pencemaran udara

Pencemaran Udara Lingkungan Berupa Partikel (Partikulat)

Hallo adik adik kimia , salam kimia ! Dipostingan ini kang Ayub akan membahas mengenai Pencemaran Udara Berupa Partikel (Partikulat) , sebenarnya pencemaran udara itu apa sih ? apa saja yang menyebabkan pencemaran udara itu , partikel partikel apa saja yang mempengaruhi pencemaran udara itu ? nah tanpa basa pahit lagi kita masuk saja kemateri nya !

Pencemaran Udara

Pencemaran udara berupa partikel di atmosfer dapat berada dalam bentuk zat padat atau butiran cairan dalam berbagai ukuran,sering juga disebut partikulat. Partikel dengan ukuran <100 mm  disebut aerosol. Partikulat dengan ukuran 0,001-10 mm biasanya tersuspensi didalam udara, terutama yang dekat kepada sumber pencemar. Partikel yang sangat kecil di antaranya adalah carbon black, perak iodida dan garam laut. Partikel yang lebih besar ukurannya dalah berupa debu yang berasal dari pengolahan semen, debu tanah yang diterbangkan angin, partikel asap buangan dan gunung berapi, asap buangan industri pembakaran batu bara, dan lain-lainnya. Partikulat cair termasuk diantaranya adalah butiran air hujan, mist (butiran zat cair yang terhambur dan melayang diudara), kabut, fume (aerosol yang berasal dari kondensasi uap logam), dan uap asam sulfat. Beberapa partikulat dapat juga berupa mikroorganisme seperti virus, bakteri, spora, dan serbuk sari.

Komposisi partikel yang berupa aerosol dapat dikelompokkan sebagai

  • senyawa karbon
  • senyawa oksida dan gelas
  • air
  • senyawa ion yang terlarut berupa elektrolit, dan
  • zat padat ionik.

Jumlah aerosol di udara dapat di tentukan melalui perhitungan jumlah senyawa kimia yang terkandung di dalam udara seperti Cl,Br,SO4,NO3,Na,K,Ca,Mg,NH4,Fe,Al,Si,Pb, aerosol air, dan senyawa karbonat yang dapat didalam udara. Senyawa aerosol ini didominasi oleh senyawa karbonat (CO3),Sulfat (SO4) nitrat (NO3), amonia (NH4) dan silika (Si). Partikel pencemar udara yang merupakan senyawa kimia sangat banyak dan komposisinya juga bervariasi. Misalnya didaerah perkotaan ditemukan senyawa kimia pencemar berupa senyawa organik, senyawa nitrogen, senyawa belerang, beberapa jenis logam, dan radionukleosida. Penelitian berupa sampling dan analisis udara yang harus dilakukan untuk menyakinkan kehadiran jenis partikel pencemar udara.

Baca juga :

  • Partikel Logam Beracun

           

Partikel logam pencemar, utamanya logam beracun, yang terdapat di dalam udara sangat bahaya terhadap kesehatan manusia. Logam beracun pada umumnya digolongkan sebagai logam berat, kecuali berilium. Tingkat toksisitas logam beracun dinyatakan dari jumlah yang diperbolehkan di atmosfer yang tidak memberikan pengaruh terhadap kesehatan pekerja bila terkena senyawa kimia (terekspos) selama 8 jam per hari. Tingkatan ini di sebut sebagai nilai ambang batas atau threshold limit value (TLV). Di indonesia nilai ambang batas ditetapkan dengan undang-undang. Misalnya TLV untuk logam berat terdapat Lampiran V B Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : Kep-13/Menlh/3/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak, tanggal 7 maret 1995, yaitu Baku Mutu Emisi untuk jenis kegiatan lain ( berlaku efektif tahun 2000) (Lampiran 12). Apabila sudah ada keputusan pemerintah terbaru yang mengatur Baku Mutu Emisi yang belum tercakup didalam buku ini, diharapkan agar pembaca selalu merujuk peraturan terbaru tersebut.

Beberapa logam beracun yang terdapat diatmosfer yang tergolong sebagai parikel pencemar lingkungan di antaranya adalah air raksa, timbal, dan berilium. Masing- masing logam ini dibahas secara singkat berikut ini :

     1.Air Raksa

Air raksa (merkuri) adalah termasuk logam pencemar yang sangat beracun. Merkuri sangat mudah menguap dan di atmosfer, kebanyakan dalam bentuk atom yang berasal dari hasil pembakaran batubara dan semburan gunung berapi. Merkuri dapat juga dalam bentuk senyawa organometalik yang mudah menguap seperti dimetilmerkuri (CH3)2Hg, garam monometilmerkuri (CH3)HgBr. Dengan menghirup merkuri akan terbawa oleh darah ke otak dan mengakibatkan kerusakan jaringan otak dan mengganggu saraf pusat. Merkuri sangat bahaya terhadap kesehatan karena sudah dinyatakan sebagai mutagenik. Penggunaan merkuri di dalam berbagai produk harus mendapat pengawasan karena efeknya yang sistemik.

     2. Timbal

            Timbal atau timah hitam termasuk bahan pencemar logam berat yang paling banyak di atmosfer yang di hasilkan dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang mengandung tetra ethyl lead (TEL) yang ditambah ke dalam BBM sebagai antiknocking pada mesin. Mengonsumsi timbal secara langsung atau tidak langsung melalui pernapasan dapat merusak sistem saraf pusat di dalam otak dan ginjal. Ciri-ciri orang yang keracunan timbal adalah di mulai dengan rasa mual, sakit kepala, kebutaan, dan retardasi mental. Kegagalan ginjal bisa terjadi bagi yang mengonsumsi timbal karena timbal akan menginhibisi proses metabolik sehingga ginjal gagal mengabsorbsi glukosa, fosfat dan asam amino sebelum urin di buang. Sesuai dengan kesadaran terhadap lingkungan maka penggunaan timbal di dalam bahan bakar semakin hari semakin di tinggalkan sehingga sudah banyak penyesuaian perangkat mesin-mesin yang tidak menggunkan TEL lagi.

     3. Berilium

Berilium termasuk partikel kimia sangat beracun. Berilium umumnya digunakan sebagai komponen dalam logam, misalnya logam untuk peralatan listrik, instrumen elektronik, dan peralatan nuklir. Meningkatnya penggunaan berilium akan meningkatkan kadar polutan berilium di atmosfer. Berilium sangat berbahaya tehadap kesehatan karena sifat racun yang sangat mematikan. Penggunaan berilium sebagai komponen elektronik sudah diupayakan serendah mungkin, dan bahkan banyak yang sudah melarangnya. Pembuangan limbah elektronik yang mengandung berilium harus dikelola dengan baik agar pencemaran lingkungan oleh berilium semakin diminimalisasi.

     4.Asbestos

            Asbestos adalah partikel padat dalam bentuk senyawa fiber silikat yang terbentuk secara alamiah, atau berasal dari debu asbes. Senyawa asbestos memiliki sifat fleksibel, kuat, dan tidak mudah terbakar sehingga asbestos banyak sekali digunakan sebagai insulator listrik dan peralatan lain. Partikel asbestos sangat berbahaya terhadap kesehatan karena dapat mengakibatkan kanker (karsinogenik). Partikel kecil asbestor akan mengakibatkan iritasi pada jaringan paru-paru dab menyebabkan penyakit asbestosis. Diperkirakan banyak kematian yang disebabkan oleh asbestos, sehingga asbestos harus dipertimbangkan sebagai pencemar udara yang berbahaya. Sejalan dengan kesadaran manusia terhadap kesehatan maka penggunaan asbestos dalam bangunan dan ruangan tertutup sudah banyak yang di larang.

  • Partikel Mineral

Kebanyakan partikulat mineral yang mencemari udara adalah dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, dan senyawa ini di atmosfer umumnya dalam bentuk senyawa oksida dan senyawa lain dalam ukuran partikel kecil berbentuk debu halus. Ukuran partikel sangat penting dalam usaha untuk mengurangi jumlah partikel mineral masuk ke dalam udara. Salah satu diantaranya adalah arsen. Sebenarnya arsen bukanlah logam, akan tetapi karena pengaruh toksiknya hampir sama dengan logam berat, maka arsen sering di anggap sebagai pencemar logam berat. Masuknya arsen ke dalam tubuh akan menganggu reaksi enzimasi. Karena sifat arsen hampir sama dengan sifat fosfor maka arsen dapat memengaruhi reaksi biokimia yang melibatkan fosfor, terutama menganggu dalam biosintesis adenosine triphosphate (ATP). Bahkan arsen dinyatakan memiliki toksisitas tinggi, apabila masuk ke dalam tubuh manusia dalam jumlah tertentu akan dapat mengakibatkan kematian.

Kehadiran debu mineral ke atmosfer kebanyakan ditemukan dalam bentuk aerosol yang dihasilkan dari sespensi mineral dari tanah dalam bentuk oksida logam seperti oksida slika, aluminium, besi dan kalsium (SiO2,Al2O3,FeO,Fe2O3,CaO) dan karbonat (CaCO3,MgCO3). Diperkirkan 30% dari debu mineral yang ada di atmosfer adalah berasal dari aktivitas manusia, yaitu sekitas 100-500 juta ton setiap tahunnya. Akan, tetapi kontribusi yang paling besar dalam memasukkan mineral ke atmosfer adalah berasal dari gurun dan letusan gunung berapi. Konsentrasi debu mineral yang tinggi akan menjadikan masalah pada sistem pernapasan.

  • Partikel Organik

            Pencemar udara berupa senyawa organik dalam bentuk partikulat di atmosfer sangat banyak sekali dengan ukuran partikel yang sangat kecil (<1mm) sehingga sangat mudah masuk kedalam saluran pernapasan. Beberapa diantaranya adalah senyawa hidrokarbon dalam bentuk alifatik dan aromatik. Hampir semua senyawa aromatik digolongkan sebagai bersifat karsiogenik sehingga harus dihindarkan di dalam lingkungan senyawa hidrokarbon seperti golongan aldehid, keton, epoksida, ester, quion, dan lakton adalah termasuk senyawa organik, yang sebagian diantaranya dinyatakan sebagai senyawa mutagenik dan karsiogenik. Partikel organik yang paling potensial sebagai pencemar adalah pestisida, misalnya insektisida, herbisida, fungsida, rhodentisida, dan lain-lain. Pestisida sebagai pembunuh hama yang disemprotkan ke udara, biasanya banyak ditemukan daerah pertanian, perkebunan, dan perkotaan. Cankupan penyemprotan insektisida untuk lahan luas seperti perkebunan meliputi daerah yang luas sehingga penyemprotan harus dilakukan dengan menggunakan pesawat terbang. Penyemprotan dengan cara ini akan mecemari udara, dan apabila memasuki tubuh makhluk hidup akan memberikan pengaruh sesuai dengan target insektisida, misalnya pencernaan,kulit, saluran pernapasan, dan organ tubuh lainnya.

 

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *