koloid

Bagaimana Cara Menstabilkan Suatu Koloid ??

Hallo adik adik kimia ,, dipostingan ini kita akan mempelajari materi koloid ,cakupan dari materi kolod ini sangatlah banyak , namun topik yang akan dibahas lebih spesifiknya nya adalah Cara Menstabilkan Koloid .adik adik harus tau koloid pertama kali diutarakan oleh seorang ilmuwan Inggris, Thomas Graham, sewaktu mempelajari sifat difusi beberapa larutan melalui membran kertas perkamen. Graham menemukan bahwa larutan natrium klorida mudah berdifusi sedangkan kanji, gelatin, dan putih telur sangat lambat atau sama sekali tidak berdifusi. Zat-zat yang sukar berdifusi tersebut disebut koloid.

Nah ada beberapa cara untuk menstabilkan koloid  :

Kestabilan Koloid

Koloid merupakan sistem dispersi yang relatif kurang stabil dibandingkan larutan. Untuk menjaga kestabilan koloid dapat dilakukan cara-cara sebagai berikut

 1.  Menghilangkan muatan koloid

Koagulasi dapat dicegah dengan cara menghilangkan muatan dari koloid tersebut. Proses penghilangan muatan koloid dilakukan dengan proses dialisis. Pada dasarnya, proses dialisis adalah proses menghilangkan muatan koloid dengan cara memasukkan koloid ke dalam membran semipermeabel. Membran ini mempunyai pori-pori yang mampu ditembus oleh ion, tetapi tidak mampu ditembus partikel koloid. Jika kantong semipermeabel tersebut dimasukkan ke dalam aliran air, ion-ion yang keluar dari membran semipermeabel akan terbawa aliran air, sedangkan koloidnya masih tetap di dalam kantung semipermeabel.

kestabilan koloid

Salah satu pemanfaatan proses dialisis yang pcnting adalah proscs cuci darah (bemodialisis). Pada proses hemodialisis, darah kotor dari pasien dilewatkan dalam pipa-pipa yang terbuat dari membran semipermeabel. Sclama darah bcrjalan, pipa semipermeabel tersebut dialiri cairan (biasanya plasma darah) sehingga ion-ion dalam darah kotor tadi akan terbawa pada aliran plasma darah yang bcrfungsi sebagai pencuci.

baca juga :

2. Penambahan Stabilisator Koloid

Dengan menambahkan suatu zat ke dalam suatu sistem koloid dapat menstabilkan koloid, misalnya penambahan emulgator dan koloid pelindung.Emulgator adalah zat yang di tambahkan ke dalam suatu emulsi ( koloid cair dalam cair atau cair dalam padat) dengan tujuan menjaga koloid agar tidak mudah terpisah. contoh : penambahan sabun ke dalam minyak dan air , serta penambahan amonia dalam pembuatan emulsi pada kertas film.Emulgator merupakan senyawa organik yang mengandung kombinasi gugus polar dan non polar sehingga mampu mengikat zat polar (air) dan zat non polar.Salah satu emulsi yang kita kenal sehari-hari adalah susu, dimana lemak terdispersi dalam air. Susu mengandung kasein yaitu suatu protein yang berfungsi sebagai zat pengemulsi.

gerak brown

Jika susu menjadi masam, akibat laktosa (gula susu) teroksidasi menjadi asam laktat, kasein akan terkoagulasi dan tidak dapat menstabilkan emulsi lagi. Akibatnya lemak dan kasein akan terpisah dari susu. Coba anda amati peristiwa tersebut dengan membiarkan susu dalam suatu wadah transparan menjadi masam ! Apa yang anda lihat ? Peristiwa ini banyak dimanfaatkan dalam industri obat-obatan dan kosmetika, seperti dalam pembuatan salep, cream, lotion, dan minyak ikan. Contoh lainnya adalah penambahan amonia dalam pembuatan emulsi pada kertas film.

  • Koloid Pelindung

Koloid pelindung merupakan koloid yang ditambahkan ke dalam system koloid agar menjadi stabil. Misalnya penambahan gelatin pada pembuatan es krim dengan maksud agar es krim tidak cepat memisah sehingga tetap kenyal, serta penambahan gum arab pada pembuatan semir, cat dan tinta dapat bertahan lama karena menggunakan koloid pelindung.Koloid yang terbentuk, baik dengan cara kondensasi mauupun dispersi, dapat di murnikan dengan cara dialysis, ultrafiltrasi, dan elektroforesis.

a. Dialisis

Oleh karena memiliki sifat pengedsorpsi, koloid biasanya bercampur dengan ion-ion pengganggu. Koloid dapat di pisahkan dari ion-ion terlarit dengan cara dialisis. Cara nya dengan melawatkan pelarut pada system koloidmelalui membrane semipermiabel. Ion-ion atau molekul terlarut akan mengikuti pelarut sedangkan pertikel koloid tidak. Dalam bidang kesehatan, prinsipkerja dialisis tersebut di manfaatkan sebagai mesin pencuci darah untuk penderita ginjal.

b. Ultrafiltrasi

Diameter pertikel koloid lebih kecil daripada pertikel suspensi sehingga koloid tidak dapat di sering menggunakan kertas saring biasa. Koloid dapat di pisahkan dengan menggunakan kertas saring yang berpori khusus untuk memperkecil pori, kertas penyaring di celupkan ke dalam kolodion, misalnya sefolan.

c. Ekeltroforesis

Selain untuk menentukan muatan koloid an memisahkan asap dan debu dari udara, elektroforesis juga dapat di gunakan untuk memurnikan koloid dari partikel-partikel zat pelarut. Cara kerjanya sama, koloid yang bermuatan negative akan bergerak kea rah electrode positif. Sebaliknya karutan koloid yang bermuatan positif akan bergerak kearah elektroda positif. Dengan demikian campuran koloid positif dan negative akan dapat terpisahkan.

bagaimana adik adik apakah ada pertnyaan , atau masih bingung dengan materinya ? jika adik adik masih bingung ,silahkan isi pertanyaan dikolom komentar ya . tetap semangat adik adik dalam belajar

 

 

 

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *