Mengapa Logam Tembaga , Emas Dan Perak Dikatakan Logam Mata Uang

Keberadaan unsur-unsur kimia di alam sangat melipah.Sumber unsur- Unsur kimia terdapat di kerak bumi, dasar laut, dan atmosfer, baik dalam bentuk unsur bebas, senyawa ataupun campurannya. Unsur-unsur kimia yang terdapat di alam dalam bentuk unsur bebasnya (tidak bersenyawa dengan unsur lainnya), diantaranya logam platina (Pt), emas (Au), karbon (C), gas nitrogen (N2), oksigen (O2), dan gas-gas mulia. Adapun unsur-unsur lainnya ditemukan dalam bentuk bijih logam.Bijih logam merupakan campuran antara mineral yang mengandung unsur-unsur kimia dan pengotornya.Mineral-mineral tersebut berbentuk senyawa oksida, halida, fosfat, silikat, karbonat, sulfat, dan sulfida.Logam platina (Pt) dan emas (Au) disebut logam mulia.Sumber logam mulia dan mineral-mineral dapat ditemukan di kerak bumi, sedangkan sumber gas oksigen, nitrogen, dan gas mulia (kecuali He) terdapat di lapisan atmosfer.

A. Logam Mata Uang

Tembaga, perak, dan emas merupakan golongan IB yang disebut logam mata uang  karena dipakai sejak lama sebagai uang dalam bentuk lempengan (koin). nah pertanyaan nya sekarang adalah mengapa Tembaga , Emas dan Perak dapat dipakai sejak lama menjadi mata uang koin ? logam ini tidak reaktif, sehingga tidak berubah dalam waktu lama.Ketidakreaktifannya bertambah dari atas kebawah (dalam system periodik), sehingga emas yang paling tidak reaktif.Oleh sebab itu, emas adalah logam yang hanya dapat ditemukan dalam keadaan bebas di alam, sedangkan tembaga dan perak dapat berupa unsure bebas dan juga dalam senyawa. Ketiga logam ini mempunyai potensial reduksi standar (Eo) positif, yang berarti lebih besar dari hydrogen. Akibatnya, logam ini tidak bereaksi dengan asam yang bukan oksidator, seperti HCl dan H2SO4 encer.Ketiga logam mempunyai bilangan oksidasi +1, seperti CuCl, AgCl, dan AuCl yang tidak larut dalam air.

Baca Juga : Apa Itu Larutan Aqua Regia ? Apakah Larutan Aqua Regia Dapat Melarutkan Emas ?

     1. Emas

Logam emas berwarna kuning dan relatif lunak.Emas merupakan logam yang paling mudah ditempa dan paling mudah memuai.Emas dapat ditempa sedemikian tipisnya. Sebagai ilustrasi, 120.000 lembar yang ditumpukmemiliki tebal tidak lebih dari 1 cm. Dari 1 g emas dapat dibuat kawatsepanjang 2,5 km. Logam emas disebut juga logam mulia karena emas tidakbereaksi dengan oksigen dan tidak terkorosi di udara. Emas juga tidakbereaksi dengan asam atau basa.Daerah pertambangan emas di Indonesiaada di Aceh Barat, Lampung Selatan, Lebak (Jawa Barat), Kalimantan Tengah,dan Bengkulu.Selain dari hasil pertambangan, emas juga diperoleh darihasil samping pemurnian tembaga dan nikel

emas adalah logam yang hanya dapat ditemukan dalam keadaan bebas di alam, sedangkan tembaga dan perak dapat berupa unsur bebas dan juga dalam senyawa. Tembaga, perak dan emas mempunyai potensial reduksi yang lebih besar daripada hidrogen, yang berarti ion-ion logam ini tidak dapat diganti oleh hidrogen dari asam seperti  atau  yang merupakan oksidator kuat dalam bentuk . Tembaga dan perak larut dalam karena asam ini mengandung  yang berfungsi sebagai oksidator.

Baca juga : Ion Kompleks : Pengertian ,Tata nama , Dan Ligan

Emas lebih sukar dioksidasi daripada tembaga atau perak dan bahkan  pekat pun tidak mampu mengoksidasinya. Meskipun demikian akua regia, campuran  pekat dengan  pekat dengan perbandingan 3:1 dapat melarutkan emas karena ion klorida dapat menstabilkan  dengan cara membentuk ion kompleks.Setiap logam yang ada dalam Golongan IB  membentuk senyawa dengan bilangan oksidasi ion +1. Misalnya CuCl, AgCl, dan AuCl, yang semuanya tidak larut dalam air. Untuk tembaga dan emas bentuk oksidasi +1 kurang stabil dan cenderung mengalami diproporsionasi. Dalam larutan air, ion tembaga(I) berubah secara spontan menjadi logam tembaga dan tembaga(II).

    2. Perak

Perak adalah logam yang berwarna putih dan sangat mengilap terutamasetelah digosok.Perak ditemukan dalam bentuk senyawa yang berupaklorida dan sulfida.Bijih perak yang berupa sulfida sering bercampur dengansulfida dari tembaga, nikel, arsen, dan antimon.Daerah pertambangan perakdi Indonesia terdapat di Cikotok (Banten), Gunung Bijih (Papua), danKalimantan Tengah.Cara penambangan yang digunakan adalah denganpertambangan terbuka dan tertutup. Produksi perak umumnya diperolehsebagai hasil sampingan pada pengolahan logam lain, seperti tembaga dantimbal.

Baca Juga : Kenali Beberapa Senyawa Kimia Beracun (Toksisitas Sistemik Kronik) Searta Pengaruhnya

Sejauh ini, bilangan oksidasi yang paling stabil untuk perak adalah +1. Senyawa yang paling penting untuk perak adalah perak nitrat , yang dibuat dengan cara melarutkan perak dalam asam nitrat. Senyawa ini berfungsi sebagai bahan baku untuk hampir semua senyawa perak misalnya halida AgCl, AgBr dan AgI yang digunakan untuk film dan kertas fotografi.

     3. Tembaga

Tembaga merupakan logam yang kuat, dapat ditempa, tahan korosi,serta penghantar listrik dan panas yang baik Tembaga merupakan logam berwarna kemerahan yang terdapat secara bebas di alam maupun dalam bentuk senyawanya.

Baca Juga : Warna Senyawa dan Sifat Kemagenetan Dari Unsur Transisi

Tembaga memiliki sifat konduktor listrik sangat baik sehingga banyakdigunakan sebagai penghantar listrik, misalnya untuk kabel listrikSelain itu, tembaga tahan terhadap cuaca dan korosi.Walaupun tembaga tidak begitu reaktif, tetapi dapat juga terkorosi.Warna kemerah-merahan dari tembaga berubah menjadi kehijau-hijauanakibat terkorosi oleh udara membentuk patina.

B. Kecendrungan Logam Mata Uang

Logam mata uang cenderung membentuk ion kompleks dan .Besarnya reaktifitas, elastisitas, panas spesifik logam-logam mata uang menurun berdasarkan urutan tembaga, perak, dan emas, sedangkan kerapatannya meningkat. Senyawa tembaga(I) tidak begitu dikenal dibandingkan dengan senyawa tembaga(III).

Baca Juga : Mengenal Kabut Fotokimia , Serta Efek Dari Kabut Fotokimia

Atom-atom logam golongan 11 atau golongan IB mempunyai satu elektron di kulit terluar seperti atom-atom logam golongan 1 atau golongan IA, tetapi ion 1+ dari logam golongan IB mempunyai delapan belas elektron di kulit terluar, sedang pada logam golongan IA hanya mempunyai delapan elektron. Susunan delapan elektron ini jauh lebih stabil daripada susunan delapan belas elektron.Elektron di subkulit d energinya tidak berbeda banyak dari elektron pada subkulit berikutnya dan dapat dilepas dengan penambahan sedikit energi sehingga terbentuk ion-ion 2+ dan 3+. Tembaga dapat membentuk ion 1+ dan 2+, perak dapat membentuk ion 1+ dan 2+ (jarang ada), dan emas dapat membentuk ion 1+ dan 3+.

Antara logam alkali (golongan IA) dan logam golongan IB ada sedikit persamaan, misalnya: keduanya dapat membentuk senyawa-senyawa dengan bilangan oksidasi +1, dan keduanya merupakan penghantar listrik, tetapi sebaliknya perbedaan antara dua golongan ini jauh lebih banyak, misalnya: senyawa hidroksida dari logam golongan IA semuanya larut baik dalam air dan merupakan basa kuat, sedang senyawa hidroksida dari logam golongan IB sukar larut dalam air dan bersifat basa lemah (kecuali perak hidroksida); senyawa logam golongan I-A hampir semuanya larut baik dalam air, sedang senyawa logam golongan IB sebagian besar sukar larut dalam air; unsur-unsur logam golongan IA sukar membentuk senyawa kompleks, sedang unsur-unsur logam golongan IB dapat membentuk banyak senyawa kompleks yang stabil.

Baca Juga : Penjelasan Kecendrungan, Sifat ,Serta Kegunaan Unsur Logam Kromium

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *