Tata Nama Senyawa Ester

Tatanama Senyawa Ester atau Alkil Alkanoat. Beberapa ester dan aroma karakteristiknya sebagaimana tercantum pada tabel di bawah ini:

Ester atau alkil alkanoat merupakan senyawa yang diturunkan dari asam karboksilat dengan mengganti hidrogen pada gugus hidroksilnya dengan gugus hidrokarbon. Oleh karena itu, secara umum struktur dari ester dapat dituliskan seperti berikut:

Perhatikan beberapa rumus struktur senyawa ester pada tabel berikut:

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa senyawa ester terdiri dari senyawa C,H,dan O dengan perbandingan C : H : O adalah 1 : 2 : 2, sehingga rumus umum senyawa ester adalah: CnH2nO2 .

Tatanama Senyawa Ester

Ester mempunyai nama IUPAC alkil alkanoat. Penamaan ester menurut IUPAC dilakukan dengan menyebutkan terlebih dahulu alkil yang melekat pada gugus karbonil kemudian nama karboksilatnya. Nama asam diganti dengan nama alkil dari R’ karena atom H dari gugus -OH diganti dengan gugus alkil. Adapun tata nama trivial ester disesuaikan dengan tata nama trivial karboksilat.
Contoh:

Sifat Fisika senyawa ester

1). Molekul ester bersifat polar.
2). Titik didih ester terletak antara keton dan eter dengan massa molekul relatif yang hampir sama.
3). Ester dengan massa molekul relatif rendah larut dalam air.
4). Ester dengan sepuluh karbon atau kurang berupa cairan yang mudah menguap dan baunya enak seperti buah-buahan.

Baca Juga :

Sifat Kimia senyawa ester

1). Mengalami reaksi hidrolisis
Ester merupakan senyawa yang bersifat netral. Biasanya ester mengalami reaksi kimia di gugus alkoksi (- OR’) digantikan oleh gugus yang lain. Hidrolisis dipercepat dengan adanya asam atau basa. Hidrolisis dalam suasana asam merupakan kebalikan dari esterifikasi. Ester direfluk dengan air berlebih yang mengandung katalis asam yang kuat. Reaksi yang terjadi merupakan reaksi kesetimbangan, sehingga reaksi tidak pernah berhenti

Jika suatu basa (NaOH atau KOH) digunakan untuk menghidrolisa ester maka reaksi tersebut sempurna. Asam karboksilat dilepaskan dari kesetimbangan dengan mengubahnya menjadi garam. Garam organik tidak bereaksi dengan alkohol sehingga reaksi tersebut merupakan reaksi tidak dapat balik.

Reaksi hidrolisis ini digunakan untuk menghidrolisa lemak atau minyak guna menghasilkan gliserol dan suatu garam (sabun). Reaksi ini lebih dikenal dengan reaksi saponifikasi. Contoh:

2). Mengalami reaksi reduksi
Reaksi reduksi suatu ester menghasilkan alkohol.

Kegunaan Senyawa Ester atau alkil alkanoat

Kegunaan ester dapat kalian jumpai dikehidupan sehari-hari. Untuk lebih memahaminya dapat kalian pelajari uraian berikut:
a. Sebagai essence pada makanan dan minuman. Beberapa ester mempunyai aroma buah-buahan

b. Beeswax, campuran ester seperti C25H51COO – C30H61, dan caurnauba wax digunakan pada cat/pelapis mobil dan mebel.
c. Lemak dan minyak merupakan ester penting yang terdapat pada makanan kita.
d. Ester-ester seperti aspirin dan metil salisilat digunakan dalam pengobatan sebagai analgesik dan antiperadangan. Metil salisilat, juga disebut minyak wintergeen, merupakan bahan utama rasa/bau wintergeen. Etil asetat digunakan sebagai penghapus cat kuku/kutek.
e. Sebagai bahan untuk membuat sabun.
f. Sebagai bahan untuk membuat mentega.
g. Lilin
Kebanyakan bahan pembuat lilin adalah campuran dari dua jenis atau lebih ester dengan zat-zat lain dan merupakan zat padat dengan titik leleh yang rendah. Jika lilin dicampur dengan pelarut tertentu dapat dengan mudah dioleskan untuk salutan pelindung, misalnya untuk membatik.

Keisomeran senyawa ester

Ester memiliki dua macam isomeri, yaitu: isomer struktur/rangka dan isomer fungsi.
1). Isomer Struktur
Isomer struktur pada ester dimulai pada ester dengan jumlah atom karbon tiga. Contoh:

2). Isomer Fungsi
Ester dan asam karboksilat merupakan isomer fungsi karena keduanya memiliki rumus molekul yang sama, yaitu CnH2nO2.
Contoh:
Isomer dari C3H6O2 adalah:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *