laju reaksi

Hallo adik adik kimia , salam kimia! Dipostingan kali ini kang Ayub akan membahas materi tentang Persamaan Laju Reaksi dan Orde Reaksi , laju reaksi menujukkan bahwa laju reaksi akan menurun dengan bertambahnya waktu. Hal ini berarti ada hubungan antara konsentrasi zat yang tersisa saat itu dengan laju reaksi. Penetuan laju reaksi pada umumnya dilakukan pada laju awal reaksi (pada konsentrasi awal). Terdapat dua alasan penentuan laju reaksi dilakukan pada konsentrasi awal.

  1. Pada saat reksi berlangsung konsentrasi zat pereaksi akan menurun sehingga tidak dapat ditentukan konsentrasi pada saat reaksi sedang berjalan.
  2. Ada kemungkinan reaksi berbalik arah, artinya zat hasil reaksi berubah kembali menjadi zat pembentuk persamaan laju reaksi

Persamaan laju reaksinya dirumuskan sebagai:

mA + nB →   pC + qD

persamaan laju reaksi diatas dapat kita tulis :

V= k [A]m [B]n

Keterangan:

v= laju reaksi (mol dm-3 det-1)

k = tetapan laju reaksi

m= tingkat reaksi (orde reaksi) terhadap A

n= tingkat reaksi (orde reaksi) terhadap B

[A]= konsentrasi awal A (mol dm-3)

[B]= konsentrasi awal B (mol dm-3)

Baca Juga : Laju Reaksi : Pengertian , Rumus Dan Contoh Soal Laju Reaksi

Persamaan seperti di atas, disebut persamaan laju reaksi atau hukum laju reaksi. Persamaan laju reaksi seperti itu menyatakan hubungan antara konsentrasi pereaksi dengan laju reaksi. Bilangan pangkat pada persamaan di atas disebut sebagai orde reaksi atau tingkat reaksi pada reaksi yang bersangkutan. Jumlah bilangan pangkat konsentrasi pereaksi-pereaksi disebut sebagai orde reaksi total. Artinya, reaksi berorde x terhadap pereaksi A dan reaksi berorde y terhadap pereaksi B, orde reaksi total pada reaksi tersebut adalah (x + y). Faktor k yang terdapat pada persamaan tersebut disebut tetapan reaksi. Harga k ini tetap untuk suatu reaksi, dan hanya dipengaruhi oleh suhu dan katalis.

Pada umumnya, harga orde reaksi merupakan bilangan bulat sederhana, yaitu 1, 2, atau 3, tetapi kadang-kadang juga terdapat pereaksi yang mempunyai orde reaksi 0, ½, atau bahkan negatif.

Tingkat reaksi total adalah jumlah total dari tingkat reaksi semua pereaksi. Tingkat reaksi nol (0) berarti laju reaksi tersebut tidak terpengaruh oleh konsenttrasi pereaksi, tetapi hanya tergantung pada nilai tetapan laju reaksi (k). Nilai k tergantung padda suhu. Jika suhunya tetap, nilai k juga tetap. Tidak ada keterkaitan yang pasti antara koefisien reaksi dengan orde reaksi.

Jumlah pangkat konsentrasi dari zat yang bereaksi (reaktan) disebut orde reaksi. Orde reaksi tidak pernah ditentukan dari harga koefisien reaksi, tetapi ditentukan berdasarkan percobaan.

Baca juga : Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Laju Reaksi Beserta Penjelasannya

Beberapa contoh persamaan reaksi dan persamaan laju reaksi dari percobaan-percobaan yang telah dilakukan dapat dilihat pada tabel :

No Persamaan reaksi Rumus laju reaksi Orde reaksi
1 2HI (g) → H2(g) + I2 v = k .[H1]2 2
2 2NO (g) + Cl2 (g) → 2NOCl (g) v = k .[NO]2[Cl2] 3
3 CHCl3 + Cl2 → CCl4 + HCl (g) v = k. [CHCl3][Cl2] 1/2 11/2

MAKNA ORDE REAKSI

Orde reaksi menyatakan besarnya pengaruh konsentrasi pereaksi pada laju reaksi. Beberapa orde reaksi yang umum terdapat dalam persamaan reaksi kimia beserta maknanya sebagai berikut.

  • Reaksi orde nol

Suatu reaksi kimia dikatakan mempunyai orde nol, jika besarnya laju reaksi tersebut tidak dipengaruhi oleh konsentrasi pereaksi. Artinya, seberapapun peningkatan konsentrasi pereaksi tidak akan mempengaruhi besarnya laju reaksi.

orde nol

  • Reaksi orde satu

Suatu reaksi kimia dikatakan mempunyai orde satu, apabila besarnya laju reaksi berbanding lurus dengan besarnya konsentrasi pereaksi. Artinya, jika konsentrasi pereaksi dinaikkan dua kali semula, maka laju reaksi juga akan meningkat besarnya sebanyak (2)1 atau 2 kali semula juga.

orde satu

  • Reaksi orde dua

Suatu reaksi dikatakan mempunyai orde dua, apabila besarnya laju reaksi merupakan pangkat dua dari peningkatan konsentrasi pereaksinya. Artinya, jika konsentrasi pereaksi dinaikkan 2 kali semula, maka laju reaksi akan meningkat sebesar (2)2 atau 4 kali semula. Apabila konsentrasi pereaksi dinaikkan 3 kali semula, maka laju reaksi akan menjadi (3)2 atau 9 kali semula.

Baca Juga : Stoikiometri : Pentingnya 5 Hukum Hukum Dasar Kimia

orde dua

Contoh soal :

1. Diketahui reaksi :

2NO(g) + 2H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)

Jika konsentrasi gas NO dibuat tetap, sedangkan konsentrasi H2 ditingkatkan dua kali, laju reaksi meningkat menjadi dua kali. Namun, pada konsentrasi H2 tetap, sedangkan konsentrasi gas NO diturunkan menjadi setengahnya, laju reaksi menjadi seperempatnya. Persamaan laju reaksi tersebut adalah…

a. v = k [NO] [H2]2

b. v = k [NO] [H2]

c. v = k [NO]2 [H2]

d. v = k [NO]2 [H2]2

e. v = k [NO]2 [H2]4

Baca Juga : Kesetimbangan Kimia : Pengertian , Jenis Dan Contoh Soal

Jawaban : C

Pembahasan : jika konsentrasi gas NO dibuat tetap, sedangkan konsentrasi H2 ditingkatkan dua kali, laju reaksi meningkat menjadi dua kali. Orde reaksi terhadap H2 :

[2]x = 2

x = 1

Pada konsentrasi H2 tetap, sedangkan konsentrasi gas NO diturunkan menjadi setengahnya laju reaksi menjadi seperempatnya. Orde reaksi terhadap NO :

[½]y = ¼

y = 2

v = k [NO]2 [H2]

2. Suatu reaksi A+B, persamaan laju reaksinya : v = k [A] [B]2. Bila pada suhu tetap konsentrasi A dan B masing-masing dinaikkan dua kali dari semula, laju reaksi adalah…

a. Tidak berubah

b. Dua kali lebih besar

c. Empat kali lebih besar

d. Enam kali lebih besar

e. Delapan kali lebih besar

Jawaban : E

Pembahasan :        v = k [A] [B]2

                                    v = k [2A] [2B]2

                                        v = 8 k [A] [B]2

bila pada suhu tetap konsentrasi A dan B masing-masing dinaikkan dua kali semula, laju reaksi menjadi 8 kali lebih besar dibandingkan semula.

3. Berikut ini merupakan data waktu hasil percobaan dengan persamaan reaksi P + Q → R

No [P][M] [Q][M] Waktu
1 0,05 0,02 8 s
2 0,05 0,04 2s
3 0,1 0,02 4 s

Berapakah nilai total orde reaksinya …

a. 1

b. 2

c. 3

d. 4

e. 5

Jawaban : C

Pembahasan :

Data yang di peroleh berupa waktu, laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu.

Misal v = k [P]x[Q]y

Baca Juga : Menyetarakan Persamaan Reaksi Kimia

4. Berikut ini adalah data hasil percobaan laju reaksi dari reaksi:

2NO(g) + 2 H2(g) → N2(g) + 2H2O(g)

[NO]

 

(mol L-1)

[H2]

 

(mol L-1)

Laju Reaksi

 

(mol L-1 s-1)

0,30 0,05 1,6
0,30 0,15 4,8
0,10 0,25 0,5
0,20 0,25 2,0

Reaksi tersebut mempunyai tetapan laju reaksi sebesar…

a. 0,2

b. 2,0

c. 20

d. 100

e. 200

Pembahasan:

jawaban soal

5. Percobaan kinetika reaksi X + Y → P + Q

Menghasilkan data sebagai berikut:

Percobaan Konsentrasi awal (M) Laju Reaksi Awal (M/det)
NO                     H2
1 0,4                 0,01 152 ± 8
2 0,8                 0,01 75 ± 4
3 1,2                 0,01 51 ± 3

Orde reaksi terhadap X adalah..

a. Nol

b. Setengah

c. Satu

d. Dua

e. Tiga

Pembahasan:

Jawab: C

jawaban soal

Baca juga : 25 Soal Dan Pembahasan Materi Laju Reaksi Kelas XI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *