Bahaya Mie Instan

Hallo adik adik kimia , salam kimia ,sangat sering kali adik adik mendengar kata mie , apa lagi mengkonsumsi makanan tersebut , bukan hanya praktis , namun penyajian nya juga sederhana .

Mie instan barangkali memang telah menjadi makanan kesayangan atau kesukaan sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya anak kos di akhir bulan. Namun tahukah kita bahaya mie instan jika adik adik  mengonsumsi mie  terlampau sering?.

Tetapi dari semua alasan  menyukai mie instan , terdapat bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan.

1. Kandungan lilin

Dalam proses membuat mie, pengawetan biasanya dilakukan dengan deep frying yakni penggorengan dalam minyak panas pada suhu sekitar 120-160 derajat celcius selama lebih dari dua menit hingga kering dan didapatkan  kadar air kurang dari 4% sampai mikroorganisme tidak bisa berkembang biak. Bentuk mie yang masih kering masih belum memunculkan kecurigaan. Tapi ketika  saat adik adik  membuatnya, kenapa mie tidak lengket ?  Berdasarkan keterangan dari penelitian ternyata di dalam mi instan ada kandungan lilin yang berbahaya untuk kesehatan. Kandungan lilin dalam mi instan bermanfaat untuk membuat mie tidak lengket satu sama lain.

Coba adik adik, bayangin aja bila adik adik sering mengonsumsi mie instan berarti adik adik secara nggak langsung udah memasukkan banyak kandungan lilin ke dalam tubuh. Kandungan lilin itu akan merusak sistem kerja pencernaan dalam tubuh sebab mie  baru dapat dicerna oleh tubuh dalam waktu paling tidak 2 hari. Hal ini pun tealh  didukung  riset oleh Dr Kuo yang memakai kamera berukuran paling mini untuk menyaksikan apa yang terjadi dengan mi instan di dalam saluran pencernaan. Berdasarkan hasil riset tersebut, mi instan termasuk juga mi ramen asal Jepang, tidak hancur sekitar dua jam proses pencernaan di dalam tubuh. Bentuk mi yang masih utuh memaksa saluraan pencernaan manusia bekerja lebih keras guna memecah makanan tersebut.

Bahayanya bila mie instan tetap terdapat di dalam saluran pencernaan guna waktu yang lama, bakal sangat banyak pada penyerapan nutrisi makanan lain yang adik adik  makan.

Baca juga :

2. Kandungan nipagin

Sudah tidak  asing lagi bila dalam proses pembuatan bumbu-bumbu mie instan memakai* bahan kimia sebagai pengawet. Pengawet yang sangat umum dipakai yaitu asam benzoat dan nipagin.

Nipagin biasa dipakai sebagai pengawet dalam penciptaan kecap. Beberapa negara memperbolehkan pemakaian nipagin dalam batas maksimun contoh negara Kanada dan Amerika Serikat.

Sedangkan di Indonesia, menurut keterangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pemakaian nipagin di Indonesia diatur dalam Permenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88 mengenai bahan ekstra makanan yang memperbolehkan pemakaian nipagin dalam kecap dengan batas maksimum 250 mg/kg (SNI,1999).

Tapi ada pun negara yang tidak memperbolehkan pemakaian nipagin sebagai pengawet dalam makanan, contohnya Belgia, Prancis, Belanda dan Turki.

Kombinasi dari pemakaian asam benzoat dan nipagin sebagai pengawet dalam makanan bisa meningkatakan daya tahan makanan sebab peningkatan efek antimikrobanya.

Penggunaan nipagin dan garam natrium yang berlebihan akan memunculkan reaksi alergi pada mulut dan kulit. Oleh sebab itu, dibutuhkan pengawasan dan analisis kuantitatif terhadap pengawet nipagin dalama makanan secara berkala.

3. Pengawet TBHQ (tertiary-butyl hydroquinone)

TBHQ adalah bahan kimia yang tidak jarang disebut memiliki faedah sebagai antioksidan. Tapi, TBHQ ini bukanlah berasal antioksidan alami namun berasal dari bahan kimia sintesis. Zat ini bermanfaat untuk menangkal oksidasi lemak dan minyak, sampai-sampai dapat memperpanjang masa simpan makanan olahan, atau biasa dinamakan bahan pengawet. Inilah mengapa mi instan bisa tahan lama disimpan dalam waktu yang lama.

Memang sih TBHQ biasa dipakai di dalam makanan olahan instan. Tapi, bahan kimia itu juga dapat ditemukan di dalam bahan non-makanan, contohnya pestisida, kosmetik, dan parfum, sebab sifatnya yang dapat mengurangi tingkat penguapan. Kalau TBHQ terdapat di dalam makanan jelas membahayakan tubuh manusia lagipula kalau anda sering mengonsumsinya, bisa berdampak mual disertai muntah, terjadi dering di telinga, mengigau, dan sesak napas.

4. MSG (monosodium glutamat)

Memang tidak dapat dipungkiri bila bumbu mi instanlah yang dapat membuat makanan ini menjadi nikmat dan gurih. Itu semua sebab bumbu mi instan berisi bahan penyedap rasa contohnya MSG atau vetsin yang bisa membahayakan guna kesehatan.

MSG dapat mengakibatkan disfungsi benak dan kerusakan sekian banyak  organ. Di samping itu, zat ini pun dapat memunculkan sejumlah penyakit, seperti alzheimer, parkinson, dan bahkan penyakit kendala belajar.

Belum lagi mi instan sekarang tersedia dengan sekian banyak  macam rasa, terdapat rasa soto, rasa kari ayam, rasa rendang. Aneka macam rasa ini seringkali berisi flavour yang secara medis bilamana dikonsumsi secara berlebihan  dalam waktu lama pun akan memunculkan sejumlah keluhan penyakit.

Mi instan memang nikmat di segala suasana, namun dengan kandungan zat yang berbahaya rasanya adik adik  harus mulai meminimalisir mengonsumsinya secara berlebihan ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *