elektrokimia

Sel Volta : Notasi Sel , Prosese Kerja Sel Volta , Dan Deret Volta Kelas XII

Hal adik adik , dipostingan ini kang ayub akan membahas materi mengenai sel volta , kuy langsung aja kita masuk ke materinya !

Elektrokimia merupakan cabang ilmu kimia yang berkaitan dengan hubungan timbal balik antara listrik dan reaksi-reaksi kimia serta pengubahan energy kimia menjadi energy listrik atau sebaliknya. Elektrokimia juga di artikan sebagai kajian reaksi-reaksi kimia yang menghasilkan efgek-efek kwlistrikan dan peristiwa kimia yang disebabkan oleh arus atau tegangan listrik. Dalam hubungannya dengan elektrokimia, terdapat suatu alat yang di sebut sel elektrokimia. Sel elektrokimia ini merupakan salah satu penerapan dari reaksi oksidasi dan reduksi.

Sel volta

a. Deret volta

Pada tahun 1825, seorang ilmuan italia yang bernama alessandro Giuseppe volta (1745-1827) berhasil menyusun beberapa unsur logam, air, hydrogen berdasarkan sifat reduktor dan oksidatornya susunan unsur-unsur tersebut di urutkan dari reduktor terkuat ( paling mudah teroksidasi) sampai reduktor lemah ( paling sukar teroksidasi).

K – Ba – Ca – Na – Mg – Al – Mn – (H2O) – Zn – Cr – Fe – Cd – Co – Ni – Sn – Pb – (H) – Cu – Hg – Ag – Pt – Au

Susunan unsur tersebut di namakan deret volta. Hal yang harus diketahui dalam deret volta adalah :

  1. Makin kiri letak logam deret volta, makin kuat sifat redoktor logam tersebut
  2. Logam dalam deret volta dapat mereduksi ion-ion logam sebelah kanannya, tetapi tidak dapat mereduksi ion-ion sebelah kiri nya.

b. Prinsip kerja sel volta

Pada dasarnya perindahan electron dapat di manfaatkan untuk menghasilkan arus listrik, yaitu dengan melewatkan electron dengan suatu penghantar. Arus listrik merupakan aliran muatan-muatan listrik, maka adanya aliran electron dalam sel volta dapat menghasilkan arus lisrik yang dapat di uji dengan menggunakan indikator berupa lampu, galvanometer, atau ampermeter. Karena arah arus listrik selalu dari kutup positif ke kutup negative, maka dapat disimpulkan bahwa dalam sel volta, katoda merupakan kutup positif, dan anoda merupakan kitup negative.

c. Notasi sel volta

Suatu sel volta biasanya dinyatakan dengan sebuah notasi sel atau diagram sel, yaitu anoda di tulis di sebelah kiri dan katoda di sebelah kanan yang dipisahkan oleh dua garis sejajar ( ). Anoda yang di tuliskan di sebelah kiri menyatakan reaksi oksidasi yang tiap fasa zat dalam oksidasi tersebut di tuliskan dengan lambang atom atau ion yang di pisahkan dengan garis tunggal ( ). Begitu juga dengan adodanya. Sementara itu dua garis sejajar mrnyatakan jembatan garam.

Luigi Galvani (1780) dan Alessandro Volta (1800) telah menemukan terbentuknya arus listrik dari reaksi kimia. Reaksi kimia yang terjadi merupakan reaksi redoks (reduksi dan oksidasi) dan alat ini disebut sel volta.

Baca juga :

1. Proses

Logam tembaga dicelupkan dalam larutan CuSO4 (1 M) dan logam seng dicelupkan dalam larutan ZnSO4 (1 M). Kedua larutan dihubungkan dengan jembatan garam. Jembatan garam merupakan tabung U yang diisi agar-agar dan garam KCl. Sedangkan kedua elektrode (logam Cu dan logam Zn) dihubungkan dengan alat pe-nunjuk arus yaitu voltmeter. Logam Zn akan melepaskan elektron dan berubah membentuk ion Zn2+ dan bergabung dalam larutan ZnSO4. Elektron mengalir dari elektrode Zn ke elektrode Cu. Ion Cu2+ dalam larutan CuSO4 menerima elektron dan ion tersebut berubah membentuk endapan logam Cu.

elektrokimia

elektrokimia

2. Elektrode pada Sel Volta

Katode : – Elektrode di mana terjadi reaksi reduksi, berarti logam Cu
– Dalam sel volta disebut sebagai elektrode positif.

Anode : – Elektrode di mana terjadi reaksi oksidasi, berarti logam Zn.
– Dalam sel volta disebut sebagai elektrode negatif.

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *