contoh koloid

Jenis Jenis Koloid Dan Contohnya Berdasarkan Fase Terdispersi Dan Medium Pendispersinya

Hallo adik adik kimia , salam kimia , dipstingan ini kang ayub akan membahas mengenai Jenis Jenis Koloid Beserta Fase Terdispersi dan Medium Pendispersinya . sangat banyak sekali contoh koloid dalam kehidupan ini , nah karna sangat banyak nya koloid , para ilmuwan mengelompokkan koloid ini berdasarkan jenisnya dan juga berdasarkan fase dan medium pendispersinya , nah pastinya dimateri ini ada yang udah paham dan ada yang belum paham kn ? bagi yang belum paham , adik adik sudah berada ditempat yang tepat untuk belajar kimia ,  dijempol kimia ini . dan bagi yang sudah paham akan mendapat wawasan lebih luas lagi disini !

kuy tanpa basa basi lagi kita masuk materinya ya ! dibaca sampai tuntas ya biar makin paham !

Jenis koloid

 1. Emulsi

Emulsi adalah dispersi koloid zat cair dengan zat cair. Bila medium pendispersinya berupa zat padat di ssebut emulsi padat. Emulsi dapat di buat dengan mengaduk kedua zat cair tersebut. agar emulsi stabil maka perlu di tambah emulgator . contoh dari emulgator adalah sabun

Contoh emulsi adalah air dalam minyak dan minyak dalam air. Keduanya sepertinya sama tetapi sebenarnya berbeda. Pada emulsi air dalam minyak, air sebagai fase terdispersi sedangkan medium pendispersinya minyak. Sebaliknya pada emulsi minyak dalam air yang berfungsi sebagai fase terdisfersi adalah minyak. Minyak di sini adalah semua zat cair yang tidak bercampur dengan air.

Emulsi minyak dalam air atau air dalam minyak dapat di bedakan menjadi dua cara :

  1. Penambahan air. Jika air yang di tambahkan segera bercampur maka emulsinya adalah minyak dalam air, sedangkan jika air ditambahkan tidak bercampur maka emulsinya adalah air dalam minyak.
  2. Penambahan zat elektrolit. Jika menambah daya hantar listrikmaka emulsinya adalah minyak dalam air, sedangkan jika tidak menambah daya hantar listrik maka emulsinya air dalam minyak.

Contoh emulsi minyak dalam air adalah santan dan susu, sedangkan contoh emulsi air dalam minyak adalah minyak bumi, minyak ikan, dan mayonase.

2. Sol

contoh sol

Sol adalah koloid dengan fase terdispersi zat padat dan medium pendispersi zat cair atau zat padat. Jika medium pendispersinya zat cair di namakan sol. Sedangkan jika medium pendispersinya padat di namakan sol padat.

Ada dua jenis sol, yaitu sol liofil dan sol liofob:

  1. Sol liofil ( jika pendispersinya air, maka disebut hidrofil), terjadi penyerapan medium pendispersi sehingga menjadi setengah kaku (gel) contoh: agar-agar, gelatin lem kanji.
  2. Sol liofob ( jika pendispersinya air, maka di sebut hidrofob). Tidak terjadi penyerapan medium pendispersinya. Contoh : sol belerang dan sol emas.

3. Busa atau buih

Contoh Koloid Busa merupakan sisitem koloid yang fase terdispersinya berupa gas dan medium pendispersinya berupa zat cair. Bila medium pendispersinya berupa zat padat di sebut busa padat. Busa dapat di buat dengan mengalirkan gas ke dalam medium pendispersinya yang mengandung busa. Untuk menstabilkan busa maka di gunakan zat penstabil busa misalnya sabun dan protein. Zat yang dapat menghalangi terjadinya busa antara lain minyak tanah dan alcohol. Busa di bagi menjadi dua yaitu busa padat dan busa cair.

4. Aerosol

aerosol Jika medium pendispersi adalah gas maka di namakan aerosol. Aerosol ada dua yaitu aerosol padat dan aerorol cair (aeromulsi) aerosol padat jika medium terdispersinya zat padat, contohnya asap dan debu. Aerosol cair jika medium terdispersinya zat cair, contohnya kabut atau awan.

Baca juga : 

5. Gel

Contoh Koloid Gel Bila zat cair dan zat padat di campur pada konsentrasi yang tepat maka zat cair yang ada dapat terserap oleh zat padatnya. Peristiwa tersebut di namakan galasi dan zat yang terbentuk dinamakan gel. Beberapa gas misalnya oksida terhidrat bila di lakukan pengocokan akan mencair membentul sol, tetapi bila di dinginkan akan membentul gel kembali. Peristiwa perubahan gel menjadi sol atau sebaliknya di namakan tiksotropi. Contoh gel antara lain mentega, keju, agar- agar, lem kanji, selai, gel sabun dan produk- produk kosmetik.

nah adik adik ,dapat kita lihat secara lengkap pada jenis jenis koloid , serta fase nya serta contohnya pada tabel dibawah  ini :

Jenis Fase terdispersi Medium pendispersi Contoh
Aerosol cair

Aerosol padat

Buih

Emulsi

Sol cair

Busa padat

Gel

Sol padat

Cair

Padat

Gas

Cair

Padat

Gas

Cair

Padat

Gas

Gas

Cair

Cair

Cair

Padat

Padat

Padat

Kabut, awan

Asap, gas buang mobil, debu

Sabun

Susu, santan, es krim

Tinta, cat

Karet, spoon, batu apung busa

Jeli, keju, mentega

Batu permata, kaca, baja

Berdasarkan interaksi fase terdispesi dan medium pendispersi, koloid sol dibagi atas sol liofil dan sol liofob.Jika interaksi antara zat terdispersi dan medium pendispersi kuat, maka disebut sol liofil. Contohnya, agar, susu, dan santan. Sebaliknya jika interaksi antara zat terdispersi dan medium pendispersi lemah maka disebut sol liofob.Contohnya, sol belerang dan sol emas.Jika medium pendispersinya air, sol liofil disebut hidrofil, sedangkan liofob disebut hidrofob.

Perbedaan antara koloid liofilik dan koloid liofobik

No Sifat Koloid liofolik Koloid liofobik
1 Pembuatan Dapat dibuat dengan mudah melalui pencampuran langsung Hanya dapat dibuat dengan metode khusus
2 Sifat Reversible Tidak reversible
3 Ukuran partikel Dapat dibandingkan dengan ukuran partikel sistem larutan Partikel-partikel merupakan agregat molekul.
4 Stabilisasi Stabil dengan sendirinya Kurang stabil dan memerlukan agen penstabil
5 Visibilitas Partikel-partikel tidak dapat dilihat walaupun dengan mikroskop ultra Partikel-partikel dapat dilihat dengan mikroskop ultra
6 Kekentalan

(viskositas)

Viskositas sistem koloid lebih besar daripada viskositas medium pendispersinya. Viskositasnya sama dengan medium pendispersinya
7 Tegangan permukaan Lebih rendah daripada tegangan permukaan medium pendispersinya Sama dengan tegangan permukaan medium pendispersinya
8 Pengaruh medan listrik Partikel-partikel dapat berpindah menuju katode atau anode atau tidak bergerak semua Partikel-partikel dapat berpindah menuju katode atau anode atau bergantung pada muatannya
9 Aksi elektrolit Untuk koagulasi sol diperlukan elektrolit yang banyak Untuk koagulasi diperlukan sedikit elektrolit
10 Efek Tyndall Tidak menunjukan efek tyndall Menunjukan efek tyndall
11 Muatan Partikel-partikel tak bermuatan atau bermuatan sedikit Partikel-partikel positif atau negative
12 Solvasi Partikel-partikel pada umumnya tersolvasi Partikel-partikel tidak tersolvasi

 

Bagaimana adik adik sudah makin paham mengenai materi kali ini , jika adik adik belum paham , adik adik bisa tanyakan dengan mengisi kolom komentar dibawah ini . tetap semangat adik adik ! salam kimia

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *