bahaya ikan berformalin

Hallo adik adik kimia , salam kimia ! pastinya adik pernah makan ikan asin kan ? ya ikan asin menjadi salah satu favorit makanan kesukaan sebagian besar masyarakat Indonesia  , selain rasanya enak , ikan asin dimasak dalam berbagai bentuk penyajian . nah ikan asin diawetkan bertujuan agar bertahan lama dan tidak cepat dalam poses pembusukan.

Proses pengiriman yang dapat membuat ikan jadi hancur pun menjadi salah satu alasan para pembuat ikan asin memilih memakai  formalin sebagai pengawet untuk ikan asin agar tidak cepat hancur.

Formalin ialah larutan yang tidak berwarna dan baunya paling menusuk. Di dalam formalin terdapat sekitar 37% formaldehid dalam air. Biasanya ditambahkan methanol sampai 15% sebagai pengawet).

Formalin mempunyai beberapa nama kimia diantaranya formol, methylene aldehyde, paraforin, morbicid, oxomethane, polyoxymethylene glycols, methanol, formoform, superlysoform, formic aldehyde, formalith, tetraoxymethylene, methyl oxide, karsan, trioxane, oxymethylene dan methylene glycol.

Formalin yang biasa ditambahkan pada makanan ialah larutan 30- 50% gas formaldehid, gunanya yaitu untuk stabilitas dalam larutan formalin biasa nya berisi methanol 10-15%. Formalin memiliki bau menyengat dan dapat membuat pedih pada mata. Senyawa ini termasuk kelompok aldehid sangat sederhana karena mempunyai satu atom karbon .

Apa Sih Manfaat Formalin?

Formalin ini seringkali digunakan guna mengawetkan bahan supaya tidak gampang rusak. Tujuannya dipakai untuk industri seperti pengawetan triplek, kain, karpet, busa, obat pembersi lantai, dan lain-lain. Selain tersebut juga dipakai untuk mengawetkan mayat dan bangkai supaya tidak cepat busuk. Sehingga tidak sedikit disalah gunakan.

Untuk menghindari ikan asin dengan pengawet, pastikan ikan asin yang kita adik adik  beli mempunyai 8 ciri inilah ini.

Baca juga :

Ciri Ciri Ikan Yang Berformalin

1. Warna daging mendekati warna asli ikan segar, tidak kemerahan atau menjadi pudar.

2. Adanya bercak-bercak berwarna kemerahan pada permukaan ikan asin dapat jadi indikasi ternoda  bakteri.  Begitu pun dengan bercak berwarna biru, putih, atau ungu, yang bisa jadi tercemar oleh jamur.

3. Khusus untuk teri medan, pilih yang tidak terlampau putih, karena seringkali telah diberi zat pemutih supaya lebih menarik.

4. Tekstur daging yang padat kenyal dan tidak gampang sobek pertanda ikan asin yang bagus. Hindari yang berdaging empuk dan gampang hancur.  Cara mengetahuinya ialah tekan dengan jari. Jika bekas jari tidak hilang, tandanya ikan itu diproses dengan teknik yang tidak baik atau memakai formalin atau jenis bahan pengawet lain.

5. Bagian dinding perut masih utuh, tidak hancur seperti menjadi bubur yang berwarna kecokelatan. Begitu pun dengan bagian tulang belakang yang tidak berwarna kemerahan.

6. Jika melakukan pembelian ikan asin utuh, pilih yang selaput kornea matanya bening dan bola mata yang cenderung menonjol.  Sebaliknya, bola mata yang tenggelam, berwarna pudar, dan terlihat berselaput kuning ialah ciri ikan asin yang tidak baik.

7. Berbau segar seperti bau laut dan tidak berbau busuk menusuk atau asam.  Ikan yang berbau asam mungkin pun dikarenakan adanya perkembangan mikroba dampak penggaraman yang tidak merata. Bau tengik pada ikan asin juga dapat jadi sebab ikan terlampau lama disimpan,  sampai-sampai terjadi oksidasi lemak.

8. Rasa ikan tidak pahit. Jika pahit, kemungkinan sebab pemakaian garam yang tidak murni.

Apa Bahaya Formalin dan Pengawet Jenis Karsiogenik Untuk Tubuh?

Apabila formalin masuk kedalam tubuh dalam porsi besar misalya termakan atau terminum secara langsung akan berdampak pada kematian. Sifat sifat kasinogenik pada formalin adalah pemicu sel kanker. Dampak jangka panjang lainnya yaitu membuat DNA melaukan mutasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *