latihan soal koloid

31-40 Latihan Soal Dan Pembahasan Koloid

  1. Jika larutan AgNO3 dicampurkan dengan larutan NaCl akan terbentuk endapan AgCl. Persamaan kimianya: AgNO3(aq) + NaCl(aq)→ AgCl(s) + NaNO3(aq)

Jika NaCl yang ditambahkan berlebih terbentuk larutan berwarna putih seperti susu. Mengapa hal ini dapat terjadi? Jelaskan.

Jawab:

AgCl yang terbentuk akan mengendap, tetapi dengan kelebihan ion Cl , AgCl akan mengadsorpsi ion-ion Cl (NaCl berlebih) sehingga terbentuk koloid.

  1. Pasangan data yang berhubungan secara tepat adalah . . .
Sifat Koloid Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
A Koloid pelindung Penambahan tawas pada penjernihan air
B Dialisis Mesin pencuci darah
C Efek tyndall Penyaring asap pabrik
D Koagulasi Menghilangkan bau badan
E adsorpsi Gelatin pada es krim

Jawaban : B

Adsorpsi     : penambahan tawas, penghilang bau badan Elektrolisis : penyaringan asap pabrik

Koagulasi : gelatin pada es

  1. As2S3 adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid ini adalah. . .

A. Kalium fosfat

B. Magnesium fosfat

C. Barium nitrat

D. Besi (III) klorida

E. Besi (II) sulfat

Jawaban : D

Proses koagulasi adalah mencampurkan koloid yang berbeda muatan. As2S3 bermuatan negatif maka proses koagulasi menggunakan senyawa yang paling positif yaitu besi (III) klorida.

  1. Berikan penjelasan mengapa cat disajikan sebagai sistem koloid bukan suspensi atau larutan!

Jawaban :

Koloid merupakan suatu sistem campuran metastabil (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan yang bersifat stabil. Didalam larutan kolooid secara umum, ada 2 zat sebgai berikut, yaitu zat terdispersi, yakni zat yang terlarut didalam larutan koloid, dan zat pendispersi, yakni zat pelarut didalam larutan koloid. Sedang cat dikatakan sebagai koloid bukan larutan karna jika dilihat dar fase pendispersi dan fase terdispersinya cat merupakan zat yang terdiri dari fase pendispersi cair dan fase terdispersi padat yang secara koloidnya disebut sebgai sol.

  1. Jika larutan AgNO3 dicampurkan dengan larutan NaCl akan terbentuk endapan AgCl. Persamaan kimianya:

AgNO3(aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq)

Jika NaCl yang ditambahkan berlebih terbentuk larutan berwarna putih seperti susu. Mengapa hal ini dapat terjadi? Jelaskan.

Jawab :

AgCl yang terbentuk akan mengendap, tetapi dengan kelebihan ion Cl , AgCl akan mengadsorpsi ion-ion Cl (NaCl berlebih) sehingga terbentuk koloid.

36. Jika Anda berkemah di suatu tempat dan Anda menanak nasi. Sementara itu, di daerah tersebut tidak ada air jernih, hanya ada air sungai yang mengandung lumpur. Apakah yang akan Anda lakukan agar dapat menanak nasi?

Jawab :

Air sungai yang mengandung lumpur jika disaring akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, jika Anda memahami teknik dialisis maka menanak nasi menjadi mudah. Beras dimasukkan ke dalam kertas selofan dan dibungkus erat-erat hingga tidak memungkinkan lumpur masuk ke dalam beras. Selanjutnya beras dalam kertas selofan direbus dengan air dari sungai. Kertas selofan merupakan membran yang hanya dapat dilalui oleh partikel berukuran molekul seperti air, sedangkan lumpur yang ukurannya besar tidak dapat menembus membran. Jadi, selama perebusan beras dengan air sungai, lumpurnya akan tetap di luar membran, sedangkan air panas dapat menembus membran dan mematangkan beras.

Baca juga :

37. Asam amino adalah suatu molekul pembentuk protein. Asam amino ada yang bermuatan positif, negatif, dan netral pada pH tertentu. Bagaimanakah memisahkan asam-asam amino dengan cara elektroforesis?

Jawaban :

Dengan cara mengatur pH larutan asam amino maka pada pH tertentu ada asam amino bermuatan negatif, positif, dan netral. Kemudian, asam-asam amino tersebut ditempatkan dalam medan listrik. Asam amino yang bermuatan positif akan menuju katode, asam amino yang bermuatan negatif akan menuju anode, sedangkan asam amino netral tidak tertarik oleh kedua elektrode.

38. Mengapa sabun dapat bersifat sebagai emulgator?jelaskan lah!

Jawab :

Sabun adalah garam natrium dari asam lemak dengan berat molekul tinggi seperti Natrium Stearat (CH3(CH2)16COO Na+, ketika dilarutkan didalam air, molekul akan terurai membentuk CH3(CH2)16COO dan ion Na+. CH3(CH2)16COO terdiri dari dua bagian yang rantai hidrokarbon (CH3(CH2)16) yang bersifat nonpolar dan gugus polar COO. Rantai (CH3(CH2)16) bersifat hidrofobik, sedangkan gugus COO bersifat hidrofilik, bagian hidrofilik disebut sebagai kepala dan bagian hidrofobik disebut ekor, didalam larutan bagian ekor cenderung menjauhi air dibagian kepala cenderung berinteraksi dengan molekul-molekul air, ion-ion CH3(CH2)16COOmembentuk agregat seperti minyak, dengan rantai (CH3(CH2)16) mengarah ke pusat agregat dan bagian COO- mengarah keluar. Ketika air sabun dicampurkan pada pakaian, kotoran-kotoran pada pakaian umumnya berupa lemak akan telepas karena terjadi reaksi antara lemak dengan bagian ekor (bagian hidrofobik) dari sabun.

39. Bagaimana cara pembuatan koloid dengan cara peptisasi?

Jawaban:

Peptisasi adalah proses pembuatan sistem koloid melalui pengubahan endapan menjadi sistem koloid dengan penambahan elektrolit. Elektrolit yang ditambahkan disebut sebagai zat pemecah sebagai pemecah, jika endapan Fe(OH)3 dipeptisasi dengan penambahan larutan FeCl3 (elektrolit), maka akan terbentuk endapan kecoklatan Fe(OH)3 berukuran koloid.

40. Salah satu cara untuk menjernihkan air adalah dengan menggunakan tawas, mengapa demikian? Jelaskanlah!

Jawaban:

Permurnian air dengan menggunakan alum (tawas) didasarkan pada daya koagulasi ion-ion Al3+ untuk mengkoagulasi koloid-koloid negative yang mencemari air dan pengotor-pengotor lain seperti partikel-partikel tanah liat dan bakteri. Koagulasi merupakan salah satu sifat koloid yaitu dengan menambahkan zat yang akan meghilangkan muatannya sehingga koloid-kolid akan bergabung membentuk agregat dan selanjutnya mengendap.

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *