Laju Reaksi

Hallo adik adik kimia , salam kimia ! Dipostingan ini kang Ayub akan membahasn materi tentang Faktor yang mempengaruhi laju reaksi . Ada beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi, yaitu konsentrasi , kereaktifan zat pereaksi, temperatur, katalis, dan luas permukaan bidang.

  1. Konsentrasi

Dalam kehidupan sehari- hari dapat diamati pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi, misalnya kendaraan yang konsumsi bahan bakarnya  banyak (boros) dapat berjalan lebih cepat dibandingkan dengan kendaraan yang konsumsi bahan bakarnya sedikit (irit).

pengaruh konsentrasi

Pengaruh konsentrasi dan laju reaksi adalah, semakin besar konsentrasi zat pereaksi, makin cepat laju reaksinya. Hal iini dimengerti karena semakin tinggi konsentrasi zat- zat pereaksi, makin banyak pula kemungkinan terjadinya tumbukan antar partikel- partikel.

  1. Kereaktifan Zat Pereaksi

Unsur- unsur yang reaktif reaksinya akan lebih cepat draipada unsur- unsur yang kurang reaktif. Contohnya reaksi Kalium (K) dengan air dan reaksi Kalsium (Ca) dengan air. Kalium bereaksi dengan cepat dengan air sedangkan kalsium bereaksi lambat dengan air.

Baca juga :

Laju Reaksi :Persamaan Laju Reaksi Dan Orde Reaksi Kimia

Laju Reaksi : Pengertian , Rumus Dan Contoh Soal Laju Reaksi

Latihan Soal 16-25 Laju Reaksi Serta Pembahasan Soal

25 Soal Dan Pembahasan Materi Laju Reaksi Kelas XI

  1. Temperatur

Beberapa reaksi tidak terjadi atau berlangsung lambat pada temperatur kamar, tetapi akan berlangsung cepat ketika zat pereaksi dipanaskan. Panas menyediakan energi untuk mengubahpartikel yang tidak aktif menjadi aktif. Partikel yang tidak aktif berada pada tingkat energi yang rendah sehingga tidak dapat merusak ikatannya pada saat tumbukan dan reaksi tidak jadi. Partikel aktif dapat merusak ikatannya pada saat tumbukan sehingga dapat terjadi reaksi.

temperatur

Energi yang diperlukan untuk mengubah partikel- partikel tidak aktif menjadi partikel- partikel aktif disebut energi aktivasi, Ea

Dengan demikian, alju reaksi tidak hanya bergantung pada banyaknya tumbukan (hanya faktor konsentrasi saja), tetapi juga bergantung pada efisiensi tumbukan ( faktor energi ).

Untuk sistem reaksi pada temperatur tertentu, partikel memiliki suatu daerah energi kinetik. Ada energinya sangat rendah dan ada energinya sangat tinggi, tetapi kebanyakan berada pada tingkat energi rata- rata.

Pada saat temperatur dinaikkan, jumlah energi kinetik partikel- partikel yang bertumbukan bertambah sehingga distribusi energi tumbukan bergerak ke kanan. Selain itu, lebih banyak partikel yang memilki energi lebih besar dari pada energi aktivasi sehingga reaksi makin cepat. Pertambahan laju reaksi dikarenakan kenaikan energi kinetik pada partikel yang cukup untuk bereaksi. Pada temperatu tinggi, terdapat kenaikan tumbukan yang efisien sehingga lebih banyak partikel aktif.

  1. Katalis

Katalis adalah zat yang mempengaruhi laju reaksi tanpa mengalami perubahan kekal dalam reaksi tersebut. Katalis terbagi dua, yaitu katalis homogen dan katalis heterogen. Katalis homogen yaitu katalis yang memiliki fase yang sama dengan zat- zat pereaksi sedangkan katalis heterogen adalah katalis yang memiliki fase yang berbeda dengan zat- zat pereaksi, biasanya zat padat yang berinteraksi dengan pereaksi cair atau gas.

Katalis

Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai katalis adalah sebagai berikut :

  1. Komposisi kimia katalis tidak berubah pada akhir reaksi
  2. Katalis tidak memulai suatu reaksi, tetapi mempengaruhi laju reaksi.
  3. Katalis bekerja secara spesifik untuk rekasi tertentu
  4. Katalis bekerja pada temperatur optimum
  5. Katalis dapat diracuni oleh zat lain yang disebut sebagai racun katalis.
  6. Keaktifan akatalis dapat diperbesar oleh promotor (pemacu katalis)
  7. Katalis dapat memperlambat reaksi disebut katalis negatif atau inhibitor.
  8. Salah satu hasil reaksi dapat befungsi sebagai katalis untuk reaksi selanjutnya.
  9. Katalis yang tedapat pada makhluk hidup dikenal sebagai enzim.
  10. Luas Permukaan Bidang Sentuh

Luas permukaan bidang sentuh mempengaruhi kecepata reaksi. Makin luas permukaan bidang sentuh, makin banyak kemungkinan terjadinya tabrakan antara partikel- partikel pereaksi sehinga makin cepat reaksinya. Misalnya zat padat berbentuk serbuk lebih luas permukaannya daripada bentuk bongkahan atau kepingan. Oleh karena itu, zat padat berbentuk serbuk lebih cepat reaksinya daripada zat padat berbentuk bongkahan atau kepingan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *