benarkah bedak bayi menyebabkan kanker

Hallo adik adik kimia , salam kimia!nah pastinya adik adik pernah memakai bedak untuk memoles wajah agar penampilan cantik dan enak dipandang mata , ada halnya kia memperhatikan kandungan yang berada pada bedak tersebut , kita tidak pernah tau bahaya apa yang akan menimpa kita , memang pemakaian sekali atau dua kali tidak akan menampakkn dampak , namun dengan pemakaian rutin akan menyebabkan sesuatu yang serius bagi kita , tidak ada salahnya bagi kita sebagai pengguna harus jeli . Dipostingan ini kang Ayub akan memabahas mengenai Benarkah Bedak Bayi Dapat Menyebabkan Kanker .

Nah beberapa waktu lalu masyarakat Indonesia digemparkan dengan berita di antara produk bedak bayi bermerk Johnson & Johnson diperkirakan dapat merangsang kanker. permasalahan ini bermula dari menyeruak saat seorang perempuan dari Alabama mempunyai nama Jacqueline Fox meninggal sebab kanker ovarium.

Sebelum meninggal, Jacqueline Fox diberitakan rutin memakai bedak bayi Johnson & Johnson dan produk lainnya yakni Shower to Shower untuk mencuci area kewanitaannya sekitar 35 tahun. Ia juga didiagnosa mengidap kanker ovarium semenjak tiga tahun terakhir sebelum meninggal pada Oktober 2015, ketika usianya 62 tahun.

Atas permasalahan tersebut, family Jacqueline Fox menggugat Johnson & Johnson ke pengadilan. Hasilnya, pengadilan negara bagian Missouri menyimpulkan bersalah pada Johnson & Johnson sebab lalai menyerahkan peringatan pada konsumen berhubungan efek samping produknya yang ternyata berbahaya.

Sebagai hukumannya, Johnson & Johnson mesti menunaikan ganti rugi untuk keluarga Jacqueline Fox sebesar US$72 juta (Rp 1,08 miliar) yang terdiri dari $10 juta berupa kerugian langsung dan $62 juta berupa kerugian tidak langsung. Pada ketika yang bersamaan Johnson & Johnson pun sedang menghadapi 1.200 tuntutan hukum atas pruduk yang dihasilkannya yang

Rupanya permasalahan ini bukan yang pertama dihadapi oleh Johnson & Johnson. Pada tahun 2013 pengadilan di South Dakota pun menyatakan bahwa permasalahan kanker ovarium yang dirasakan oleh Deane Berg berhubungan dengan pemakaian bedak bayi produk perusahaan tersebut.

Bahan yang diperkirakan penyebab kanker

Kabarnya terdapat dua bahan dari produk Johnson & Johnson yang diperkirakan penyebab kanker, yakni 1,4-dioxane dan formaldehyde. Kedua bahan ini memang telah lama dipermasalahkan sejak 2009. Akhirnya pada 2012, Johnson & Johnson menyepakati akan menerbitkan dua bahan yang diperkirakan sebagai zat karsinogenik sebagai penyebab kanker pada produk yang didapatkan mulai tahun 2015.

Sementara itu, bahan dasar yang umumnya dipakai untuk menciptakan bedak bayi ialah talc. Talc adalah mineral yang didapat dari hasil penambangan, di dalamnya terdapat zat contohnya magnesium, silikon, dan oksigen. Talc juga bermanfaat untuk menyerap uap air dan menyerahkan rasa nyaman dan segar untuk pemakainya.

Bedak memang mempunyai sejarah panjang sebagai di antara kosmetik yang diperkirakan bersangkutan dengan kejadian kanker. Sebelum tahun 1970-an bedak biasanya terkontaminasi dengan asbestos yang diketahui sebagai penyebab kanker. Sejak kejadian tersebut seluruh bedak mesti bebas dari asbestos. Sebagai gantinya, dipakai bahan dari pati jagung oleh mayoritas perusahaan di AS. alhasil bahan itu aman sampai-sampai tidak pernah dikaitkan dengan kanker.

Terkait permasalahan yang menimpa Jacqueline Fox, bahwa antara kanker ovarium dengan pemakaian bedak bayi masih menjadi perdebatan. Karena menurut keterangan dari ahli kesehatan urusan ini masih belum diuji secara ilmiah.Namun, mereka menduga andai ada partikel bedak yang bisa masuk ke dalam ovarium dan mengakibatkan iritasi serta pembengkakan. Apabila terjadi dalam masa-masa lama akan menambah risiko kanker ovarium.

Baca juga :

Tanggapan BPOM berhubungan bedak merangsang kanker

Menanggapi permasalahan tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan sejumlah penjelasan tentang produk bedak bayi dari Johnson & Johnson yang diperkirakan menyebabkan kanker. Berikut ulasannya.

1. Bahwa nama produk yang tertera dalam perkabaran tersebut ialah Johnson’s Baby Powder Cornstarch with Aloe & Vitamin E dan Johnson’s Baby Powder Calming Lavender & Chamomile.

2. Berdasarkan pencarian database kosmetik yang terdapat di BPOM, ada sembilan produk bedak bayi PT Johnson & Johnson dari 75 produk yang ada. Namun, kedua produk di atas tidak ada dalam database notifikasi kosmetik.

3. Komposisi produk bedak bayi Johnson & Johnson yang ternotifikasi di BPOM lazimnya berisi talc dengan kadar 98% – 99,84%, sampai-sampai aman guna digunakan.

4. Sesuai ketentuan Kepala BPOM RI Nomor 18 tahun 2015 mengenai Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika, talc boleh dipakai pada kosmetik jenis serbuk guna anak-anak. Tidak terdapat pembatasan kadar maksimum pemakaian maupun persyaratan lainnya. Namun, mesti menyematkan peringatan “Jauhkan serbuk dari mulut dan hidung anak-anak”.

5. Masyarakat tidak perlu khawatir sebab produk bedak bayi Johnson & Johnson yang ternotifikasi di BPOM tidak berisi bahan yang dilarang yang dapat merangsang kanker.

Jangan lupa untuk update terus ya di jempolkimia.com , kami aakan menyajikan sajian artikel gurih dan terupdate.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *