyawa yang mengandung selenium adalah yang berasal dari pembakaran batubara, industri kelas, industri cat, petroleum, tekstil, dan komponen listrik. pada masa lalu selenium banyak digunakan untuk pestisida, tetapi saat ini sudah tidak diperbolehkan lagi.

7. Amonia

Merupakan produk utama dari penguraian ( pembusukan) limbah nitrogen organik yang keberadaannya menunjukkan bahwa sudah pasti terjadi pencemaran oleh senyawa tersebut.

8. Hidrogen Sulfida

Dihasilkan dari pembusukan bahan-bahan organik yang mengandung belerang oleh bakteri anaerob juga sebagai hasil reduksi dengan kondisi anaerob terhadap sulfat oleh mikroorganisme dan sebagai salah satu bahan pencemar gas yang dikeluarkan dari air panas bumi. Bahan-bahan pencemar dari industri kimia, pabrik kertas, pabrik tekstil dan penyamaan kulit.

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *