Indikator Universal

Hallo adik adik kimia , salam kimia !Nah dipostingan ini kang Ayub akan membahas materi mengenai Bagaimana Cara Menghitung pH Dengan Indiakator asam basa ? Nah dewasa ini banyak sekali contoh asam basa dalam kehidupan , tapi pernahkah adik adik berfikir untuk menghitung berapa harga pH , pada suatu zat atau air minum , air suling atau atau menghitung berapa ph pada buah jeruk , mangga , kedondong , serta pH pada kapur sirih ?

Sifat Larutan

Senyawa asam dapat dibedakan dari senyawa basa, salah satunya dengan cara mencicipi rasanya. Senyawa asam mempunyai rasa masam misalnya jeruk dan tomat, sedangkan senyawa basa cenderung mempunyai rasa pahit, misalnya sabun. Namun, tidak semua senyawa asam basa boleh diidentifikasi dengan cara itu, karena ada juga senyawa asam-basa yang berbahaya. Misalnya senyawa asam klorida dan asam sulfat bersifat korosif, sedangkan senyawa kimia amonia berbau busuk menyengat. Selain itu ada juga zat kimia yang beracun dan dapat menyebabkan iritasi.

Sifat asam – basa dari suatu larutan juga dapat di tunjukkan dengan mengukur pH nya. pH adalah suatu parameter yang di gunakan untuk menyatakan tingkat keasaman larutan. Larutan asam mempunyai pH lebih kecil dari 7, larutan basa mempunyai pH lebih besar dari 7, sedangkan larutan netral mempuyai pH = 7. pH larutan dapat di tentukan dengan menggunakan indikator pH ( indikator universal) atau dengan pH – meter.

Sebagai tahap awal dealam mengidentifikasi asam dan basa, sifat- sifat umum di antaranya keduanya.

Beberapa perbedaan sifat asam dan basa.

Asam Basa
1.      Rasanya masam Rasanya pahit
2.      Dalam air menghasilkan ion H+ Dalam air menghasilkan ion OH-
3.      Dapat mengubah warna kertas lakmus birumenjadi merah. Dapat mengubah warna kertas lakmus merah menjadi biru
4.      Jika di tetesi larutan fenolftalen, tak beruah warna Jika di tetesi larutan fenolftalen warnanya berubah menjadi merah muda.
5.      Bersifat korosif ( menyebabkan korosi pada logam) Bersifat kaustik (licin)

  1.    Indikator Universal

Dikenal ada dua jenis kertas lakmus. Pertama kertas lakmus merah dan biru. Kertas lakmus ini hanya digunakan untuk menentukan suatu larutan bersifat asam atau basa, tetapi tidak dapat digunakan untuk menentukan besar Ph larutan. Kedua adalah kertas lakmus yang dikenal dengan indikator universa;, yang dapat digunakan untuk mengetahui besar Ph larutan. Penggunaan indikator universal ini sangat sederhana, yaitu dengan dicelupkan pada larutan atau ditetesi dengan larutan yang akan diukur Ph-nya, kemudian dibandingkan perubahan warna yang terjadi pada peta warna yang tersedia.

kertas lakmus

asam basa dapat diidentifikasi menggunakan kertas lakmus dengan cara mengamati perubahan warna kertas lakmus ketika bereaksi dengan larutan. Ada dua jenis kertas lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru.

Kertas lakmus merah yang dicelupkan ke larutan asam tidak akan berubah warna. Jika kersebut dicelupkan ke larutan basa, akan berubah warna menjadi biru. Sebaliknya, jika kertas lakmus biru yang dicelupkan ke larutan asam, lakmus akan berubah menjadi warna merah. Adapun jika dicelupkan ke larutan basa, warnanya tetap biru.

Baca juga :

pengujian sifat beberapa larutan dengan kertas lakmus

No. Bahan Larutan Perubahan Warna Lakmus Sifat Larutan
Merah Biru
1. Amonia Biru Biru Basa
2. Natrium Hidroksida Biru Biru Basa
3. Gula Merah Biru Netral
4. Garam dapur Merah Biru Netral
5. Air jeruk Merah Merah Asam
6. Amonium klorida Merah Merah Asam

      2.  Larutan Indikator

Indikator asam basa adalah suatu zat yang memberikan warna berbeda pada larutan asam dan larutan basa. Dengan adanya perbedaan warna tersebut, indikator dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat bersifat asam atau basa.

Indikator asam basa adalah zat kimia yang mempunyai warna berbeda dalam larutan asam dan larutan basa. Sifat itulah yang menyebabkan indikator asam-basa dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat asam dan basa. Ada beberapa jenis indikator asam-basa, yaitu :

No. Nama Indikator Daerah pH Perubahan Warna Perubahan Warna dari pH Rendah ke pH Tinggi
1. Timol biru 1,2 – 2,8 Merah – kuning
2. Bromfenol biru 3,0 – 4,6 Kuning – biru
3. Metil oranye 3,2 – 4,4 Merah – kuning
4. Bromkresol hiaju 3,8 – 5,4 Kuning – biru
5. Metil merah 4,8 – 6,0 Merah – kuning
6. Bromkresol ungu 5,2 – 6,8 Kuning – ungu
7. Bromtimol biru 6,0 – 7,6 Kuning – biru
8. Kresol merah 7,0 – 8,8 Kuning – merah
9. Timol biru 8,0 – 9,6 Kuning – biru
10. Fenolftalein 8,3 – 10,1 Tidak berwarna – merah
11. Alizarin kuning 10,1 – 12,0 Kuning – merah

3.  Indikator Alami

Asam-basa dapat juga diidentifikasi dengan menggunakan indikator alami. Indikator tersebut dapat dibuat dari bumbu dapur, bunga, dan buah-buahan. Bahan-bahan tersebut agar dapat digunakan sebagai indikator, harus dibuat dalam bentuk larutan dengan cara mengekstraknya. Selanjutnya, kedalam larutan indikator alami tersebut diteteskan larutan asam-basa. Perubahan warna yang terjadi pada setiap indikator alami akan bervariasi. Contohnya mahkta bunga-bunga berwarna, daun, kunyit, wortel dan bit.

Tabel hasil pengujian beberapa macam ekstrak bunga berwarna dengan larutan cuka dan air kapur.

No. Bahan Warna Ekstrak Mahkota Bunga
Sepatu Terompet Kana
1. Air Suling Merah Ungu Kuning
2. Larutan Cuka Merah Merah Jingga
3. Air Kapur Hijau Hijau Hijau Muda

4.  pH Meter

Indikator listrik telah dikembangkan untuk menghasilkan indikator yang lebih akurat dan sederhana. Ada beberapa keuntungan dalam menggunakan Ph meter, yaitu keakuratannya yang sampai dua angka decimal, mudah digunakan dan efektif. Kekurangan utamanya adalah harganya yang cukup mahal dan perawatannya yang harus hati-hati.

Menggunakan pH meter semudah menjatuhkan elektroda kedalam larutan. Monitor bisa langsung membaca pH. Elektroda harus diobersihakn dengan air suling setiap kali setelah digunakan untuk menjaga akurasinya.

bagaiamana adik adik apakah sudah paham mengenai indikator asam basa , jika ada pertanyaan silahkan isi dikolom komentar dibawah ini . jangan segan segan ya , kuy tetap semangat dalam belajar kimia ya , kalian penerus masa depan saintis kimia diindonesia . salam kimia !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *