1. Sebutkan akibat pencemaran NO dan NO2 ……

a. Efek rumah kaca dan pemanasan global

b. Efek rumah kaca dan penyebab kematian

c. Penyebab kematian dan hujan asam

d. Penyebab hujan asam dan penyebab kanker

e. Hujan asam dan penyebab kanker

Jawaban : (D)

Pembahasan:

NO pada konsentrasi tinggi dapat menimbulkan keracunan dan gas oksida nitrogen juga dapat menjadi penyebab hujan asam. Sedangkan jika NO2 lebih dari 1 ppm dapat menyebabkan terbentuknya zat yang bersifat karsinogenik atau penyebab terjadinya kanker. Jika terhirup gas NO2 dalam kadar 20 ppm akan dapat menyebabkan kematian.

2. Jelaskan dampak negatif yang dapat terjadi jika bahan bakar minyak digunakan secara berlebihan……..

a. Negara kita akan kaya bahan bakar minyak

b. Negara kita akan mengalami pencemaran

c. Negara kita akan kehabisan bahan bakar minyak

d. Negara kita akan mengalami polusi yang sangat hebat

e. Negara kita akan disegani oleh negara lain

Jawaban : (C)

Pembahasan:

Jika kita menggunakan bahan bakar secara berlebihan hal itu dapat merugikan kita, yang dahulu bahan bakar minyak kita merupakan pengekspor, saat ini menjadi pengimpor minyak bumi. Berdasarkan perhitungan rasio cadangan minyak bumi dengan produksi serta konsumsi minyak bumi di Indonesia, minyak bumi Indonesia akan habis sekitar tahun 2027. Hal itu menandakan, kita tidak boleh menggunakan bahan bakar minyak secara berlebihan.

3. Hasil reaksi dari CH4 + Br2   ……..

a. CH3Br + HBr2

b. CH3Br + HBr

c. CH4Br+ HBr

d. CH3Br2+ HBr2

e. CH5Br2+ HBr3

Jawaban : (B)

Pembahasan:

CH4 + Br2  → CH3Br + HBr

4. Buatlah isomer struktur (rantai dan posisi) dari senyawa pentena yang mungkin, dan berikan namanya.

a. CH2 CH CH2  CH2  CH3, CH3  CH CH  CH3 dan 2-pentena dan 1 butena

b. CH2 CH CH2  CH2  CH3, CH2  CH CH2  CH2  CH3 dan 1 butena dan 2-pentena

c. CH2 CH CH2  CH2  CH3, CH2  CH CH2  CH2 dan 2-pentena dan 2-pentena

d. CH2 CH CH2  CH2  CH3, CH3  CH CH  CH2  CH3 dan 2-heksena dan 2-pentena

e. CH2 CH CH2 CH3, CH3  CH CH  CH2  CH3dan 1 pentena dan 2-pentena

jawaban : (E)

Pembahasan:

Isomer rantai : CH2 = CH —CH2 — CH2 — CH3

                                    1              2        3           4             5

Namanya       : 1-pentena

Isomer Posisinya ada 2, yaitu:

CH2 =CH— CH2 —CH2 — CH3

1          2           3            4             5

Namanya       : 1-pentena

CH3 — CH =CH— CH2 — CH3

1         2           3         4             5

Namanya       : 2-pentena

5. Bagaimana cara memproduksi bensin dalam jumlah yang besar?

a. Cracking

b. Knocking

c. Destilasi

d. Fraksi

e. Treating

Jawaban : (A)

Pembahasan:

Cara yang dilakukan adalah dengan cara proses cracking (pemutusan hidrokarbon yang rantainya panjang menjadi hidrokarbon rantai pendek). Minyak bumi dipanaskan sampai suhu 8000C, sehingga rantai hidrokarbon yang kurang begitu dibutuhkan dapat dipecah menjadi rantai pendek, sesuai rantai pada fraksi bensin. Maka, semakin banyak rantai pendek yang terbentuk akan semakin banyak fraksi minyak yag terbentuk.

6. Apakah penyebab efek rumah kaca atau green house effect?

a. Penyebabnya yaitu dari hasil fosil-fosil terdahulu/ jasad renik

b. Penyebabnya yaitu dari hasil pembakaran sempurna bahan bakar minyak bumi maupun batu bara

c. Penyebabnya yaitu dari hasil plastik-plastik

d. Penyebabnya yaitu dari hasil penguapan

e. Penyebabnya yaitu dari hasil destilasi

jawaban :  (B)

Pembahasan:

Proses terbentuknya efek rumah kaca disebabkan oleh gas CO2. Gas CO2 merupakan hasil pembakaran sempurna bahan bakar minyak bumi maupun batu bara. Keberadaan CO2 yang berlebihan diudara memang tidak berakibat langsung

pada manusia, sebagaimana gas CO. Berlebihnya kandungan CO2menyebabkan sinar inframerah dari matahari diserap oleh bumi dan benda-benda disekitarnya. Kelebihan sinar inframerah ini tidak dapat kembali ke atmosfer karena terhalang oleh lapisan CO2 yang ada di atmosfer. Akibatnya suhu di bumi menjadi semakin panas. Baik siang maupun malam hari tidak menunjukkan perbedaan yang berarti bahkan dapat dikatakan sama. Akibat yang ditimbulkan oleh berlebihnya kadar CO2di udara ini dikenal sebagai efek rumah kaca atau green house effect.

Baca juga :

7. Sebutkan tiga tahapan yang digunakan dalam proses industri petrokimia……

a. – Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia

– Mengubah bahan dasar menjadi produk antara

– Mengubah produk antara menjadi produk akhir

b. – Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia

– Mengubah bahan dasar menjadi produk antara

– Mengubah produk antara menjadi air

c.  – Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan polimer

– Mengubah bahan dasar menjadi produk antara

– Mengubah produk antara menjadi produk akhir

d.  – Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar destilasi

– Mengubah bahan dasar menjadi produk antara

– Mengubah produk antara menjadi produk polimer

e.  – Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia

– Mengubah bahan dasar menjadi produk plastik

– Mengubah produk antara menjadi produk akhir

Jawaban : (A)

Pembahasan:

Tiga Tahapan yang di gunakan dalam proses industri petrokimia, yaitu:

  1. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia
  2. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara
  3. Mengubah produk antara menjadi produk akhir

8. Manakah reaksi pembentukan gas asetilena dari karbid (CaC2), dan sebutkan kegunaan gas asetilena dalam kehidupan sehari-hari?

a. 4CaC2 + 2 H2O →   C2H2+ Ca (OH)2

b. CaC2 + 2H2O → C2H2+ Ca (OH)2

c. 2CaC2 + 4 H2O  → C2H2 + Ca (OH)2

d. 3CaC2 + 6 H2O Pt/Ni  → C3H2 + Ca2 (OH)2

e. CaC2 + 8 H2O → C2H2 + Ca (OH)2

Jawaban : (B)

Pembahasan:

Alkuna yang terpenting adalah etuna, yang lebih dikenal sebagai asetilena, yaitu suatu gas yang sering digunakan pada proses pengelasan logam-logam. Gas asetilena diperoleh dengan cara mereaksikan kalsium karbida (karbid) dengan air.

CaC2 + 2 H2O    →   C2H2+ Ca (OH)2

Karbid     Air                      AsetilenAir Kapur

9. Untuk menaikkan angka oktan ditambahkan TEL, tetapi sekarang sudah ditinggalkan. Mengapa demikian?

Pembahasan:

Hal itu dikarenakan dengan penambahan TEL terbentuknya timbal sisa pembakaran yang dapat mengendap di mesin. Oleh karena itu, perlu ditambahkan senyawa 1,2 dibromoetana (C2H4Br2), yang akan mengikat timbal menjadi PbBr2 yang mudah menguap. Adanya PbBr2yang berasal dari bensin menimbulkan masalah baru, yaitu dapat menimbulkan pencemaran. Selain itu, timbal yang terlepas ke udara juga berbahaya bagi kesehatan . Oleh karena itu, saat penggunaan timbal untuk meningkatkan angka oktan sudah ditinggalkan. Sebagai gantinya, digunakan bahan lain seperti MTBE (Methyl Tertiary Butyl Ether).

10. Bagaimanakah proses terbentuknya minyak bumi menurut teori dupleks?

Pembahasan:

Menurut teori ini, minyak bumi terbentuk dari jasad renik yang berasal dari hewan atau tumbuhan yang telah mati. Jasad renik tersebut terbawa air sungai bersama lumpur dan mengendap di dasar laut. Akibat pengaruh waktu yang mencapai ribuan tahun bahkan jutaan tahun, temperatur tinggi, dan tekanan oleh lapisan di atasnya, jasad renik berubah menjadi bintik-bintik dan gelembung minyak atau gas. Lumpur yang bercampur dengan jasad renik tersebut kemudian berubah menjadi batuan sedimen yang berpori, sedangkan bintik minyak dan gas bergerak ketempat yang tekanannya rendah dan terakumulasi pada daerah perangkap (trap) yang merupakan batuan kedap. Pada daerah perangkap tersebut, gas alam, minyak, dan air terakumulasi sebagai deposit minyak bumi. Rongga bagian atas merupakan gas alam, sedangkan cairan minyak mengambang di atas deposit air.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *