latihan soal koloid

21. Kemukakanlah cara kerja sabun sebagai sifar hidrofob dan hidrofil!

Jawab :

Sifat hidrofob dan hidrofil dimanfaatkan dalam proses pencucian pakaian pada penggunaan detergen. Apabila kotoran yang menempel pada kain tidak mudah larut dalam air, misalnya lemak dan minyak.dengan bantuan sabun atau detergen maka minyak akan tertarik oleh detergen. Oleh karena detergen larut dalam air, akibatnya minyak dan lemak dapat tertarik dari kain. Kemapuan detergen menarik lemak dan minyak disebabkan pada molekul detergen terdapat ujung-ujung liofil yang larut dalam air dan ujung liofob yang dapat menarik lemak dan minyak. Akibat adanya tarik-menarik tersebut , tegangan permukaan lemak dan minyak dengan kain menjadi turun dehingga lebih kuat tertarik oleh molekul-molekul air yang mengikat kuat detergen.

22. Deskripsikan contoh koloid yang miripdengan dialisis alat pencuci darah!

Jawab:

Proses penghilangan muatan koloid ini dilakukan dengan proses dialisis.Salah satu pemanfaatan proses dialysis adalah alat pencuci darah (Haemodialisis). Pada proses ini darah kotor dari pasien dilewatkan dalam pipa-pipa yang terbuat dari membrane semipermeabel. Pipa semipermeabel ini dialiri cairan yang berfungsi sebagai pencuci (biasanya plasma darah), ion-ion dalam darah kotor akan terbawa aliran plasma darah. Hal serupa yang dapat dilakukan pada dialisis pencuci darah yaitu dengan menggunakan alat sederhana. Dalam proses ini, sistem koloid dimasukkan ke dalam suatu kantong koloid (terbuat dari selaput semipermeabel, yang dapat melewatkan partikel-partikel kecil, seperti ion atau molekul sederhana tetapi menahan partikel koloid), kemudian kantong ini dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air mengalir. Ion-ion akan keluar dari kantong dan terbawa aliran air.

23. Simpulkan bagaimana cara pembuatan koloid berdasarkan cara dispersi dengan busur breding!

Jawab:

Cara ini digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dikoloidkan dijadikan elektrode yang dicelupkan ke dalam medium dispersi. Kemudian diberi arus listrik yang cukup kuat sehingga terjadi loncatan bunga api listrik di antara kedua ujungnya. Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, kemudian atomatom tersebut mengalami kondensasi sehingga menjadi partikel koloid. Cara ini merupakan gabungan cara dispersi dan kondensasi.

24. Koloid terbentuk dari 2 fasa , tetapi pada terdispersi gas dan fasa pendispersi gas tidak biasa terbentuk koloid, mengapa demikian ? jelaskan !

Jawaban:

Hal ini bisa terjadi karena fase terdispersi gas dalam medium pendispersi gas tidak akan bisa menghasilkan koloid dengan sifat heterogen. Tetapi masih bisa membentuk larutan sejati dengan sifat homogeny salah satunya adalah adalah udara. Kita semua tidak bisa membedakan udara. Apakah udara yang kita hirup adalah nitrogen, oksigen, atau jenis gas lainnya.Sehingga tidak bisa disebut sebagai koloid melainkan larutan sejati.

Baca juga :

25. Bagaimana cara pembuatan koloid dengan reaksi redoks ?

Jawaban:

Misal dalam pembuatan sol belerang dari reaksi antara hydrogen sulfide dengan belerang dioksida , yaitu dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan SO2

2H2S(g) + SO2(g) → 2H2O(l) + 3S(koloid)

26. Mengapa gerak brown dari partikel koloid membentuk garis zig-zag?

Jawaban:

Terjadinya gerak zig-zag disebabkan karena adanya pergerakanpartikel-partikel dari koloid dengan pendispersi gas yang akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah.Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak brown.

27. Mengapa koloid dapat dimurnikan dengan cara dialysis? Bagaimana prinsip kerjanya ?

Jawab :

Ion-ion pengganggu dalam koloid dapat dimurnikan dengan dialysis karena partikel-partikel koloid tidak dapat melewati semipermeabel, sedangkan ion-ion pengotornya dapat melewatinya. Prinsip kerjanya adalah dengan memasukan koloid ke dalam suatu kantong yang merupakan selaput semipermeabel dan kantong tersebut dimasukkan dalam bejana berisi air mengalir. Selaput semipermeabel dapat melewatkan partikel-partikel kecil seperti ion, tetapi menahan partikel-partikel koloid. Dengan demikian ion-ion pengotr hanyut bersama air di dapatkan koloid murni.

28. Bagaimana cara pembuatan koloid Fe(OH)3 dengan cara hidrolisis?

Jawab :

Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air, sol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan cara hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3, akan terbentuk sol Fe(OH)3

FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq)

29. Di daerah Indragiri Hulu, salah satu mata pencaharian masyarakatnya adalah dengan bertani karet. Mereka memotong karet setiap hari, setelah memotong karet mereka kemudian menambahkan asam seperti asam format. Apa guna penambahan asam pada karet yang baru dipotong? Jelaskan!

Jawab :

Asam adalah salah satu jenis larutan elektrolit. Penambahan elektrolit dapat menyebabkan tejadinya koagulasi pada koloid. Koloid yang bermuatan negative akan menarik ion positif (kation), sedangkan koloid yang bermuatan positif akan menarik ion negatif (anion). Ion-ion tersebut akan membentuk selubung lapisan kedua yang akan menetralkan muatan koloid sehingga terjadi koagulasi. Prinsip itulah yang digunakan para petani karet untuk menggumpalkan karet (lateks).

30. Sol emas dapat dibuat dengan cara busur listrik bredig dan cara kondensasi. Jelaskan cara pembuatannya dan apakah perbedaan dari kedua teknik ini?

Jawab:

Cara busur listrik: Logam emas dijadikan elektrode yang dicelupkan dalam air. Ketika arus listrik dialirkan melalui elektrode, terjadi bunga api listrik sehingga atom-atom emas menguap dan larut dalam air membentuk sol emas. Sol emas ini distabilkan dengan cara mengadsorpsi ion-ion OH– dari air.

Cara kondensasi: Reduksi emas (III) klorida dengan formalin (AuCl3 + CH4O + 3H2O → 2Au + 6HCl + CH4O2). Atom-atom bebas emas ini beragrerat membentuk koloid, distabilkan oleh ion-ion OH yang teradsorpsi pada permukaan partikel koloid. Ion-ion OH berasal dari ionisasi air.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *