Hallo adik adik kimia , salam kimia ! Dipostingan kali ini Kang Ayub akan membahas materi mengenai Pengenalan Logam Kromium , apakah adik adik sudah tau tentang logam kromium ? pastinya ada yang sudah tau dan ada yang belum , tanpa basa pahit lgi yuk kita masuk saja kematerinya

Pengenalan Logam Kromium

Kromium terletak pada golongan VIB periode keempat dan merupakan salah satu logam yang penting. Kromium digunakan juga untuk aloi seperti pada pembuatan stainless steel. Kromium merupakan logam massif, berwarna putih perah dan lunak jika dalam keadaan murni dengan titik leleh kira-kira 1900oC dan titik didih kira-kira 2690oC. logam ini sangat tahan terhadap korosi, karena reaksinya dengan udara menghasilkan lapisan CrO3 yang bersifat non-pori sehingga mampu melindungi logam yang terlapisi dari reaksi lebih lanjut. Dengan sifat logam yang tahan korosi manfaat utama dari logam kromium adalah untuk pelapis logam atau baja. Selain itu lapisan kromium juga menhasilkan warna yang mengkilat sehingga logam ini memberikan manfaat tambahan sebagai alat dekoratif.

Krom merupakan salah satu logam transisi terpenting. Logam ini sangat mengkilap, keras, dan tahan karat. Sepuhan krom (chrome plating) banyak digunakan untuk peralatan seharihari, mobil, dan sebagainya, dikarenakan lapisan krom sangat indah, keras, dan melindungi logam lain dari korosi. Dalam bidang industri, krom diperlukan dalam dua bentuk, yaitu krom murni dan aliasi besi-krom yang disebut ferokrom.

Baca juga : 20 Fakta Unik Mengenai Logam Tembaga ,Serta Kegunaannya

Kromium adalah logam yang kuat dan bercahaya serta sangat tahan korosi. Karena itu, logam ini dipakai untuk pelindung besi proses dari korosi. Lapisan kromium pada besi dapat dibuat dengan elektrolisis (penyepuhan). Kromium terdapat dalam baja anti karat (stainless steel) yang biasa mengandung 19% kromium, 9% nikel, dan yang lainnya besi. Kromium adalah logam kristalin yang putih, tak begitu liat dan tak dapat ditempa dengan berarti. Ia melebur pada 1765oC.

     1. Kecenderungan Logam Kromium

Kromium lebih mudah bereaksi dengan asam non oksidator menghasilkan Cr(III) tetapi dengan asam oksidator reaksinya menjadi terhambat dengan terbentuknya lapisan kromium(III) oksida. Kromium memiliki variasi tingkat oksidasi yang paling banyak, sehingga logam kromium lebih banyak membentuk berbagai senyawa.

Baca Juga : Warna Senyawa dan Sifat Kemagenetan Dari Unsur Transisi

     2. Sifat-Sifat Kromium

Atom kromium mempunyai konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s1, sangat keras, dan mempunyai titik leburan dan titik didih tinggi. Bilangan oksidasi yang terpenting adalah +2, +3, dan +6. Dalam keadaan murni logam kromium melarut dengan lambat sekali dalam asam kuat encer membentuk garam kromium (II). Senyawa kromium mempunyai warna yang sangat menarik, misalnya merah, ungu, hijau, kuning, dan oranye.

Beberapa Senyawa Kromium

Cr (II) Cr (III) Cr (VI)
CrO, hitam Cr2O3, hijau CrO3, merah
CrS, hitam CrCl3, ungu CrO2Cl2(l), merah tua
CrCl2, putih Cr(OH)3, hijau abu-abu CrO42-(aq), kuning
Cr(OH)2, kuning cokelat [Cr(OH)4], hijau Cr2O72- (aq), jingga
CrSO4, biru Cr2(SO4)3, biru ungu

Bijih kromium paling murah adalah kromit, FeCr2O4, yang dapat direduksi oleh karbon menghasilkan ferrokrom. FeCr2O4(s) + 4C(s)⎯⎯→Fe–2Cr(s) + 4C(g)

Baca Juga : Mengapa Logam Tembaga , Emas Dan Perak Dikatakan Logam Mata Uang

Logam kromium banyak digunakan untuk membuat pelat baja dengan sifat keras, getas, dan dapat mempertahankan permukaan tetap mengkilap dengan cara mengembangkan lapisan film oksida. Kromium dapat membentuk senyawa dengan biloks +2, +3, +6. Kromium (II) dalam air merupakan reduktor kuat. Kromium (VI) dalam larutan asam tergolong oksidator kuat. Misalnya, ion dikromat (Cr2O72–) dapat direduksi menjadi ion Cr3+:

Cr2O72–(aq) + 14H+(aq) + 6e⎯⎯→2Cr3+(aq) + 7H2O

Warna hijau emerald pada batu perhiasan disebabkan adanya ion Cr3+.

Dalam larutan basa, kromium(VI) terdapat sebagai ion kromat, tetapi daya oksidatornya berkurang.

CrO42–(aq) + 4H2O + 3e⎯⎯→Cr(OH)3(s) + 5OH(aq)

Senyawa Kromium dan Biloksnya

Biloks Senyawa
+2 CrX2
+3 CrX3, Cr2O3, dan Cr(OH)3
+6 K2Cr2O7, Na2CrO4, dan CrO3

Kromium (VI) oksida (CrO3) larut dalam air membentuk larutan asam kuat yang berwarna merah-jingga:

2CrO3(s) + H2O⎯⎯→2H+(aq) + Cr2O72–(aq)

Campuran krom (VI) oksida dan asam sulfat pekat digunakan sebagai pembersih untuk menghilangkan bahan organik pada alat-alat laboratorium. Akan tetapi, larutan ini bersifat karsinogen (berpotensi menimbulkan kanker).

Baca Juga : Pengertian Nitrogen , Sifat Nitrogen Beserta Fakta Unik Nitrogen

   3. Oksida Kromium

Sifat basa oksida dan hidroksida kromium menurun dengan naiknya tingkat oksidasi. Oleh karena itu Cr2O3 dan Cr(OH)3 bersifat amfoterik sama seperti oksida dan hidroksida aluminium dan CrO3 yang mempunyai tingkat oksidasi lebih tinggi bersifat asam.

   4. Reaksi Reaksi Logam Kromium

Reaksi ion-ion kromium (III), untuk mempelajari reaksi-reaksi ini, pakailah larutan kromium (III) klorida, CrCl3.6H2O 0,33 M atau larutan kromium (III) sulfat, Cr2(SO4)3.15H2O 0,166 M.

Baca Juga : Ion Kompleks : Pengertian ,Tata nama , Dan Ligan

1. Larutan ammonia : endapan seperti gelatin yang berwarna abu-zbu hijau sampai abu-abu biru, yaitu kromium (III) hidroksida, Cr(OH)3 yang sedikit larut dalam zat pengendap belebihan dalam keadaan dingin dengan membentuk larutan lembayung atau merah jambu yang mengandung ion heksaaminakromat (III); dengan mendidihkan larutan kromium hidroksida diendapkan.

Cr3+ + 3NH3 + 3H2O  Cr(OH)3

2. Larutan natrium hidroksida : endapan kromium (III) hidroksida.

Cr3+ + 3OH Cr(OH)3

3. Larutan natrium karbonat : endapan kromium (III) hidroksida.

2Cr3+ + 3S2- + 6H2O  2Cr(OH)3 + 3CO2

4. Larutan ammonium sulfida : endapan kromium (III) hidroksida.

2Cr3+ + 3S2- + 6H2O  2Cr(OH)3 + 3H2S

5. Larutan karbonat hidroksida : endapan kromium (III) hidroksida.

Cr3+ +  HPO42- CrO3 + H+

Logam kromium relative jarang ditemukan dan kandunganya dalam kerak bumi diduga hanya 0,0122% lebih rendah daripada vanadium dan klorin.

Berdasarkan penggunaannya ada dua macam cara ekstraksi logam kromium, yaitu sebagai paduan ferokrom(Cr-Fe) dan sebagai logam murni kromium.

Baca Juga :Kenali Sifat Sifat Unsur Golongan Transisi

    5. Kegunaan Kromium

Logam kromium bersifat sangat tahan terhadap korosi. Oleh karena itu, kromium digunakan sebagai campuran besi dalam bentuk aloi (campuran logam). Campuran besi dan kromium ini menghasilkan stainless steel (baja tahan karat).

Logam kromium dapat bersenyawa dengan oksigen, klorin, dan ion sulfat, berturut-turut membentuk CrO, CrCl3, dan Cr2(SO4)3.

  1. Kromium (II) Oksida (CrO)
  2. Senyawa ini banyak digunakan sebagai pewarna dalam percetakan, industri tekstil, dan keramik.
  3. Kromium (III) Klorida (CrCl3)
  4. Senyawa ini digunakan sebagai zat pewarna hijau dalam pembuatan keramik.
  5. Kromium (III) Sulfat (Cr2(SO4)3)
  6. Senyawa kromium (III) sulfat digunakan untuk keperluan pelapisan atau penyepuhan logam. Misalnya penyepuhan logam untuk rangka atau mesin kendaraan bermotor. Senyawa ini juga digunakan sebagai pewarna dalam industri tekstil dan keramik.

Baca Juga : Apa Itu Larutan Aqua Regia ? Apakah Larutan Aqua Regia Dapat Melarutkan Emas ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *