Kelas XI

Pengertian Dan Contoh Gerak Brown Dari Sifat Koloid

Hallo adik adik kimia , salam kimia ! bagaimana kabar adik adik kimia ? masih semangat belajar ? nah harus tetap semangat ya karna adik adik lah penerus professor dan saintis diindonesia , by the way , disini kang ayub akan membahas materi yang sangat menarik yaitu Pengertian dan contoh gerak Brown dari sifat koloid , dimana sebelum nya kang ayub sudah membahas materi sifat koloid dari Efek Tyndall .

Tanpa basa pahit lagi ,,kuy kita masuk saja kematerinya adik adik !

Gerak berown pertama kali diamati pada 1827 oleh Robert Brown (1773-1858). Fenomena ini dijelaskan oleh Albert Einstein (1879-1955). Menurut Einstein, suatu partikel mikroskopis yang melayang dalam suatu medium pendispersi akan menunjukkan suatu gerak acak atau gerak zaig-zag. Gerakan ini disebabkan oleh medium pendispersi yang menabrak partikel terdispersi dari berbagai sisi dalam jumlah yang tidak sama untuk setiap sisi.

Gerak Brown

Gerak brown adalah gerak tidak beraturan, gerak acak atau gerak zig-zag partikel koloid. Gerak brown terjadi karena benturan tidak teratur partikel koloid dan medium pendispersi. Benturan tersebut mengakibatkan partikel koloid bergetar dengan arah yang tidak beraturan dan jarak yang pendek.

Gerak Brown menunjukkan kebenaran teori kinetik molekul yang menyatakan bahwa molekul-molekul dalam zat cair senantiasa bergerak. Gerak Brown terjadi sebagai akibat tumbukan yang tidak seimbang dari molekul-molekul medium terhadap partikel koloid. Dalam suspensi tidak terjadi gerak Brown karena ukuran partikel cukup besar, sehingga tumbukan yang dialaminya seimbang. Partikel zat terlarut juga mengalami gerak Brown tetapi tidak dapat diamati.

Baca juga :

Gerak Brown merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid.oleh karena bergerak terus-menerus, maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi, sehingga tidak mengalami Brown merupakan salah satu faktor yang menstabilkan koloid.oleh karena bergerak terus-menerus, maka partikel koloid dapat mengimbangi gaya gravitasi, sehingga tidak mengalami sedimentasi.

gerak brown

Gerak Brown yang paling mudah dipahami adalah pada susu. Apabila susu didiamkan untuk waktu beberapa lama, tidak akan didapati endapan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi gerak Brown
1. Suhu (T) : semakin tinggi susu sistem koloid, maka semakin besar energi kinetik yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu sistem koloid, maka gerak Brown akan semakin lambat. Coba adik adik bayangkan ketika susu itu dipanas kan dengan suuhu yang tinggi , maka susu itu semakin encer , dikarekan dimana semakin besar energy kinetiknya yang dimiliki partikel medium pendispersinya
2. Partikel (α) : semakin kecil ukuran partikel koloid, maka semakin cepat gerak brown. Sebaliknya semakin besar ukuran partikel koloid, maka semakin lambat gerak Brown. Hal ini menjelaskan mengapa gerak Brown sulit diamati dalam larutan dan tidak ditemukan dalam zat padat (suspensi).
3. Visikositas (η) : semakin kecil visikositas /kekentalan maka gerak Brown semakin cepat. Sebaliknya semakin besar visikositas kekentalan maka gerak Brown semakin lambat. Jadi susu akan semakin kental karena viskositas nya besar dan sebaliknya

Bagaimana adik adik sudah makin paham mengenai Sifat Koloid dari Gerak Brown ? jika adik adik memiliki pertanyaan silahkan isi dikolom komentar ya ! tetap semangat adik adik dalam belajarnya ya , salam kimia !

 

Loading...

One thought on “Pengertian Dan Contoh Gerak Brown Dari Sifat Koloid”

  1. I would like to thank you for the efforts you have put in penning this blog.
    I am hoping to check out the same high-grade blog posts from you later on as well.
    In fact, your creative writing abilities has inspired
    me to get my very own blog now 😉

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *