Hallo adik adik kimia salam kimia , dipostingan kali ini kang ayub akan membahas materi Pengertian Konsep Asam Basa Menurut Arrhenius . nah pastinya adik adik sudah ada yang paham tentang materi asam basa ini , dan ada juga yang belum, insya Allah yang sudah paham  akan makin semakin lebih paham tentang  materi asam basa ini dan yang belum paham insya Allah akan menjadi paham  , sebelum adik adik masuk kemateri ini , sebaiknya adik adik mempelajari dulu materi konfigurasi electron dan ikatan kimia . karena materi diatas merupakan materi prasyarat untuk mempelajari materi ini teori asam basa menurut arrhenius .

Telah kita kenal bahwa Senyawa asam dan basa ini  banyak  dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Nah Secara umum zat-zat yang berasa masam mengandung asam, misalnya asam sitrat pada jeruk, asam cuka, asam tartrat pada anggur, asam laktat ditimbulkan dari air susu yang rusak. Beberapa sifat asam yang disimpulkan oleh Robert Boyle pada tahun 1661 antara lain adalah sebagai berikut: asam memiliki rasa cuka, bersifat korosif, mengubah warna bahan celup tumbuh-tumbuhan dari biru menjadi merah, dan akan kehilangan keasamannya jika bercampur dengan zat basa. Adapun basa dicirikan dengan sifat-sifat yang sebaliknya dari asam dan terasa licin. misalnya sabun, para penderita penyakit maag selalu meminum obat yang mengandung magnesium hidroksida.
Beberapa perbedaan sifat asam dan basa.Beberapa perbedaan sifat asam dan basa.

Asam Basa
1.      Rasanya masam Rasanya pahit
2.      Dalam air menghasilkan ion H+ Dalam air menghasilkan ion OH-
3.      Dapat mengubah warna kertas lakmus birumenjadi merah. Dapat mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru
4.      Jika di tetesi larutan fenolftalen, tak beruah warna Jika di tetesi larutan fenolftalen warnanya berubah menjadi merah muda.
5.      Bersifat korosif ( menyebabkan korosi pada logam) Bersifat kaustik (licin)

Baca juga :

Teori Asam Basa

menurut Arrhenius Asam adalah sebagai zat-zat yang dapat memberikan ion hidrogen (H+) atau ion hidronium (H3O+) bila dilarutkan dalam air. Atau zat yang dapat memperbesar konsentrasi iom H+ dalam air.. Asam umumnya merupakan senyawa kovalen. Misalnya gas hidrogen klorida yang merupakan senyawa kovalen, tetapi apabila dilarutkan ke dalam air akan terurai menjadi ion-ionnya.

Sebenarnya di dalam larutan, ion H+ terikat ke suatu molekul air (H2O) dan terbentuk sebagai ion oksonium (H3O+). Oleh karena itu, penguraian asam dalam air ditulis sebagai berikut.

HA(aq)    +    H2O(l)   ⇔    H3O+(aq)    +    A(aq)

Asam                                        ion oksonium

Tetapi untuk menyederhanakan penulisan dapat dituliskan sebagai berikut.

HA(aq)     ⇔    H+(aq)    + A(aq)

Asam                ion hidrogen

Asam yang dalam larutan banyak menghasilkan H+ disebut asam kuat, sedangkan asam yang sedikit menghasilkan ion H+ disebut asam lemah.

Asam terdiri dari asam kuat dan asam lemah. dalam penulisan reaksi, asam kuat ditulis dengan satu anak panah. Hal ini menunjukkan bahwa asam kuat terionisasi sempurna, sehingga terjadi dari kiri ke kanan. Contoh:

Ionisasi asam kuat

  • Asam klorida

HCl (aq) + H2O (l) →H3O+ (aq) + Cl (aq)

Tetapi untuk menyederhanakan penulisan dapat dituliskan sebagai berikut:

HCl (aq) + H2O (l)  → H+ (aq) + Cl (aq)

  • Asam nitrat

HNO3 (aq) + H2O (l)  →  H3O+ (aq) + NO3 (aq)

  • Asam sulfat

H2SO4 (aq) →  2 H+ (aq) + SO42- (aq)

Tidak semua senyawa yang mengandung hidrogen adalah asam, misalnya alkohol atau etanol mempunyai rumus kimia C2H5OH. Walaupun ada unsur H-nya, alkohol bukan asam. Begitu juga tidak semua hidrogen pada rumus kimia suatu asam dapat dilepaskan sebagai ion H+ dalam larutan.

Ionisasi asam lemah:

  • Asam fluoride

HF (aq) ⇔ H+ (aq) + F (aq)

  • Asam sianida

HCN (aq) ⇔ H+ (aq) + CN (aq)

  • Asam oksalat

H2C2O4 (aq) ⇔ 2H+ (aq) + C2O4 (aq)

Basa Menurut Arrhenius

Basa adalah suatu senyawa yang di dalam air (larutan) dapat menghasilkan ion OH. Umumnya basa terbentuk dari senyawa ion yang mengandung gugus hidroksida (OH) di dalamnya. Amonia (NH3) meskipun merupakan suatu senyawa kovalen, tetapi di dalam air termasuk senyawa basa, sebab setelah di larutkan di dalam air dapat menghasilkan ion OH.

Penguraian basa dalam air ditulis sebagai berikut.

BOH(aq) ⇔    B+(aq) + OH(aq)

Basa                                       ion hidroksida

Contoh penguraian basa dalam air ditulis sebagai berikut.

  • NaOH(aq) → Na+(aq) + OH(aq)
  • KOH(aq) → K+(aq) + OH(aq)
  • Al(OH)3 (aq) → Al3+(aq) + 3OH(aq)
  • NH3(g) + 2H2O(l) → NH4+(aq) + OH

Tidak semua senyawa yang dalam rumus kimianya terdapat gugus hidroksil termasuk golongan basa. Misalnya etil alkohol = CH3OH. Gugus hidroksil pada metil alkohol tersebut dalam larutan tidak dapat dilepaskan sebagai ion OH

Basa yang dalam larutan banyak menghasilkan OHdisebut basa kuat, sedangkan basa yang sedikit menghasilkan ion OHdisebut basa lemah.

Nah pada teori asam basa menurut arrenhius ini memiliki kekurangan

Kekurangan teori asam-basa Arrhenius antara lain adalah:

  • hanya dapat diterapkan pada reaksi yang terjadi dalam air.
  • Tidak dapat membentuk asam, padahal juga mengandung hidrogen dengan bilangan oksidasi +1.
  • Tidak dapat menjelaskan mengapa senyawa yang tidak memiliki OH, seperti Na2CO3, juga membentuk larutan yang bersifat basa jika dilarutkan dalam air.

Perbandingan Perkembangan Teori Asam-Basa

Teori Arrhenius Bronsted-Lowry Lewis
Asam Menghasilkan ion H+ dalam air Donor proton (memberikan proton) Akseptor elektron (menerima pasangan elektron)
Basa Menghasilkan ion OHdalam air Akseptor proton (menerima proton) Donor elektron (memberikan pasangan elektron)
Penetralan Reaksi Pembentukan air H+(aq) + OH(aq) H2O(l) Perpindahan proton

HA + B BH+ + A

As + bs as + bs

Pembentukan ikatan kovalen koordinat

A + B → Aï B

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *