struktur dan fungsi sel

Apa yang kamu ketahui tentang struktur sel? Apa saja fungsi dari sel? pada materi biologi kali ini kita akan membahas mengenai tentang sel , pengertian sel , struktur dan fungsi sel .

Pengertian Sel

Sel adalah kesatuan struktural dan fungsional makhluk hidup, yang mengandung pengertian sebagai penyusun makhluk hidup dan melaksanakan semua fungsi kehidupan, Berdasarkan jumlah sel penyusun pada makhluk hidup dapat digolongkan menjadi makhluk hidup uniseluler dan multiseluler.

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Perbedaan Sel Prokariotik Dan Sel Eukariotik

Sel prokariotik

struktur dan fungsi sel

Sel prokariotik memiliki karakteristik sebagai berikut.

  1. Ukuran sel 0,2 – 2,0 µm.
  2. Ditinjau dari inti sel, sel ini tidak ada membran inti, membentuk nukleid, dan tidak ada anak inti sel atau nukleolus.
  3. Tidak memiliki organel bermembran ganda.
  4. Flagela disusun dari dua protein penyusun.
  5. Biasanya memiliki dinding sel, tipe dinding sel bakteri, pada umumnya tersusun dari peptidoglikan.
  6. Membran plasmanya tidak ada karbohidrat dan pada umumnya memiliki sedikit steroid.
  7. Ditinjau dari sitoplasma, tidak memiliki sitoskeleton.
  8. Ukuran ribosomnya kecil yaitu 70s.
  9. Pembelahan selnya secara biner.
  10. Kelompok organisme sel prokariotik yaitu monera

Sel eukariotik

struktur dan fungsi sel

Adapun karakteristik yang dimiliki oleh sel ini yaitu sebagai berikut.

  1. Ukuran sel yaitu 10 – 100 µm.
  2. Memiliki membran inti dan ada anak inti sel atau nukleolus.
  3. Memiliki organel bermembran ganda. Organel bermembran ganda ini terdiri dari lisosom, badan golgi, retikulum, endoplasma, mitokondria, dan kloroplas.
  4. Flagela dibentuk dari berbagai mikrotubulus. Kelima, memiliki dinding sel di beberapa sel, seperti di sel tumbuhan yang tersusuk dari selulosa.
  5. Di dalam membran plasma terdapat karbohidrat dan steroid.
  6. Memiliki sitoskeleton.
  7. Ukuran ribosomnya kecil dan besar. Untuk ukuran yang kecil yaitu 70S dan yang besar 80S.
  8. Pembelahan sel dilakukan secara mitosis dan meiosis.
  9. Kelompok organsime sel eukariotik yaitu animalia, plantae, fungi, dan protista.

Setelah memahami tentang sembilan perbedaan dari sel prokariotik dan eukariotik. Selanjutnya akan dijelaskan tentang struktur sel.

Struktur Dan Fungsi Sel

Sel tumbuhan dan sel hewan mempunyai persamaan dan perbedaan struktur dan fungsi sel. Persamaan sel tumbuhan dan sel hewan merupakan kedua sel mempunyai bagian-bagian sel, seperti membran sel, sitoplasma, nukleus, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma (RE), aparatus golgi, lisosom, dan peroksisom.

Untuk dapat mengetahui struktur dan fungsi bagian – bagian sel tersebut, berikut ini merupakan bagian-bagiannya lengkap beserta fungsinya.

1. Membran sel

Membran sel merupakan permukaan luar setiap sel dibatasi oleh selaput halus dan elastis. Membran sel ini sangatlah penting dalam pengaturan isi sel tersebut, karena semua bahan yang keluar atau masuk harus melalui membran ini.

Hal ini berarti, membran sel dapat mencegah masuknya zat-zat tertentu yang dapat merugikan sel dan memudahkan masuknya zat-zat yang lain yang berguna bagi sel. Selain untuk dapat membatasi sel, membran plasma juga dapat membatasi berbagai organel-organel dalam sel, seperti vakuola, mitokondria, dan kloroplas.

2. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan material yang di dalamnya terdapat beberapa organel-organel sel. Sebagian besar bahan sitoplasma yaitu air.

Di dalam sitoplasma  itu sendiri terlarut molekul-molekul kecil seperti garam, gula, asam amino, asam lemak, nukleotida, vitamin, dan juga  gas-gas tertentu, serta ion dan sejumlah besar protein. Bahan cair sitoplasma ini, disebut dengan  sitosol. Sejumlah enzim yang diperlukan untuk metabolisme sel juga terdapat di dalam sitoplasma.

Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan kimia yang vital, bahan dasar ini juga adalah tempat lintasan metabolisme tertentu, contohnya  glikolisis. Selain itu sitoplasma juga berfungsi sebagai tempat pergerakan organel-organel dalam aliran sitoplasma tersebut.

3. Nukleus

Nukleus adalah organel terbesar dalam sel, terdapat di semua sel eukariotik, kecuali pada sel-sel pembuluh floem dewasa dan sel darah merah mamalia dewasa. Bentuk inti dari sel ini bulat hingga lonjong dengan garis tengah ± 10 µm (mikro meter) dan panjangnya ± 20 µm.

Pada umumnya tiap sel hanya mempunyai satu inti, tetapi ada juga organisme yang mempunyai inti lebih dari satu. Contohnya, Paramecium yang mempunyai dua inti, yakni mikronukleus dan makronukleus.

Nukleus mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan sel, karena berfungsi untuk  mengendalikan seluruh kegiatan sel. Hal ini disebabkan karena inti sel mengandung beberapa informasi genetika dalam bentuk DNA (deoxyribonucleic acid).

4. Mitokondria

Mitokondria adalah benda-benda bulat atau berbentuk batang yang memiliki ukuran berkisar antara 0,2 µm sampai 5 µm. Jumlahnya berkisar dari beberapa buah sampai lebih dari 1000 buah per sel.

Sel-sel yang aktif atau yang memerlukan energi lebih besar mempunyai mitokondria yang lebih banyak, misalnya pada sel hati yang mengandung lebih dari 1000 mitokondria. Setiap mitokondria dibungkus oleh suatu membran ganda atau dua membran.

5. Ribosom

Ribosom adalah struktur yang paling kecil dengan garis tengah kurang lebih 20 cm, berbentuk bulat, dan tersuspensi dalam sitoplasma. Ribosom juga mengandung RNA dan protein dengan perbandingan yang sama.

Ribosom sendiri berfungsi sebagai tempat pembuatan protein. Ribosom dapat terikat pada membran retikulum endoplasma maupun terdapat bebas dalam matriks sitoplasma.

6. Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma adalah sistem membran yang sangat luas yang berada di dalam sel. Retikulum endoplasma di bawah mikroskop elektron, tampak layaknya rongga atau tabung pipih yang saling berhubungan dan juga menutupi sebagian besar sitoplasma.

Membran-membran ini memiliki struktur lipid protein yang sama dengan membran lain dalam sel tersebut. Setiap membran pada retikulum endoplasma mempunyai satu permukaan yang menghadap sitosol dan yang lain menghadap bagian dalam rongga tersebut.

7. Badan Golgi

struktur sel
badan golgi

Badan golgi adalah  tempat sintesis polisakarida, misalnya pada mukus. Selulosa yang disekresikan oleh sel tumbuhan untuk membentuk suatu dinding sel, disintesis pada badan golgi.

Badan golgi sendiri digunakan sebagai tempat penimbunan sementara protein dan zat-zat lain yang dibuat dalam retikulum endoplasma. Zat –  zat ini dalam badan golgi dibungkus kembali dalam kantung-kantung besar atau vesikula.

kemudian vesikula tersebut bergerak ke permukaan sel (membran plasma), kemudian membran vesikula membuka dan juga mengeluarkan isinya ke luar sel.

8. Lisosom

Lisosom merupakan struktur yang agak bulat dan juga dibatasi oleh membran tunggal. Diameternya sekitar kurang lebih 1,5 µm. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh dengan adanya protein.

Lisosom mengandung berbagai macam enzim yang dapat melakukan hidrolisis makromolekul-makromolekul, seperti polisakarida, lipid, fosfolipid, asam nukleat, dan juga protein di dalam sel.

Lisosom juga dapat  berperan penting untuk menghancurkan selsel yang tidak berfungsi lagi. Bila sel luka atau mati, lisosomnya membantu dalam proses menghancurkannya. Contohnya,  ekor kecebong yang secara bertahap dihancurkan oleh lisosom.

9. Periksisom

Peroksisom besarnya hampir sama dengan lisosom yaitu (0,3 – 15 µm), dan dibatasi oleh membran tunggal. Peroksisom sendiri dihasilkan oleh retikulum endoplasma. Peroksisom juga penuh berisi enzim dan yang paling khas yaitu katalase.

Enzim ini mengkatalis perombakan hidrogen peroksida (H2 O2), yakni produk yang berpotensi dapat  membahayakan metabolisme sel. Peroksisom juga berperan dalam proses perubahan lemak menjadi karbohidrat, dan dalam perubahan purin dalam sel.

10. Mikrotubulus

Mikrotubulus bersifat kaku sehingga penting untuk dapat mempertahankan atau mengontrol bentuk sel Mikrotubulus berperan dalam pembelahan sel, karena setiap kromosom bergerak ke kutub pembelahan yang terikat pada gelendong mitotik yang dibentuk oleh sebuah mikrotubul.

Selain itu, mikrotubul berguna sebagai temoat saluran bagi arus zat sitoplasma di dalam sel dan merupakan komponen stuktural yang penting dari silia dan juga flagela.

11. Mikrofilamen

Mikrofilamen merupakan serat tipis panjang yang berdiameter 5 – 6 nm, terdiri atas protein yang disebut dengan aktin. Banyak mikrofilamen membentuk sebuah kumpulan atau jaringan pada berbagai tempat dalam sel, misalnya terbentuknya mikrofilamen yang dapat  memisahkan kedua sel anak yang akan membelah.

demikian penjelasan tentang Struktur dan fungsi sel. Semoga artikel  ini dapat membantumu dalam memahami hal – hal yang berkaitan dengan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *