latihan soal koloid

31-40 Latihan Soal Dan Pembahasan Materi Koloid

31. Pasangan data yang berhubungan secara tepat adalah . . .

Sifat Koloid Penerapan dalam kehidupan sehari-hari
A Koloid pelindung Penambahan tawas pada penjernihan air
B Dialisis Mesin pencuci darah
C Efek tyndall Penyaring asap pabrik
D Koagulasi Menghilangkan bau badan
E adsorpsi Gelatin pada es krim

Jawaban : B

Adsorpsi     : penambahan tawas, penghilang bau badan Elektrolisis : penyaringan asap pabrik

Koagulasi : gelatin pada es

32. As2S3 adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid ini adalah. . . .

A. Kalium fosfat

B. Magnesium fosfat

C. Barium nitrat

D. Besi (III) klorida

E. Besi (II) sulfat Jawaban :

Proses koagulasi adalah mencampurkan koloid yang berbeda muatan. As2S3 bermuatan negatif maka proses koagulasi menggunakan senyawa yang paling positif yaitu besi (III) klorida.

33. Berikan penjelasan mengapa cat disajikan sebagai sistem koloid bukan suspensi atau larutan!

Jawaban :

Koloid merupakan suatu sistem campuran metastabil (seolah-olah stabil, tapi akan memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan yang bersifat stabil. Didalam larutan kolooid secara umum, ada 2 zat sebgai berikut, yaitu zat terdispersi, yakni zat yang terlarut didalam larutan koloid, dan zat pendispersi, yakni zat pelarut didalam larutan koloid. Sedang cat dikatakan sebagai koloid bukan larutan karna jika dilihat dar fase pendispersi dan fase terdispersinya cat merupakan zat yang terdiri dari fase pendispersi cair dan fase terdispersi padat yang secara koloidnya disebut sebgai sol.

34. Jika larutan AgNO3 dicampurkan dengan larutan NaCl akan terbentuk endapan AgCl. Persamaan kimianya:

AgNO3(aq) + NaCl(aq) → AgCl(s) + NaNO3(aq)

Jika NaCl yang ditambahkan berlebih terbentuk larutan berwarna putih seperti susu. Mengapa hal ini dapat terjadi? Jelaskan.

Jawab :

AgCl yang terbentuk akan mengendap, tetapi dengan kelebihan ion Cl , AgCl akan mengadsorpsi ion-ion Cl (NaCl berlebih) sehingga terbentuk koloid.

Baca juga :

35. Jika Anda berkemah di suatu tempat dan Anda menanak nasi. Sementara itu, di daerah tersebut tidak ada air jernih, hanya ada air sungai yang mengandung lumpur. Apakah yang akan Anda lakukan agar dapat menanak nasi?

Jawab :

Air sungai yang mengandung lumpur jika disaring akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Akan tetapi, jika Anda memahami teknik dialisis maka menanak nasi menjadi mudah. Beras dimasukkan ke dalam kertas selofan dan dibungkus erat-erat hingga tidak memungkinkan lumpur masuk ke dalam beras. Selanjutnya beras dalam kertas selofan direbus dengan air dari sungai. Kertas selofan merupakan membran yang hanya dapat dilalui oleh partikel berukuran molekul seperti air, sedangkan lumpur yang ukurannya besar tidak dapat menembus membran. Jadi, selama perebusan beras dengan air sungai, lumpurnya akan tetap di luar membran, sedangkan air panas dapat menembus membran dan mematangkan beras.

36. Koloid terbentuk dari 2 fasa , tetapi pada terdispersi gas dan fasa pendispersi gas tidak biasa terbentuk koloid, mengapa demikian ? jelaskan !

Jawaban:

Hal ini bisa terjadi karena fase terdispersi gas dalam medium pendispersi gas tidak akan bisa menghasilkan koloid dengan sifat heterogen. Tetapi masih bisa membentuk larutan sejati dengan sifat homogeny salah satunya adalah adalah udara. Kita semua tidak bisa membedakan udara. Apakah udara yang kita hirup adalah nitrogen, oksigen, atau jenis gas lainnya.Sehingga tidak bisa disebut sebagai koloid melainkan larutan sejati.

37. Bagaimana cara pembuatan koloid dengan reaksi redoks ?

Jawaban:

Misal dalam pembuatan sol belerang dari reaksi antara hydrogen sulfide dengan belerang dioksida , yaitu dengan mengalirkan gas H2S kedalam larutan SO2

2H2S(g) + SO2(g) → 2H2O(l) + 3S(koloid)

38. Mengapa gerak brown dari partikel koloid membentuk garis zig-zag?

Jawaban:

Terjadinya gerak zig-zag disebabkan karena adanya pergerakanpartikel-partikel dari koloid dengan pendispersi gas yang akan menghasilkan tumbukan dengan partikel-partikel koloid sendiri. Tumbukan tersebut berlangsung dari segala arah.Oleh karena ukuran partikel cukup kecil, maka tumbukan yang terjadi tidak seimbang. Sehingga terdapat suatu resultan tumbukan yang menyebabkan perubahan arah gerak partikel sehingga terjadi gerak zigzag atau gerak brown.

39. Mengapa koloid dapat dimurnikan dengan cara dialysis? Bagaimana prinsip kerjanya ?

Jawab :

Ion-ion pengganggu dalam koloid dapat dimurnikan dengan dialysis karena partikel-partikel koloid tidak dapat melewati semipermeabel, sedangkan ion-ion pengotornya dapat melewatinya. Prinsip kerjanya adalah dengan memasukan koloid ke dalam suatu kantong yang merupakan selaput semipermeabel dan kantong tersebut dimasukkan dalam bejana berisi air mengalir. Selaput semipermeabel dapat melewatkan partikel-partikel kecil seperti ion, tetapi menahan partikel-partikel koloid. Dengan demikian ion-ion pengotr hanyut bersama air di dapatkan koloid murni.

40. Bagaimana cara pembuatan koloid Fe(OH)3 dengan cara hidrolisis?

Jawab :

Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air, sol Fe(OH)3 dapat dibuat dengan cara hidrolisis FeCl3. Apabila ke dalam air mendidih ditambahkan larutan FeCl3, akan terbentuk sol Fe(OH)3

FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3 (koloid) + 3HCl(aq)

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *