sifat koloid

Hallo adik adik ,dipostingan sebelumnya  kang Ayub telah membahas materi mengenai Sifat koloid gerak brown dan efektyndal ,dipostingan ini kita akan membahas sifat koloid selanjunya yaitu Adsorbsi dan  Koagulas. sebelum masuk materi alangkah baik nya adik adik persiapkan snack dalam belajar , dan juga cemilan lainnya ,heheh

oke tanpa basi lagi kita masuk saja dalam materinya , kuy !!

Sifat Koloid

 1. Adsorpsi

Koloid mempunyai partikel yang sangat kecil (luas permukaan besar) menyebabkan koloid mempunyai daya adsorpsi yang besar.Adsorpsi adalah melekatnya zat pada permukaan padatan atau cairan.Partikel koloid mudah mengadsorpsi zat warna.Pada pencelupan tekstil, tekstil dilapisi dengan hidroksida dari alumunium atau kromium agar dapat mengikat zat warna.Partikel koloid dapat mengadsorpsi ion atau muatan listrik.sehingga koloid tersebut menjadi bermuatan. Untuk berlangsungnya adsorpi minimum harus ada dua macam zat, yaitu zat yang diadsorpsi disebut dengan adsorbad dan zat yang mengadsorpi disebut dengan adsorban.

Partikel koloid dari Fe(OH)3 bermuatan positifdalam air, karena mengadsorpsi ion positif, sedangkan partikel koloid As2S3 dalam air bermuatan negatif karena mengadsorpsi ion negatif.

Partikel koloid mampu menyerap molekul netral atau ion-ion pada permukaannya. Jika partikel koloid menyerap ion bermuatan, kemudian ion-ion tersebut menempel pada permukaannya, partikel koloid tersebut menjadi bermuatan. Penyerapan yang hanya terjadi di permukaan saja disebut adsorbsi atau penyerapan. Sedangkan penyerapan yang terjadi di seluruh bagian disebut absorbsi. Muatan dalam partikel koloid bukan disebabkan oleh ionisasi paertikel seperti pada larutan, melainkan disebabkan oleh adanya ion lain yang diadsorbsi.

Sifat adsorpsi partikel koloid ini sangat panting karena berdasarkan sifat tersebut banyak manfaat yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh:

  1. Penyembuhan sakit perut yang disebabkan oleh bakteri Apabila kita sakit perut yang disebabkan olch bakteri maka kita dianjurkan minum oralit atau norit. Oralit atau norit dapat menyembuhkan sakit perut kamna dalam usus dapat membentuk sistem koloid yang mampu mengadsorpsi bakteri, sehingga bakteri itu mati.
  2. Pemutihan gula tebu Gula tebu yang dijual di toko atau di pasar ada yang berwama cokelat kotor dan ada yang berwarna putih bersih Gula tebu yang berwana putih bersih berasal dari gula berwarna cokelat kotor yang sudah diputihkan melalui sistem koloid. Caranya adalah larutan gula yang berwarna cokelat dilewatkan dalam sistem koloid, yaitu mineral yang berpori.Setelah itu dilewatkan melalui arang tulang yang dapat menyerap warna gula, sehingga lamtan gula menjadi jernih tidak berwarna.

2. Koagulasi

Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid yang terjadi karena kerusakan stabilitas sistem koloid atau karena penggabungan partikel koloid yang berbeda muatan sehingga membentuk partikel yang lebih besar. Koagulasi dapat terjadi karena pengaruh pemanasan, pendinginan, penambahan eleketrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan karena, elektroforesis. Koagulasi terjadi karena setiap partikel koloid yang memiliki muatan yang berlawanan saling menetralkan dengan gaya elektrostatik hingga membentuk partikel yang besar dan menggumpal. Elektroforesis dapat menyebabkan koagulasi karena endapan pada salah satu elektrode semakin lama semakin pekat, dan akhirnya membentuk gumpalan.

Contoh dalam kehidupan :

  • Perebusan telur
  • Pembuatan yoghurt
  • Pembuatan tahu
  • Pembuatan lateks
  • Penjernihan air sungai
  • Pembentukan delta
  • Pengolahan asap atau debu

Peristiwa kimia yang dapat menyebabkan terjadinya koagulasi misalnya:

  • Pencampuran koloid yang berbeda muatan

Jika sistem koloid yang berbeda muatan dicampurkan, akan menyebabkan terjadinya koagulasi dan akhimya mengendap. Sebagai contoh, sol Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan mengalami koagulasi jika dicampur dengan sol As2S3. Dengan adanya peristiwa tersebut, jika Anda mempunyai tinta dari merek yang berbeda di mana yang satu merupakan koloid negatif dan yang lain merupakan koloid posrif, jangan sampai dicampurkan karena dapat mengalami koagulasi.

Baca juga

  • Adanya elektrolit

Jika koloid yang bermuatan positif dicampurkan dengan suatu larutan elektrolit, maka ion-ion negatif dari larutan elektrolit tersebut akan segera ditarik oleh partikel-partikel koloid positif tersebut. Akibatnya, ukuran koloid menjadi sangat besar dan akan mengalami koagulasi. Sebaliknya, koloid negatif akan menyerap ion-ion positif dari suatu larutan elektrolit.

Jadi, ion negatif akan mengoagulasi koloid positif dan sebaliknya ion positif akan mengoagulasi koloid negatif. Proses koagulasi semakin mudah jika konsentrasi ion dalam larutan tersebut makin besar. dan jika ukuran muatan ion yang berperan dalam proses koagulasi makin besar.

Contoh proses koagulasi dengan penambahan elektrolit dalam kehidupan sehari-hari adalah penambahan tawas dalam proses pcnjernihan air. Tawas merupakan garam aluminium sulfat (Al2(SO4)3) yang di dalam air akan tcrionisasi menghasilkan ion Al3+. Ion aluminium ini mempunyai kemampuan untuk menarik molekul-molekul polar termasuk air dan lumpur (koloid) sehingga terjadi koagulasi. Proses koagulasi menghasilkan partikel yang sangat besar dan akan mudah mengendap akibat gaya gravitasi. Contoh lainnya adalah terbentuknya delta di muara sungai akibat lumpur (koloid) yang ada dalam air sungai berinteraksi dengan air laut yang mengandung ion-ion garam sehingga lumpur mengalami koagulasi dan mengendap.

Partikel karet dalam lateks dapat dikoagulasikan dengan asam asetat.Terbentuknya delta di muara sungai dan pulau di tengah sungai merupakan peristiwa koagulasi. Partikel tanah liat dalam air sungai bercampur dengan air laut atau air sungai yang lain akan terjadi koagulasi karena air laut atau air sungai yang lain merupakan suatu elektrolit. Peristiwa koagulasi ini terjadi bertahun-tahun dan akhirnya membentuk pulau kecil atau delta.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *