baku mutu

Hallo adik adik kimia , salam kimia ! dipostingan kali ini kang Ayub akan memahas materi Undang Undang Yang Mengatur Mengenai Baku Mutu Udara, nah banyak sekali yang menyebabkan pencemaran udara ini sehingga pemerintah membuat udang undang tentang Baku Mutu Udara . udara ini sangat penting bagi kehidupan manusia , jikalau manusia terus saja merusak kualitas udara , maka tidak kemungkinan udara yang kita hirup adalah zat zat yang berbahaya , tanpa basa pahit lagi yuk kita masuk saja materi nya

Baku Mutu Udara

Di indonesia telah di buat undang-undang dan peraturan pemerintah yang mengatur baku mutu udara. Dengan pertimbangan bahwa udara sebagai sumber daya alam yang memengaruhi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya harus di jaga dan dipelihara kelestarian fungsinya, untuk pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan manusia serta perlindungan bagi makhluk hidup lainnya. Agar udara dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi pelestarian fungsi lingkungan hidup, maka udara perlu di pelihara, dijaga dan di jamin mutunya melalui pengendalian pencemaran udara. Sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, telah di tetapkan peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian pencemaran Udara. Peraturan lain, terutama peraturan baru yang berhubungan dengan pengelolaan lingkungan hidup, terutama yang mengatur baku mutu udara yang belum tercakup di dalam buku ini agar dapat di rajuk oleh pembaca.

Baca juga :

Sesuai dengan Peraturan Pemerintahann Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dalam BAB I Ketentuan Umum, disebutkan bahwa peraturan pemerintah Republik Indonesia, Pasal 1, dalam peraturan pemerintah ini di berikan beberapa penjelasan yang berhubungan dengan pengendalian pencemaran udara, di antaranya :

(1) Pencemaran udara adalah masuknya atau dimasukkannya zat, energi, dan/ atau  komponen lain ke dalam udara ambien oleh kegiatan manusia, sehingga mutu udara ambien turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara ambien tidak dapat memenuhi fungsinya

(2) pengendalian pencemaran udara adalah upaya pencegahan dan/ atau penanggulangan pencemaran udara serta pemulihat mutu udara

(3) sumber pencemar adalah setiap usaha dan/ atau kegiatan yang mengeluarkan bahan pencemar ke udara yang menyebabkan udara tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya

(4) udara ambien adalah udara bebas dipermukaan bumi di lapisan trofosfer yang berada di wilayah yurisdiksi Republik Indonesia yang dibutuhkan dan memengaruhi kesehatan manusia, makhluk hidup dan unsur lingkungan hidup lainnya

(5) mutu udara ambien adalah kadar zat, energi, dan/atau komponen lain yang ada di udara bebas

(6) status mutu udara ambien adalah keadaan mutu udara di suatu tempat pada saat di lakukan inventarisai

(7) baku mutu udara ambien adalah ukuran batas atau kadar zat, energi, dan/atau komponen yang ada atau yang seharusnya ada dan/atau unsur pencemar yang di tenggang keberadaanya dalam udara ambien

(8) perlindungan mutu udara ambien adalah upaya yang dilakukan agar udara ambien dapat memenuhi fungsi sebagaimana mestinya

(9) Emisi adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang dihasilkan dari suatu kegiatan yang masuk dan/atau dimasukkannya ke dalam udara ambien yang mempunyai dan/atau tidak mempunyai potensi sebagai unsur pencemar

(10) Mutu emisi adalah mutu yang boleh dibuang oleh suatu kegiatan ke udara ambien

(11) sumber emisi adalah setiap usaha dan/atau kegiatan yang mengeluarkan emisi dari sumber bergerak, sumber bergerak spesifik, sumber tidak bergerak maupun sumber bergerak spesifik

(12) sumber bergerak adalah sumber emisi yang bergerak atau tidak tetap pada suatau tempat yang berasal dari kendaraan bermotor

(13) sumber bergerak spesifik adalah sumber emisi yang bergerak atau tidak tetap pada suatu tempat yang berasal dari kereta api, pesawat terbang, kapal laut dan kendaraan berat lainnya

(14) sumber tidak bergerak adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat

(15) sumber tidak bergerak spesifik adalah sumber emisi yang tetap pada suatu tempat yang berasal dari kebakaran hutan dan pembaran sampah

(16) Baku mutu emisi sumber tidak bergerak adalah batas kadar maksimum dan/ atau beban emisi maksimum yang di perbolehkan masuk atau di masukkan kedalam udara ambien

(17) Ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor adalah batas maksimum zat atau bahan pencemar yang boleh dikeluarkan langsung dari pipa gas buang kendaraan bermotor

(18) sumber gangguan adalah sumber pencemar yang menggunakan media udara atau padat untuk penyebarannya, yang berasal dari sumber bergerak, sumber bergerak spesifik, sumber tidak bergerak, atau sumber tidak bergerak spesifik

(19) baku tingkat ganguan adalah batas kadar maksimum sumber gangguan yang di perbolehkan masuk ke udara dan/atau zat padat

(20) Ambang batas kebisingan kendaraan bermotor adalah batas maksimum energi suara yang boleh dikeluarkan lagsung dari mesin dan/atau transmisi kendaraan bermotor

(21) kendaraan bermotor adalah kendaraan yang digerakkan oleh peralatan teknik yang berada pada kendaraan itu

(22) kendaraan bermotor tipe baru adalah kendaraan bermotor yang menggunakan mesin dan/atau transmisi tipe baru yang siap diproduksi dan di pasarkan atau kendaraan yang sudah beroprasi tetapi akan di produksi ulang dengan perubahan desain mesin dan sistem transmisinya, atau kendaraan motor yang di impor tetapi belum beroprasi di jalan wilayah Republik Indonesia

(23) kendaraan bermotor lama adalah kendaraan yang sudah di produksi, di rakit, atau diimpor dan sudah beroprasi di jalan wilayah Republik Indonesia

(24) Uji tipe emisi adalah pengujian emeisi terhadap kendaraan bermotor tipe baru

(25) Uji tipe kebisingan adalah pengujian tingkat kebisingan terhadap kendaraan bermotor tipe baru

(26) Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) adalah angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi mutu udara ambien dilokasi tertentu, yang didasarkan pada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan makhluk hidup lainya

(27) Inventarisasi adalah kegiatan untuk mendapatkan data dan informasi yang berkaitan dengan mutu udara

(28) instansi yang bertanggung jawab adalah instansi yang bertanggung jawab dibidang pengendalian dampak lingkungan

(29) Materi adalah Materi yang ditugasi untuk mengelola lingkungan hidup

(30) Gubernur adalah Gubernur kepala Daerah Tingkat I.

Pasal 2 pengendalian pencemaran udara meliputi pengendalian dari usaha dan/atau kegiatan sumber bergera, sumber bergerak spesifik, sumber tidak bergerak, dan sumber bergerak spesifik yang dilakukan dengan upaya pengendalian sumber emisi dan/atau sumber gangguan yang bertujuan untuk mencegah turunya mutu udara ambien. Pasal 4, (1) Baku mutu udara ambien nasional di tetapkan sebagai batas maksimum mutu udara ambien untuk mencegah terjadinya pencemaran udra, sebgaimana terlampir dalam peraturan pemerintah ini; (2) Baku mutu adalah ambien nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat di tinjau kembali setelah 5 (lima) tahun. Sebagai implementasinya telah dibuat ketentuan yang mengatur mutu udara ambien seperti pada Lampiran Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tanggal: 26 Mei 1999 tentang Baku Mutu Udara Ambien Nasional yang dilampirkan pada Lampiran 11.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *