Hallo adik adik kimia , salam kimia , dipostingan ini kang Ayub akan membahas materi sebelumnya mengenai Proses Pengolahan Daur Ulang Air 2 yaitu mengenai Menghilangkan Kesadahan Air dan Menghilangkan Bakteri Patogen, tanpa basa pahit lagi mari kita simak saja materinya !

    2. Menghilangkan Kesadahan Air

Air yang biasa dipakai sebagai sumber air minum baik air tanah maupun air permukaan kadang-kadang berwarna, berbau dan berasa. Hal ini disebabkan adanya kontaminasi oleh bahan lain seperti klorin, sulfur, besi dan mangan. Selain itu pda air tersebut biasanya mengandung kesadahan, kelebihan ion besi, hidrogen sulfida, keasaman dan kekeruhan. Kontaminan lain dalam air bias jugaberupa bahan orgnik, partikel padat, logam timbal, merkuri, limbah minyak dan parasit yang dapat membahyakan kesehatan manusia. Umumnya kontaminan ini dapat dihilangkan secara konvensional dengan menggunakan filter karbon aktif. Tetapi bila air sumber tersebut mengandung polutan lain yang membahayakan kesehatan manusia perlu dipilih teknologi pengolahan air yang cocok untuk menghilangkannya.

Air akan menjadi sadah bila mengandung mineral kalsium, magnesiumdan besi yang berlebih. Mineral-mineral ini dapat membentuk kerak pada peralatan dan perpipaan sehingga dapat menghambat alirn lain. Selain itu kesadahan juga menghambat terbentuknya busa pada sabun dan detergen.Sedangkan kekeruhan diakibatkan oleh adanya partikel-partikel padat tersuspensi dalam air sehinggaair terlihat keruh.Partikel-partikel ini biasanya berupa partikel besar berupa butiran yang dapat terlihat oleh mata maupun partikel yang tidak terlihat.

Baca juga :

Salah satu pengaruh kesadahan air adalah dalam proses pencucian dengan menggunakan sabun karena terbentuknya endapan garam yang sukar larut bla sabun bereaksi dengan ion magnesium atau kalsium. Kesadahan air tidak akan membentuk endapan dengan detergen, akan tetapi perlu dihilangkan dari air karena juga dapat mengurangi daya cuci detergen. Permasalahan lain yang disebabkan oleh kesadahan air adalah terbentunya endapan mineral. Misalnya, bila air sadah yang mengandung ion kalsium dipanaskan akan terbentuk endapan kalsium karbonat berupa kerak yang meliputi wadah pemanas, menyumbat pipa pada mesin, dan akan mengurangi efisiensi panas. Senyawa kalsium dan magnesium bikarbonat dan sulfat dapat merusak boiler pada mesin.Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kesadahan air. Dalam skala besar, misalnya air untuk konsumsi masyarakat digunakan proses penghilangan kesadahan air dengan penambahan soda. Dalam proses pengolahan air di tambahkan soda NaHCO3 dan abu soda Na2CO3sehingga kalsium akan mengendap sebagai Ca(OH)2

Ca2+ + 2HCO3→ 2 CaCO3 + H2O

Untuk menghilangkan kesadahan air yang disebabkan oleh ion magnesium dengan tujuan agar magnesium dapat mengendap dalam bentuk  Mg(OH)2 harus dibuat kondisi pH air tinggi, yaitu melalui penambahan soda abu.

CO32- + H2O → HCO3

Mg2+ + OH → Mg(OH)2

Endapan kalsium karbonat dapat juga dipergunakan dalam proses penghilangan kesadahan air pada skala besar, yaitu dengan cara memanaskan kalsium karbonat pada suhu 8250c untuk menghsilkan CaO dan selanjutnya dimasukkan kembali ke dalam air untuk menghasilkan kalsium hidroksida. Ion kalsium juga dapat dihilangkan secara efisien dengan menambahkan ortofosfat ke dalam air. Cara lain menghilangkan kesadahan air adalah melakukan pertukaran ion, dengan cara melewatkan air ke dalam wadah penukar ion, yaitu bahan resinyang sudah mengandung senyawa kimia penukar kation, kemudian dilanjutkan dengan melewatkan air yang mengandung kalsium atau magnesium (air sadah) ke dalam wadah untuk menukarkan kation kalsium dengan jenis kation lain, sehingg kation kalsium di dalam air ditukar dengan ion hidroksida sehingga dihasilkan air dalam keadaan murni yang tidak mengandung ion.

     3. Menghilangkan Bakteri Patogen

Bakteri dan mikroorganisme lain yang terkandung di  dalam air harus dihilangkan agar layak menjadi air minum. Proses menghilangkan mikroorganisme dari air disebut desinfektasi. Senyawa yang umum digunakan sebagai dessinfektan pembunuh mikroorganisme di dalam air adalah gas klorin (Cl2), karena bila ditambah kedalm air akan terhidrolisis dengan cepat menghasilkan ion klor dan asam hipoklorit (persamaan reaksi) ;

Cl2 + H2O → H+ + Cl + HOCl

Asam hipoklorit (HOCl) yang tergolong sebagai asam lemah akan berdisosiasi berdasarkan persamaan reaksi, dimana konstanta ionisasi adalaah 2,7 X 10-8

HOCl ↔ H+ + OCl– 

Ini terlihat bahwa konsentrasi Cl2 diabaikan pada saat kesetimbangan pada pH 3,0 atau lebih, yaitu pda saat klor ditambahkan sebanyak  g/L ke dalam air, sehingga dengan segera air akan bebas dari klor. Senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai desinnfektan adalah kalsium hipoklorit Ca(OCl)2 atau sering disebuut kaporit, karena penggunaanya sangat aman bila dibandingkan gas klor, mudah menggunakannya, dan ekonomis karena relatif murah. Bahan lain yang digunakan untuk menghilangkan mikroorganisme dalam air adlah  ozon (O3). Penggunaan ozon dalam menghilangkan bakteri patogen tergolong lebih aman dibandingkan kaporit, terutama bagi mereka yang sensitif terhadap klor. Pengolahan air dengan proses ozoniosasi dilakukan dengan cara menyaing air, mendinginkannya, selanjutnya tekanan ditinggikan dan ozon dipompakan ke dalam wadah air selama 10-15 menit. Pemasalahnnya adalah kelarutan ozon di dalam air relatif kecil sehingga kekuatan desinfektannya sangat terbatas.Di negara yang sudah maju dengan pertimbangan yang lebih terhadap keamanan maka teknik oznisasi paling banyak dipergunakan sebagai desinfektan pada pengolahan air minum.

Salah satu strategi penyediaan air bersih zaman sekarang ini yaitu dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.Teknologi tepat guna juga merupakan solusi yang tepat dalam menangani kebutuhan air dan sanitasi dengan menggunakan teknologi yang inovatif dan memberdayakan masyarakat untuk mencapai tujuan mereka sendiri .

Tahapan proses ini terdiri dari proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi dan filtrasi.Pengisian air baku ke reaktor sampai penuh yang ditandai dengan adanya overflow. Kemudian dilakukan penambahan koagulan (PAC) ke dalamreaktor.PAC yang dimasukkan sudah dalam keadaan dalam kemasan cache yang telah diperoleh dari hasil percobaan jar test di laboratorium. Proses koagulasi sangat efisien untuk mengurangi bahan organik yang terkandung dalam air permukaan. Proses sedimentasi dapat lebih optimum apabila diawali dengan proses flokulasi. Flokulan yang terbentuk lebih mudah mengendap .Setelah penambahan koagulan dilakukan pengadukan cepat menggunakan pengaduk yang telah terpasang di reaktor tersebut selama 1 menit. Setelah pengadukan cepat dilakukan proses pembentukan flok dengan pengadukan lambat selama 5 menit. Kemudian diendapkan selama 25 menit, kemudian dilakukan pembuangan sludge melalui kran yang telah disediakan di bagian bawah reaktor. Pengendapan menggunakan kemampuan grafitasi mampu mengendapakan suspensi dalam air setelah proses flokulasi. . Setelah lumpur habis dibuang maka kran outlet reaktor dibuka menuju filter yang telah direncanakan. Air dari filter  langsung ke konsumen.

nah adik adik udah makin taukan mengenai Proses Pengolahan Daur Ulang Air , mulai dari menghilangkan zat padat nya , kesadahan airnya serta bakteri nya . Semoga materinya bermanfaat . ikuti terus ya materi terbarunya di blog jempol kimia ini ya adik adik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *