Dipostingan Kali ini Kang Ayub akan membahas materi mengenai Cara Mencegah Pemanasan Gelobal ,adik adik udah tau belum apa itu pemanasan Gelobal , apa saja akibat yang ditimbulkannya ? serta gas apa saja yang mempengaruhi nya ? . tanpa basa pahit lagi yuk kita masuk saja materinya

Gas di Atmosfer dan Pemanasan Gelobal

Pembahasan terhadap terjadinya pemanasan gelobal pada saat ini banya di lakukan karena kenyataan menunjukkan bahwa sudah terjadi peningkatan temperatur bumi, dan banyak yang menghubungkannya dengan pengaruh peningkatan gas karbon dioksida dan dihubungkan dengan terjadinya perbahan iklim. Data ilmiah menunjukkan bahwa terjadi peningkatan suhu bumi selama satu abad ini sebanyak 0,5 oC, akan tetapi, peningkatan ini tidak setabil.

Penelitian yang di lakukan menunjukkan bahwa struktur lapisan es di daerah kutub ini sangat berhubungan dengan kadar karbon dioksida di dalam lapisan es pada masing-masing priode terjadinya pemanasan gelobal. Telah diketahui bahwa karbon dioksida di atmosfer mampu menghambat panas matahari yang mengakibatkan peningkatan temperatur bumi seperti yang terjadi pada rumah kaca, sehingga disebut sebagai efek rumah kaca (greenhouse effect).

Baca juga :

Efek rumah kaca tejadi ketika gas seperti karbon dioksida mengizinkan energi yang berasal dari matahari mempenetrasi atmosfer dan memanaskan permukaan bumi. Akan tetapi, keika permukaan bumi akan memancarkan energi kembali ke luar angkasa maka gas karbon dioksida memantulkan energi kembali ke permukaan bumi seperti terjadi pada rumah kaca. Hal ini terjadi karena gas karbon dioksida mengabsorbsi sinar matahari pada panjang gelombang dekat infra merah sehingga hanya sedikit yang terabsorbsi. Bumi hanya dapat melepaskan sebagian panas yang terperangkap ini melalui penguapan. Uap air yang terdapat di atmosfer mengabsorbsi panas dan pada saat terjadi penguapan maka energi ini dilepaskan kembali pada peroses kondensasi. Banyaknya energi yang bisa dilepaskan keluar angkasa adalah setara dengan banyaknya uap air yang terkondensasi sehingga peroses ini dapat menetralisasi panas bumi. Akan tetapi, pada saat temperatur bumi meningkat maka efesiensi bumi untuk mengembalikan panas ke luar angkasa melalui proses penguapan menjadi berkurang sehingga proses pemanasan gelobal terjadi.

Gas Yang Dapat Menyebabkan Pemanasan Global

Beberapa jenis gas yang dapat mengakibatkan pemanasan gelobal diantaranya adalah karbon dioksida, oksida nitrogen, metana, ozon, halokarbon, dan klorofluorokarbon. Gas karbon dioksida adalah senyawa yang paling utama sebagai gas penyebab efek rumah kaca. Diperkirakan bahwa 700 juta ton CO2 di buang ke atmosfer setiap tahunnya, dan sekitar 24 juta ton adalah berasal dari hasil pembakaran bahan bakar. Terjadinya penurunan jumlah wilayah hijau seperti hutan dan areal pertanian akan mengurangi konsumsi karbon dioksida secara alamiah dari atmosfer, sehingga di perkirakan jumlah karbon dioksida di atmosfer meningkat 30%  dalam beberapa ratus tahun ini. Sehingga ilustrasi, pada awal revolusi industri di perkirakan kadar CO2 di atmosfer adalah 280 ppm sedangkan saat ini sudah mencapai 360 ppm, dan diperkirakan pada beberapa tahun kedepan konsentrasi CO2 ini akan menigkat menjadi 60% bila tidak di lakukan usaha untuk mengurangi gas yang dapat mengakibatka efek rumah kaca secara gelobal.

Sebagai akibat pemanasan gelobal ini maka penigkatan jumlah air laut akibat mencairnya gunung es juga akan dapat terjadi sehingga beberapa daratan akan tertutupi oleh air laut, bahkan akan di tenggelamkan. Agar dugaan in tidak terjadi maka semua umat manusia ini harus peduli terhadap pengaruh efek rumah kaca ini dan tentu harus berusaha mengurangi jumlah gas karbon dioksida dan gas lain yang mengakibatkan pemanasan gelobal di buang ke atmosfer penggunaan bahan bakar fosil sebagai kontributor buangan CO2 harus di usahakan seminimal mungkin. Pencairan energi terbarukan yang tidak menghasilkan CO2 harus lebih diintensifikasikan agar kadar gas buangan yang mengakibatkan pemanasan gelobal dapat di kurangi.

Pemeliharaan Kualitas Atmosfer

Untuk memelihara kualitas atmosfer, beberapa negara telah membuat undang-undang untuk mengurangi polusi pada atmosfer bumi. Melalui undang-undang telah di atur standar mutu udara sehingga manusia dapat terhindar dari pengaruh pencemaran. Beberapa peraturan telah di buat untuk mengawasi agar bahan pencemar yang di masukkan ke atmosfer telah memenuhi standar kualitas udara. Undang- undang dan peraturan ini telah dapat mengubah industri secara gelobal dalam menghasilkan produk yang bersahabat dengan lingkungan. Sebagai contoh, rancang bangun kendaraan bermotor yang dapat meningkatkan efisiensi pembakaran telah banyak yang diubah sehingga dapat mengurangi polusi yang di keluarkan terutama buang gas NO, CO, dan karbon hidrokarbon.

Pembanguanan industri di berbagai tempat dan wilayah umumnya telah mengharuskan study kelayakan analisis mengenai dampak terhadap lingkungan (AMDAL). Disamping itu, berbagai produk elektonik dan produk industri agar dapat di terima di pasar dunia selalu dihubungkan dengan usaha yang bersahabat dengan lingkungan. Banyak produk industri yang harus memenuhi persyaratan dengan di tandai oleh label lingkungan (eco label) untuk dapat di pasarkan secara global. Persayaratan ini harus juga di dukung di indonesia. Produk yang tidak bersahabat dengan lingkungan sebaiknya dikurangi atau bahkan ditolak, dan di gunakan dengan produk yang mendukung kelestarian lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *