gerak brown

Hallo adik adik kimia , salam kimia , dpiposingan ini kang Ayub akan membahas materi mengenai Cara Membuat Partikel Koloid , nah adik adik sebenarnya tau gak , Koloid itu seperti itu dan apa saja contohnya yang ada dalam kehidupan ini , tenang diblog ini kita akan bahas secara ringkas padat dan cakupannya luas . kuy kuy  adik adik kik kimia kita bahas sampai tuntas dan baca sampai habiis ya materi nya !

adik adik harus tau bahwa Sistem koloid merupakan suatu bentuk campuran dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 – 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).

Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dpat dijumpai sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.

adiik adik mesti tau cara pembuatan koloid ada dua yaitu dengan cara dispersi dan dengan cara kondensasi

A. Cara Dispersi

 1. Dispersi langsung (mekanik)

Cara ini dilakukan dengan memperkecil zat terdispersi sebelum didispersikan ke dalam medium pendispersi. Ukuran partikel dapat diperkecil dengan menggiling atau menggerus partikel sampai ukuran tertentu. Sebagai contoh adalah pembuatan sol belerang dalam air, serbuk belerang dihaluskan dahulu dengan menggerus bersama kristal gula secara berulang-ulang. Campuran semen dengan air dapat membentuk koloid secara langsung karena partikel-partikel semen sudah digiling sedemikian rupa sehingga ukuran partikelnya menjadi ukuran koloid.

  2.  Homogenisasi

Pembuatan susu kental manis yang bebas kasein dilakukan dengan mencampurkan serbuk susu skim ke dalam air di dalam mesin homogenisasi sehingga partikel-partikel susu berubah menjadi 1 seukuran partikel koloid. Emulsi obat pada pabrik obat dilakukan dengan proses homogenisasi menggunakan mesin homogenisasi.

Baca juga :

  3. Peptisasi

Proses peptisasi dilakukan dengan cara memecah partikel partikel besar, misalnya suspensi, gumpalan, atau endapan dengan menambahkan zat pemecah tertentu. Sebagai contoh, endapan Al(OH)3 akan berubah menjadi koloid dengan menambahkan AlCl3 ke dalamnya. Endapan AgCl akan berubah menjadi koloid dengan menambahkan larutan NH3 secukupnya.

  4. Busur Bredig

Busur Bredig adalah suatu alat yang khusus digunakan untuk membentuk koloid logam. Proses ini dilakukan dengan cara meletakkan logam yang akan dikoloidkan pada kedua ujung elektrode dan kemudian diberi arus listrik yang cukup kuat sehingga terjadi loncatan bunga api listrik. Suhu tinggi akibat adanya loncatan bunga api liStrik mengakibatkan logam akan menguap dan selanjutnya terdispersi ke dalam air membentuk suatu koloid logam

 B. Cara kondensasi

Pembuatan koloid dengan cara kondensasi dilakukan dengan menggabungkan partikel larutan sejati sehingga berukuran koloid. Pembuatan itu dapat dilakukan dengan cara reaksi kimia, misalnya, reaksi redoks, hidrolisis, dekomposisi rangkap, dan penggantian pelarut.

 1. Reaksi redoks

Pengertian reaksi redoks telah dipelajari di kelas X. Contoh pembuatan koloid dengan cara reaksi redoks adalah pembuatan sol belerang dan sel emas. Sol belerang merupakan reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dan belerang dioksida (SO2) yang dilakukan dengan cara mengalirkan gas H2S ke dalam larutan SO2 sesuai dengan persamaan reaksi berikut.

2 H2(g) + SO2 (aq) → 2 H2O(l) + 3 S(s) Pembuatan sol emas dilakukan dengan cara mereaksikan larutan HAuCl4 dengan larutan K2CO3 dan formaldehida (HCHO) sesuai dengan persamaan reaksi berikut.

2 HAuCl4(aq) + 6 K2CO3(aq) + 3 HCHO(aq) →2 Au(s) + 5 CO2(g) + 8 KCl(aq) + 3 HCOOK(aq) + KHCO3(aq) + 2 H2O(l)

 2. Reaksi Hidrolisis

Reaksi hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Contoh koloid yang dibuat berdasarkan reaksi hidrolisis adalah pembuatan sol Fe(OH)3 yang dilakukan dengan cara memasukkan larutan FeCl3 ke dalam air mendidih.

FeCl3(aq) + 3 H2O(l) →Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)

3.  Dekomposisi Rangkap

Contoh pembuatan koloid dengan cara dekomposisi rangkap adalah pembuatan sol A5283 dan sol AgCl. Sol As233 dapat dibuat berdasarkan reaksi antara larutan Aszo3 dan larutan HzS sesuai dengan persamaan reaksi berikut.

As2O3(aq) + 3 H2S(aq) → As2s3(s) + 3 H2O(l)

Sol AgCl dapat dibuat dengan cara mereaksikan larutan perak nitrat encer dengan larutan HCl encer.

AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(S) + HNO3(aq)

4. Penggantian pelarut

Contoh pembuatan koloid dengan penggantian pelarut adalah larutan jenuh kalsium asetat yang dicampur dengan alkohol akan membentuk suatu koloid berupa gel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *