bahan berbahaya kosmetik

Hallo adik adik kimia salam kimia ! dipostingan kali ini kang ayub akan memahas materi tentang zat zat berbahaya dalam kosmetik , nah dewasa ini telah kita ketahui bahwa sangat banyak sekali senyawa kimia dalam kehidupan. Sangat banyak sekali manusia menyalah gunakan bahan berbahaya tersebut demi mendapatkan keuntungan semata , salah satu nya adalah kosmetik . seperti yang kita ketahui bahwa kosmetik banyak digunakan untuk memperindah wajah atau memperindah penampilan, bayangkan jika bahan bahan zat berbahaya tersebut dicampurkan kedalam kosmetik ,tentu saja sangat merugikan para penggunanya ,berikut dibawah ini telah saya rangkum zat zat berbahaya dalam kosmetik :

 1. Merkuri (Hg)

Merkuri selalu disalahgunakan pada krim/lotion pemutih kulit. Merkuri adalah logam berat yang sangat  berbahaya, yang dalam jumlah  kecil juga dapat mempunyai sifat beracun.

Pemakaian merkuri bisa menimbulkan sekian banyak  hal mulai dari evolusi warna kulit yang biasanya dapat mengakibatkan bintik-bintik hitam pada kulit, alergi, iritasi kulit,dan juga dapat mengakibatkan kerusakan  permanen pada rangkaian saraf otak, ginjal dan gangguan pertumbuhan janin (teratogenik). Paparan jangka pendek dalam konsentrasi tinggi mengakibatkan diare, muntah-muntah dan gagal ginjal. Merkuri  adalah zat karsinogenik (menyebabkan kanker).

2. Hidrokinon

Zat ini tidak boleh dipakai untuk kulit dan rambut, dan hanya boleh digunakan sebagai pengeras kuku. Namun hidrokinon selalu disalahgunakan pada krim atau lotion pemutih kulit.

Hidrokinon ialah zat reduktor yang gampang larut dalam air. Kemampuan hidokinon guna menghambat pembentukan melanin (zat pigmen kulit) sehingga bahan tersebut dipakai sebagai pencerah kulit (skin lightening) yang populer.

Namun pemakaian hidrokinon dalam jangka panjang dan dalam jumlah yang tinggi bisa dapat mengakibatkan hiper pigmentasi khususnya pada daerah kulit yang terpapar sinar matahari langsung dan dapat mengakibatkan ochronosis (kulit berwarna kehitaman).

Hal ini bakal terlihat setelah pemakaian selama 6 (enam) bulan dan kemungkinan mempunyai sifat irreversible (tidak bisa pulih kembali). Bahan ini dilarang dipakai dalam kosmetika perawatan kulit dan rambut sebab pada pemakaian jangka menengah (mid-term) dapat mengakibatkan vitiligo/leukoderma (kehilangan pigmen sampai-sampai kulit menjadi pucat secara tidak beraturan).Krim yang berisi hidrokinon bakal terakumulasi dalam kulit yang dapat mengakibatkan mutasi dan kehancuran DNA, sehingga bisa jadi pada pemakaian jangka panjang mempunyai sifat karsinogenik.

Baca juga :

3. Asam Retinoat/Tretinoin/Retionic Acid

Asam Retinoat banyak sekali  disalah gunakan pada obat peeling (pengelupasan kulit), obat jerawat dan pemutih dengan mekanisme kerja pengelupasan kulit. Zat ini dapat mengakibatkan kulit kering, rasa terbakar dan teratogenik.

4. Resorsinol

Resorsinol dapat mengakibatkan iritasi kulit dan mengganggu sistem imun. Bahaya pemakaian resorsinol pada kulit luka atau teriritasi berupa , iritasi mata, kulit, tenggorokan, saluran pernafasan atas, methemoglobinemia, cyanosis, konvulsi, penambahan* detak jantung, dispepsia, hipotermia, hematuria.

5. Bahan Pewarna Bahan

Pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) tidak jarang disalahgunakan pada produk lipstik atau sediaan dkoratif beda (pemulas kelopak mata dan perona pipi) sebab warnanya yang cerah. Bahan pewarna sintetis ini umumnya dipakai sebagai zat warna kertas, tekstil atau tinta. Zat warna ini adalah zat karsinogenik. Rodhamin B dalam jumalah yang banyak  bisa menyebabkan pengerusakan yang terjadi pada  hati.

6. Diethylene Glycol (DEG)

Diethylene Glycol (DEG) adalah sesepora (trace element) yang ada pada bahan baku gliserin dan atau polietilen oksida yang dipakai pada pembuatan kosmetika contohnya pasta gigi.Jadi kadar DEG dalam gliserin dan polietilen glikol tidak boleh  melebihi batas kadar yang ditentukan. DEG adalah racun untuk manusia dan hewan karena dapat mengakibatkan depresi sistem saraf pusat, keracunan pada hati dan gagal  ginjal

7. Timbal (Pb)

Pb atau timbal adalah bahan yang dilarang dipakai pada sediaan kosmetika. Pada anak-anak, timbal bisa menyebabkan kerusakan yang permanen pada benak dan sistem syaraf  serta memicu problem dalam tingkah laku dan belajar, menurunkan IQ dan pendengaran, menghambat perkembangan dan mengakibatkan anemia.Sedangkan pada dewasa, timbal dapat mengakibatkan gangguan sistem syaraf pusat, kardiovaskuler (meningkatkan desakan darah dan hipertensi) dan menurunkan faedah ginjal. Namun demikian, sebagai cemaran, timbal (Pb) diberi batas dalam kosmetika dengan kadar maksimal 20 ppm.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *