40 Soal Ikatan Kimia Beserta Pembahasan

Hallo adik adik kali ini kita akan membahas soal ikatan kimia  nih dimana sebelumnya kita telah membahas beberapa materi ikatan kimia diblog ini, nah bagi kamu yang belum membaca nya silahkan dibaca dulu ya, oh ya jangan lupa klik allowed pada blog ini agar kamu update terus materi dan pengetahuan baru disini ya. tanpa basa basi lagi yuk mari kita langsung aja masuk kesoal nya

1. Setiap unsur mampu membentuk ikatan kimia karena memiliki ….

a. Elekcron valensi

b. Kecendrungan membentuk konfigurasi electron gas mulia

c. Lintasan electron

d. Neutron dalam inti atom

e. Proton dan neutron

(Jawaban: B)

Pembahasan:

Unsur-unsur gas mulia sukar bereaksi karena unsur-unsur tersebut tergolong unsur yang stabil. Menurut G. N. Lewis dan W. Kossel, kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh electron valensinya yang berjumah delapan, keculi He yang hanya memiliki dua electron. Setiap atom dalam pembentukan senyawa membentuk konfigurasi electron yang stabil, yaitu konfigurasi electron gas mulia yang disebut konfigurasi octet atau kaidah oktet, sedangkan Helium disebut kaidah duplet. Atom-atom suatu unsur berusaha mencapai konfigurasi octet atau duplet dengan cara berikatan dengan atom-atom lain. Ikatan yang terjadi dapat berupa ikatan ion, kovalen dan kovalen koordinasi.

2. Diantara sifat berikut ini yang bukan sifat senyawa ion adalah …

Rapuh

b. Titik leleh tinggi

c. Larutan dapat menghantar listrik

d. Lelehannya dapat menghantar listrik

e. Padatannya dapat menghantar listrik

(Jawaban: D)

Pembahasan:

Sifat senyawa ion, yaitu:

– Kristalnya keras tetapi rapuh

– Mempunyai titik lebur dan titik didih yang tinggi

– Mudah larut di dalam air

– Dapat menghantar arus listrik dalam keadaaan cair dan larutan, tetapi dalam padatan tidak bisa.

3. Perbedaan antara ion Na+dengan atom natrium adalah:

a. Ion Nakelebihan 1 proton

b. Ion Nakelebihan 1 elektron

c. Ion Nakekurangan 1 elektron

d. Ion Nakekurangan 1 proton

e. Ion Nakekurangan 1 neutron

Jawaban: B

Pembahasan:

Ion Namemiliki ion positif karena melepaskan 1 elektron. Ion Naini melepaskan 1 elektron untuk mencapai kestabilannya.

Baca Juga : Ikatan Kovalen Polar Dan Non Polar Serta Hubungan Keelektronegatifannya

4. Di antara zat berikut ini, yang mengandung ikatan ion adalah:

a. Es batu

b. Silikon

c. Perunggu

d. Batu kapur

e. Gula

Jawaban: D

Pembahasan:

Batu kapur mengandung ikatan ion karena rumus senyawa batu kapur adalah CaSO4. Dimana dalam senyawa tersebut terdapat unsur Ca yang merupakan logam. Es batu merupakan air, silikon bukan logam, gula juga bukan merupakan logam. Dan juga + CaSO4

Logam + non logam = ikatan ion

5. Unsur yang mengikat dua electron untuk mendapatkan konfigurasi electron yang stabil adalah ….

a. 11Na          d.  19K

b. 14Si           e. 20Ca

c. 16S

Jawaban: C

Pembahasan:

Untuk mencapai konfigurasi electron yang stabil harus mencapai jumlah electron valensi berjumlah delapan, yaitu konfigurasi electron gas mulia yang disebut konfigurasi octet. Sehingga untuk mengikat dua electron atom yang mengikatnya adalah harus memiliki jumlah electron enam electron valensinya yaitu S, dengan konfigurasi elektronnya: 2 8 6.

Baca juga : Pegertian Ikatan Kimia , Ikatan Ion , Pembentukan Ikatan Ion

6. Diketahui nomor atom unsur:

A= 3                      D= 12

B= 4                      E= 9

C= 11                    F= 17

Ikatan paling ionic dapat terbentuk antara ….

a. A dengan E

b. A dengan F

c. C dengan E

d. C dengan F

e. B dengan F

Jawaban: C

Pembahasan:

Konfigurasi electron pada soal ini yaitu:

3A= 2 1            12D= 2 8 2

4B= 2 2            9E= 2 7

11C= 2 8 1        17F= 2 8 7

Pada konfigurasi yang ikatan ionic paling kuat yaitu yang bisa mencapai kestabilan sesuai dengan kaidah octet, yang menurut G. N. Lewis dan W. Kossel, kestabilan unsur gas mulia disebabkan oleh electron valensinya yang berjumah delapan, keculi He yang hanya memiliki dua electron. Sehingga didapatkan jawabannya yaitu C dengan F, yang unsur C melepas satu electron sedangkan yang unsur F menerima satu electron agar stabil.

Baca Juga : Pengertian Ikatan Kovalen , Pembentukan Dan Sifat Ikatan Kovalen

7. Diketahui beberapa unsur dengan konfigurasi electron sebagai berikut:

P: 2 8 7                  S: 2 8 8

Q: 2 8 8 1              T: 2 8 18 4

R: 2 8 18 2

Diantara unsur di atas, yang paling stabil (paling sukar membentuk ikatan kimia) adalah ….

a. P

b. Q

c. R

d. S

e. T

Jawaban: D

Pembahasan:

Unsur yang paling stabil atau yang paling sukar berekasi yaitu adalah unsur golongan gas mulia. Gas mulia mempunyai kofigurasi penuh, yaitu konfigurasi octet yaitu yang memiliki 8 elektron pada kulit terluarnya. Pada soal, jumlah masing masing konfigurasi electron sangat beragam, tetapi yang sangat stabil dan paling sukar membentuk ikatan kimia yaitu  S dengan jumlah electron 18, yang electron terluarnya 8, dan sangat stabil dan tidak bisa berikatan lagi dengan unsur lain.

8. Kelompok senyawa yang semuanya berikatan ion adalah ….

a. NH3, CO2, dan H2O

b. CH4, NaCl, dan CaCl2

c. NaCl, HCl, dan H2O

d. KCl, NaI, dan MgBr2

e. H2, Cl2, dan NaI

Jawaban: D

Pembahasan:

Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi antara ion positif dan ion negative. Ikatan ion terbentuk dari unsur logam dan unsur nonlogam. Hal ini terjadi karena antara unsur logam dan nonlogam terdapat perbedaan daya tarik electron yang cukup besar sehingga terjadi serah terima electron. Tidak semua unsur logam dan nonlogam membentuk ikatan ion, senyawa ion bila dilarutkan dalam air maka akan terurai menjadi ion-ionnya, karena itu larutannya dalam air dapat menghantarkan listrik.

9. Unsur bernomor atom 17 paling mudah berikatan ion dengan unsur bernomor unsur ….

a. 3       d. 16

b. 11     e. 19

c. 13

Jawaban: E

Pembahasan:

Unsur bernomor atom 17 adalah tergolong usnur yang memiliki konfigurasi elektronnya adalah 2 8 7, berarti tergolong usnsur bergolongan VII, dan berarti jumlah electron yang diterima yaitu 8-7 = 1, sehingga memerlukan 1 elektron yang diperlukan agar unsur tersebut stabil. Atom-atom unsur yang cenderung menerima electron memiliki afinitas electron atau keelektronegatifan yang relatif besar. Unsur ini merupakan unsur nonlogam. Jawabnnya E, karena unsur yang bernomor 19 dengan konfigurasi 2 8 8 1, unsur ini melepaskan 1 elektronnya, agar dia juga stabil dan dapat berikatan ion.

Baca Juga : 31-40 Soal Ikatan Kimia Beserta Pembahasannya

10. Diketahui beberapa unsur dengan energy ionisasi (dalam kJ mol-1) sebagai berikut. Na = 500; Li = 520; B = 800; Be = 900; F= 1.681; Ne = 2.081.

Ikatan paling ionic dapat terbentuk antara pasangan unsur ….

a. Na dengan F        d.  Na dengan Ne

b. F dengan Ne        e.  Na dengan Li

c. B dengan Be

 Jawaban: A

Pembahasan:

Energy ionisasi adalah energy minimum yang diperlukan atom netral dalam wujud gas untuk melepas suatu electron paling luar yang terikat paling lemah membentuk ion positive. Dalam suatu periode semakin kekanan semakin besar energy ionisasinya, sehingga jika diliat dalam soal, untuk pasangan unsur yang paling dapat terbentuk yaitu Na dan F, kita tahu bahwa F merupakan golongan VIIA yang harus menyerap 1 elektron agar stabil. Jika kita lihat pada energy ionisisasi, Ne paling besar, tetapi Ne adalah golongan VIIIA, golongan gas mulia, yang sudah stabil sehingga sukar untuk bereaksi.

11. Diantara pasangan unsur berikut yang dapat membentuk senyawa ion adalah ….

a. C (Z = 6) dan Cl (Z = 17)

b. N (Z = 7) dan H (Z = 1)

c. C (Z = 6) dan O (Z = 8)

d. Mg (Z = 12) dan Cl (Z = 17)

e. P (Z = 15) dan O (Z = 8)

Jawaban: D

Pembahasan:

Konfigurasi electron:

6C = 2 4                17Cl = 2 8 7                 7N = 2 5                  1H = 1

8O = 2 6               12Mg = 2 8 2              15P = 2 8 5

Dalam membentuk ikatan ion, harus ada unsur yang melepas den menerima electron, dan juga harus memiliki perbedaan keelektronegatifan yang besar. Pembentukan senyawa yang terbentuk yaitu:

Mg        →        Mg2+ + 2e

(2 8 2)                  (2 8)

Cl     +    1 e–   →  Cl  x 2

(2 8 7)                   (2 8 8)

Mg2+ +  Cl  →    MgCl2

Electron yang dilepaskan Mg adalah 2, sedangakan Cl hanya menerima 1 elektron. Oleh karena itu, diperlukan 2 atom Cl (dikalikan 2) sehingga elektorn yang dilepaskan sama dengan electron yang diterima. Ikatan yang terjadi antara Mg2+dengan 2Cladalah ikatan ion. Rumus kimia, yaitu MgCl2.

12. Dua buah unsur memiliki notasi dan . Bila kedua unsur tersebut berikatan maka senyawa yang dihasilkan adalah ….

a. XY2           d. X2Y2

b. XY3           e. X2Y

c. X2Y

Jawaban: B

Pembahasan:

Pada ikatan kimia untuk membentuk suatu senyawa harus ada ikatan yang mana adanya gaya tarik-menarik listrik antara ion yang berbeda muatan yang biasa disebut ikatan ion.

13X= 2 8 3 (golongan IIIA) membentuk ion X3+
17Y= 2 8 7 (golongan VIIA) membentuk ion Y
Sehingga membentuk dengan senyawa XY3

13. Unsur X dan Y membentuk senyawa dengan rumus kimia XY3. Kemungkinan nomor atom X dan Y adalah ….

a. 3 dan 5            d. 7 dan 9

b. 3 dan 9            e. 7 dan 13

c. 5 dan 7

Jawaban: D

Pembahasan:

XY3 adalah hasil perkalian silang antara muatannya. Sehingga, X memiliki muatan +3, yaitu X3+  dan Y memiliki muatan -1 yaitu Y.Maka, jika X3+, konfigurasi elektronnya yaitu 2 5 melepaskan 3 elektron, sehingga nomor atomya 7  dan konfigurasi electron Y yaitu 2 7,  sehingga menarik 1 elektron, jadi nomor atomnya adalah 9. Dengan berpatokan pada aturan octet, maka rumus empiris senyawa ion dari suatu pasangan logam-nonlogam dapat diramalkan.

Baca Juga : Soal Latihan Hidrokarbon dan Pembahasannya

14. Unsur X dengan konfigurasi elektron 1s22s2p3sdapat bereaksi dengan unsur Y yang terletak pada golongan oksigen, membentuk senyawa:

a. XY            d.    X3Y

b. X2Y           e.  XY2

c.  X2Y3

Jawaban: A

Pembahasan:

X: golongan IIA     bermuatan +2

Y: golongan VIA    bermuatan -2

Sehingga, jumlah elektron yang dibutuhkan Y sama dengan yang dilepas X, dan membentuk senyawa XY.

15. Unsur X mempunyai konfigurasi: 1s22s2p3s3p1. Senyawa kloridanya mempunyai rumus:

a. XCl

b. XCl2

c. XCl3

d. XCl4

e. XCl5

Jawaban: C

Pembahasan:

Unsur X adalah golongan IIIA, sehingga bermuatan +3. Sedangkan Y adalah klorida yang merupakan golongan VIIA yang bermuatan -1. Sehingga perkalian silang antara muatannya akan menghasilkan senyawa XCl3.

Baca Juga : 16-30 Soal Ikatan Kimia Beserta Pembahasan

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *