Peluruhan Radioaktif

Radioaktivitas : Pengertian , Jenis-Jenis Radioaktivitas

Hallo adik adik kimia ,salam kimia ! dipostingan ini kang ayub akan membahas materi mengenai radioaktif ?nah sangat berbahay jika kita terpapar zat radioaktif ini ? salah satu contoh radioaktif ini adalah nuklir . ada sebagian nuklir dimanfaat kan sebagai generator pembangkit listrik da nada sebagiannya dijadikan senjata yaitu bom nuklir , sanagt berbahaya sekali bukan ? nah tanpa basa basi lagi kuy kita bahas aja materinya !

A. Pengertian Radioaktivitas

Radioaktivitas disebut sebagai peluruhan radioaktif, yakni peristiwa terurainya beberapa inti atom tertentu secara spontan yang diikuti dengan pancaran  partikel alfa (inti helium), partikel beta (elektron), atau radiasi gamma (gelombang elektromagnetik gelombang pendek). Sinar-sinar yang dipancarkan itu disebut sinar radioaktif, sementara zat yang memancarkan sinar radioaktif dinamakan dengan zat radioaktif.

Istilah keradioaktifan (radioactivity) petama kali dibuat oleh Marie Curie (1867 – 1934), seorang ahli kimia yang berasal Prancis. Marie dan suaminya, Pierre Curie (1859 – 1906), sukses menemukan bagian radioaktif baru, yakni polonium dan radium. Ernest Rutherford (1871 – 1937) mengaku bahwa sinar radioaktif dapat dipisahkan atas sinar alfa yang bermuatan positif dan sinar beta yang bermuatan negatif. Paul Ulrich Villard (1869 – 1915), seorang ilmuwan Prancis, menemukan sinar radioaktif yang tidak bermuatan, yakni sinar gamma.

B. Jenis-Jenis Radioaktivitas

Untuk menjadi stabil, inti tidak dapat terlalu berat, dan mesti memiliki keseimbangan yang tepat dari proton dan neutron. Sebuah inti berat – yang mempunyai sejumlah besar proton dan neutron – cepat atau lambat bakal menurunkan berat badan, atau massa, dengan memancarkan partikel alfa, yang terdiri dari dua proton dan dua proton terikat bersama-sama. Partikel-partikel ini mempunyai muatan listrik positif, dan, dibandingkan dengan partikel lain  yang dapat dipancarkan, lebih berat dan lambat bergerak. Peluruhan alpha dalam bagian dan berganti menjadi unsur yang lebih ringan.

Baca juga :

Peluruhan beta terjadi saat inti mempunyai terlalu besar neutron guna jumlah tempat proton. Dalam proses ini, suatu neutron, yang netral, secara spontan berganti menjadi proton bermuatan positif dengan memancarkan elektron bermuatan negatif. Elektron berenergi tinggi yang dikenal sebagai sinar beta, atau partikel beta. Karena ini akan menambah jumlah proton dalam inti, tersebut berarti bahwa atom berubah  menjadi unsur yang berbeda dengan lebih banyak proton.

Proses sebaliknya dapat terjadi di mana terdapat terlalu banyak nya proton, dibandingkan dengan neutron. Dengan kata lain, proton berubah  menjadi neutron dengan memancarkan positron, yang adalah anti-partikel bermuatan positif dari elektron. Hal ini kadang-kadang dinamakan peluruhan beta positif, dan hasil dalam atom berubah menjadi unsur dengan proton lebih sedikit. Kedua jenis peluruhan beta menghasilkan partikel bermuatan listrik yang sangat ringan  dan cepat.

Meskipun transformasi ini mengeluarkan energi dalam bentuk massa, mereka pun dapat meninggalkan inti yang tersisa dalam suasana “bersemangat”, di mana ia mempunyai lebih besar energi dari jumlah minimum. Oleh karena tersebut akan kehilangan energi tambahan ini dengan memancarkan sinar gamma – bentuk frekuensi paling tinggi radiasi elektromagnetik. Sinar gamma tidak mempunyai berat, dan berlangsung dengan kecepatan cahaya.

Beberapa inti berat bisa, bukannya memancarkan partikel alpha, sebetulnya terpecah, melepaskan tidak sedikit energi, proses yang dikenal sebagai fisi nuklir. Hal ini bisa terjadi secara spontan dalam beberapa isotop dari unsur-unsur berat, contohnya uranium-235. Proses ini pun melepaskan neutron. Serta terjadi secara spontan, fisi bisa diminta oleh inti berat dengan menyerap neutron.

Jenis Jenis Sinar

Jika bahan fisi tidak cukup dibawa bersama-sama, reaksi berantai bisa terjadi di mana neutron yang didapatkan oleh fisi mengakibatkan inti lainnya untuk membagi, melepaskan lebih banyak  neutron, dan seterusnya.Berdasarkan partikel penyusunnya, sinar radioaktif dipecah menjadi tiga, yakni sinar alfa, sinar beta, dan sinar gamma.

 1. Radioaktivitas Sinar Alfa (Sinar α)

Sinar alfa ialah sinar yang dipancarkan oleh bagian radioaktif. Sinar ini ditemukan secara bersamaan dengan penemuan fenomena radioaktivitas, yakni peluruhan inti atom yang dilangsungkan secara spontan, tidak terkontrol, dan menghasilkan radiasi. Sinar alfa terdiri atas dua proton dan dua neutron. Berikut ini ialah sifat alamiah sinar alfa.

  1. Sinar alfa adalah inti He.
  2. Dapat menghitamkan pelat film (yang berarti mempunyai daya ionisasi). Daya ionisasi sinar alfa sangat kuat daripada sinar beta dan gamma.
  3. Mempunyai daya tembus sangat lemah salah satu ketiga sinar radioaktif.
  4. Dapat dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet.
  5. Mempunyai jangkauan beberapa sentimeter di udara dan 102 mm di dalam logam.Sinar alfa adalah jenis radioaktivitas yang mempunyai muatan postif.

2. Radioaktivitas Sinar Beta (Sinar β)

Sinar beta adalah elektron berenergi tinggi yang berasal dari inti atom.

Berikut ini beberapa sifat alamiah sinar beta.

  1. Mempunyai daya ionisasi yang lebih kecil dari sinar alfa.
  2. Mempunyai daya tembus yang lebih banyak dari pada sinar alfa.
  3. Dapat dibelokkan oleh medan listrik maupun medan magnet.
  4. Sinar beta adalah jenis radioaktivitas yang mempunyai muatan negatif.

3. Radioaktivitas Sinar Gamma (Sinar γ)

Sinar gamma ialah radiasi gelombang elektromagnetik yang terpancar dari inti atom dengan energi yang paling tinggi yang tidak mempunyai massa maupun muatan. Sinar gamma ikut terpancar saat sebuah inti memancarkan sinar alfa dan sinar beta. Peluruhan sinar  gamma tidak mengakibatkan perubahan nomor atom maupun massa atom. Sinar gamma memiliki sejumlahsifat alamiah inilah ini.

  1. Sinar gamma tidak memiliki cakupan maksimal di udara, semakin jauh dari sumber intensitasnya kian kecil.
  2. Mempunyai daya ionisasi sangat lemah
  3. Mempunyai daya tembus yang terbesar.
  4. Tidak membelok dalam medan listrik maupun medan magnet.Sinar gama adalah jenis radioaktivitas yang tidak mempunyai muatan postif maupun negatif.

 

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *