Hallo adik adik kimia , salam kimia ! Dipostingan ini Kang Ayub akan membahas materi mengenai Pentingnya Ilmu Toksikologi Bagi Kehidupan , sebelumnya adik adik udah tau belum mengenai  Tokiskologi ? Toksikologi berasal dari kata toksik yaitu beracun . tanpa basa basi lagi yuk kita masuk saja kematerinya!

TOKSIKOLOGI LINGKUNGAN

Toksikologi lingkungan adalah bidang ilmu yang mempelajari racun, yaitu berbagai senyawa kimia yang dapat mengakibatkan bahaya ketika masuk kedalam tubuh makhluk hidup melalui mulut atau melalui kulit didalam lingkungan. Paracelusus (1493-1541) menyatakan bahwa pada dasarnya semua zat kimia dalah racun, hanya dosis yang tepat dan benar yang dapat membedakan suatu zat kimia sebagai racun atau sebgai obat. Untuk menghindarkan kata racun maka toksikologi didefinisikan sebagai bidang ilmu yang mempelajari pengaruh zat kimia terhadap sistem biologi makhluk hidup. Toksikologi termasuk bidang ilmu yang terpadu yang melibatkan berbagai disiplin ilmu lain seperti bidang kedokteran, farmasi, biokimia, kimia murni, kimia analitik, dan bidang ilmu-ilmu lain yang relavan dengan bahaya zat kimia.

Toksikologi lingkungan dibahas dalam kimia lingkungan karena berhubungan dengan adanya perubahan lingkungan yang disebabkan oleh kehadiran zat kimia. Beberapa bahasan yang didiskusikan dalam toksikologi lingkungan umumnya berhubungan degan uji toksisitas yaitu menggunakan pengujian pengaruh zat kimia terhadap makhluk hidup, umumnya menggunakan binatang percobaan yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat tetang dampak zat kimia tersebut terhadap manusia dan lingkungan. Dampak yang dimaksudkan adalah perubahan yang bersifat pengaruh negatif mungkin terjadi pada makhluk hidup yang disebabkan oleh kehadiran atau terpaparnya zat kimia pada dosis tertentu pada makhluk hidup.

Toksikologi lingkungan juga membahas tentang cara dan mekanisme masuknya zat kimia kedalam lingkungan dan daya racunnya yang memengaruhi makhluk hidup sehingga menghasilkan data tentang pengaruh fisiologi dan biokimia terhadap makhluk hidup yang akan dapat dipergunakan sebagai rujukan dan pembenaran ilmiah terhadap bagian-bagian tubuh makhluk hidup yang mempengaruhi daya racun suatu zat kimia.didalam pengujian daya racun zat kimia selalu melibatkan berbagai aturan umum yang mengikat, terutama bila menggunakan hewan percobaan, sehingga dampak negatif yang muncul dapat ditekan kecil atau bahkan diusahakan tidak memberikan dampak negatif terhadap kesehatan makhluk hidup tetapi memberikan dan mendapatkan hasil yang besar terhadap kesejahteraan umat manusia. Biasanya setiap negara telah membuat beberapa peraturan dan kode etik yang dapat dipedomani untuk pengujian toksisitas zat kimia terhadap makhluk hidup kode etik ini dari waktu ke watu dapat berubah sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan temuan ilmiah terbaru yang dapat dipergunakan sebagai rujukan.

Baca juga :

Beberapa bidang ilmu yang menjadi jangkauan toksikologi lingkungan secara khusus meliputi forensik,klinik,dan lingkungan. Didalam feronsik selalu melibatkan peranan kimia analitik dalam menjelaskan keberadaan zat kimia yang dapat mejadi racun kepada makhluk hidup, umumnya yang berhubungan dengan aspek legal pemberian zat kimia didalam proses dan aktivitas suatu pengobatan,sehingga diperoleh informasi yang akurat tentang penyebab suatu bahaya dan kematian. Pada bidang kedokteran, toksikologi di membahas tentang zat kimia yang berhubungan dengan penyakit. Sementara didalam lingkungan, toksikologi dipergunakan untuk mempelajari pengaruh negatif dari kehadiran zat kimia sebagai polutan terhadap kehidupan makhluk hidup didalam suatu ekosistem, yang secara analogi pengaruh tersebut dianggap akan berlaku juga untuk kehidupan manusia. Peranan bidang ilmu lain selain yang disebutkan diatas seperti biologi dan fisiologi dapat juga dipergunakan didalam toksikologi lingkungan untuk mempermudah penjelasan pengaruh negatif kehadiran senyawa kimia pencemar terhadap kesejahteraan makhluk hidup didalam lingkungan.

Senyawa Kimia Beracun

   Toksisitas senyawa kimia didefinisikan sebagai kemampuan senyawa kimia mengakibatkan bahaya terhadap metabolisme didalam jaringan makhluk hidup. Racun yang berasal dari zat atau senyawa kimia dapat tersedia di dalam lingkungan secara alamiah atau yang disengaja dibuat oleh manusia. Tingkat toksisitas kimia pencemar dapat berbeda-beda berdasarkan tempat dan target yang dikenai  oleh zat kimia beracun.

Senyawa kimia beracun juga dapat hadir didalam lingkungan secara alamiah. Kehadiran zat kimia beracun alamiah di dalam lingkungan diasumsikan akan selalu konstan, kecuali apabila ditambah aktivitas manusia seperti tambahan logam beracun ke dalam lingkungan oleh kegiatan-kegiatan industri dan teknologi. Pengaruh kehadiran sebagai jenis zat kimia beracun tersebut didalam lingkungan mungkin dapat diketahui dengan cepat akan tetapi pengaruh negatif zat kimia tersebut terhadap makhluk hidup umumnya baru diketahui setelah zat kimia terpapar dalam jangka waktu yang cukup lama. Bahkan banyak gejala penyakit dan bahaya yang ditimbulkan oleh kehadiran zat-zat kimia beracun didalam lingkungan menjadi sangat sulit untuk ditelusuri karena sudah berlangsung cukup lama, terutama bila oleh karena kesengajaan atau tidak kesengajaan. Pengaruh negatif zat kimia beracun tersebut semakin kabur dan sulit

Beberapa zat/senyawa kimia beracun yang dihasilkan oleh manusia ke dalam lingkungan dan pengaruh toksiknya terhadap makhluk hidup.

Kehadirannya didalam Pengaruh toksik
Jenis racun Udara Makanan Air Lingkungan Pasti Diduga
Arsen + + + Racun Karsinogen
Asbestos + + + Karsinogen
Timbal + + + Racun Neurotoksin
Kadmium + + Racun Karsinogen
Merkuri + + Racun Neurotoksin
Karbon monoksida + + Mengurangi transpot oksigen Neurotoksin
Nitrat/nitrit + + Membentuk methaemoglobin Karsinogen
Nitrogen oksida + + Membentuk methaemoglobin Karsinogen
Sulfur dioksida + + Merusak paru-paru
Vanadium + + Racun Karsinogen
Aldehida + Iritasi mata
Antibiotik + Memengaruhi pertumbuhan bakteri
Benzen + + Anemia Leukemia
Hidrokarbon tertentu + + Karsinogen pada hewan Karsinogen pada manusia
Aromatik amania + + + Karsinogen pada hewan Karsinogen pada manusia
Epoksida + + + Karsinogen pada hewan Karsinogen pada manusia
Senyawa nitroso + Karsinogen pada hewan
Insektisida organoklor + + + Neurotoksin
Inteksida organofosfor + + Neurotoksin Racun hati
Herbisida + Mutagen karsinogen
Fenol klorinat + Racun hati

Diketahui disebabkan oleh krtidakjelasan data masuknya zat kimia ke dalam lingkungan tersebut karena tidak terdokumentasi atau bahkan sudah terlalu lama sampai melampaui satu generasi sehingga informasi tentang paparan zat kimia cendrung terlupakan.

Kehadiran zat kimia beracun alamiah mungkin dapat semakin meningkat atau bahkan akan semakin menurun, tergantung kondisi lingkungan dan kemampuan lingkungan untuk menetralisasi daya racun, dan usaha yang dilakukan manusia untuk mengurangi dan menghilangkan zat kimia beracun.perkembangan dan kemajuan teknologi dalam pengolahan, prosesing, dan penyimpanan makanan telah menghasilkan berbagai jenis produk yang bebas bakteri patogen dan jamur beracun. Akan tetapi, dengan perkembangan dan teknologi yang pesat saat ini juga memungkinkan akan memunculkan spesies baru yang tahan terhadap berbagai kondisi, termasuk kebal terhadap anti bakteri dan jamur,sehingga suatu saat bukan tidak mungkin atau muncul bakteri atau jamurbaru yang sangat immun terhadap berbagai jenis kondisi, sehingga meningkatkan keberadaannya didalam lingkungan dalam jumlah besar.

  senyawa kimia beracun alamiah dan pengaruh toksiknya terhadap makhluk hidup

Pengaruh toksik
Jenis racun Kehadirannya di dalam Pasti Diduga
Logam Pb,Hg,As,Sb,Cu,Cr,Mn,Se,Ni dll. Air,makanan dan debu atmosfer Inhibitor enzym,sel racun,dan lain-lain Karsinogenik, efek neurology
Gas CO,NO2,SO2,SO3,dll Sedikit diatmosfer Iritasi paru-paru dan mata
Alkolid peptida protein,sterol,dll Pada sayuran,jumlah besar pada tumbuhan beracun Efek toksik
Bakteri toksin Didalam makanan terkontaminasi Racun
Jamur toksin Didalam makanan fermentasi Keracunan hati Karsinogenik
Radioaktif (bukan senyawa) Didalam udara, air dan makanan dalam jumlah kecil Mutasi Karsinogenik,leukemia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *