larutan buffer
Kelas XI Uncategorized

Aplikasi Larutan Penyangga (Buffer) Dalam kehidupan

Hallo adik adik kimia salam kimia , nah adik adik udah tau kan mengenai larutan penyangga , dipostingan sebelum nya kita udah membahas mengenai Cara menghitung Ph dari larutan penyangga Asam Dan Basa  , secara ringkas nya larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH nya ,maksud mempertahankan pH itu serperti apa sih ??, nah bagi yang belum baca silahkan baca postingan sebelumnya ya . adik adik tau gak ? ternyata ada juga loh aplikasi  larutan penyangga dalam kehidupan contohnya dalam darah , dan banyak lagi kuy kepoin dan mari dibaca sampai tuntas adik adik kimia biar makin tau dan paham !

Darah ini merupakan larutan penyangga pH , adik adiik harus tau bahwa darah manusia memiliki pH berkisar antara 7,39-7,45. Kenapa mesti ada larutan penyangga dalam tubuh ? dapat kita ketahui bahwa Organ yang berperan dalam mengatur pH darah adalah paru-paru dan ginjal.Keadaan ketika pH darah kurang dari normal disebut asodosis.Sebaliknya, keadaan ketika pH darah lebih dari normal disebut alkalosis.

  • Sistem Larutan Penyangga Dalam Darah

Dalam prosses alam dan kehidupan sehari-hari terdapat beberapa contoh efek dari perubahan konsentrasi pada reaksi kesetimbangan, misalnya transpor oksigen dari paru-paru ke sel tubuh dilakukan oleh hemoglobin dalam sel darah merah. Di dalam paru-paru konsentrasi oksigen relatif tinggi dan hemoglobin bergabung dengan oksigen membentuk oksihemoglobin. Reaksi yang terjadi dapat dituliskan:

Hb + O2 (aq) ↔ HbO2

Dalam jaringan tubuh konsentrasi oksigen rendah dan terjadi reaksi kebalikannya.hemoglobin melepaskan oksigen untuk digunakan oleh sel tubuh. Selagi oksigen dalam perjalanan dari paru-paru ke jaringan tubuh, karbondioksida yang terbentuk oleh respirasi sel dari jaringan tubuh ke paru-paru.Oksigen masuk kedalam tubuh melalui proses pernapasan. Di dalam tubuh oksigen diikat oleh hemoglobin di dalam darah. Adik adik harus tau bahwa Oksigen ini bersifat sangat peka terhadap perubahan pH.

  • Sistem Larutan Penyangga Dalam Cairan Antar Sel

Dalam jaringan tubuh, karbondioksida pada konsentrasi relatif tinggi terlarut dalam darah dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam karbonat

CO2 (g) H2O ↔ H2CO3 (aq)

Dalam paru-paru, konsentrasi karbondioksida relatif rendah sehingga terjadi reaksi kebalikan dan karbondioksida ditolak dari darah ke udara. Kehidupan dapat belangsung jika pH dalam darah dan jaringan tubuh berkisar 7,4. Asam karbonat dalam darah berada dalam keadaan kesetimbangan denganion hidrogen karbonat dengan ion hidrogen. Jika konsentrasi ion hidrogen bertambah, sebagian besaar kelebihan ion hidrogen di tiadakan oleh reaksi dengan ion bikarbonat (HCO3-). Jika konsentrasi ion hidrogen terlalu rendah, bebrapa asam karbonat bereaksi untuk menghasilkan ion hidrogen. Transpor oksigen dalam proses respirasi sangat bergantung pada pH darah. Terjadinya sedikit perubahan pH darah dapat enibulkan kematian sebab ion H+ berpartisipasi pada kesetimbangan respirasi. Agar pH darah tetap berada pada daerah 7,4 sistem darah memerlukan larutan buffer.

Jadi Pada cairan luar sel terdapat sistem penyangga pasangan asam basa konjugasi asam karbonat-bikarbonat (H2CO3 dan HCO3). Sistem ini bereaksi dengan asam dan basa sebagai berikut:

HCO3(aq) + H+(aq)→ H 2CO3(aq)

H2CO3(aq) + OH(aq)→ HCO3(aq) + H2O(l)

Dalam plasma darah terdapat sistem penyangga sebagai berikut:

  1. Campuran asam karbonat (H2CO3) dan basa konjugasinya ion bikarbonat (HCO3).
  2. Campuran asam haemoglobin (HHb) dan basa konjugasinya ion oksihaemoglobin (HbO2).

Dalam sel darah merah terdapat sistem penyangga sebagai berikut:

  1. Campuran asam karbonat (H2CO3) dan basa konjugasinya ion bikarbonat (HCO3).
  2. Campuran asam haemoglobin (HHb) dan basa konjugasinya haemoglobin (Hb).

Berbagai zat yang masuk ke dalam tubuh kemudian diserap oleh darah, akan sangat mempengaruhi harga pH darah. Dengan adanya system penyangga, perubahan pH darah yang drastis, baik penurunan atau kenaikan pH darah dapat dicegah.

Baca juga :

  • Sistem Larutan Penyangga Dalam Sel

Pada cairan intra sel, kehadiran penyangga fosfat sangat penting dalam mengatur pH darah. Penyangga ini berasal dari campuran dihidrogen fosfat (H2PO4 -) dengan monohidrogen fosfat (HPO42-)

Jika dari proses metabolism sel dihasilkan zat-zat yang bersifat asam, ion H+ dari asam ini akan bereaksi dengan H3PO4 2-.

HPO42-(aq) + H+(aq) ↔ H2PO42-

Sebaliknya, jika proses metabolism sel dihasilkan zat-zat yang bersifat basa, ion OH- dari basa ini akan bereaksi dengan H2PO4-.

H2PO- (aq) + OH-(aq) ↔ H2PO4-(aq) + H2O (l)

Dengan demikian perbandingan [H2PO4-] atau [HPO42-] selalu tetap sehingga pH larutan selalu tetap. Penyangga ini juga terdapat di luar sel, tetapi jumlahnya sedikit.Selain itu, penyangga fosfat juga berperan sebagai penyangga urin.

Pada larutan penyangga dalam sel asam basa konjugasi nya adalah [H2PO4-] dan [HPO42-]

  • Air ludah sebagai larutan penyangga

Tahukah bahwa gigi dapat larut jika dimasukkan pada larutan asam yang kuat. Email gigi yang rusak dapat menyebabkan kuman masuk ke dalam gigi. Air ludah dapat mempertahankan pH pada mulut sekitar 6,8. Air liur mengandung larutan penyangga fosfat yang dappat menetralisasi asam yang terbentuk dari fermentasi sisa-sisa makanan.

  • Larutan penyangga pada obat-obatan

Asam asetilsalisilat merupakan komponen utama dari tablet aspirin, merupakan obat penghilang rasa nyeri. Adanya asam pada aspirin dapat menyebabkan perubahan pH pada perut.

Perubahan pH ini dapat mengakibatkan pembentukan hormon yang dapat merangsang penghambatan penggumpalan darah sehingga pendarahan tidak dapat dihindarkan. Oleh karena itu, pada aspirin ditambahkan MgO yang dapat mentransfer kelebihan asam.

Udah makin tau mengenai Manfaat Larutan Penyangga Dalam Kehidupan Sehari Hari ? jika ada pertanyaan silahkan isi komentar dibawah ini , tetap semangat ya adik adik dalam belajar ! salam kimia

Loading...

One thought on “Aplikasi Larutan Penyangga (Buffer) Dalam kehidupan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *