8 Cara Menciptakan Inovasi Kreatif Untuk Bisnis Menjadi Sukses

Seorang pengusaha harus lah memiliki inovasi untuk menciptakan suatu produk yang baru yang akan dinikmati oleh seorang konsumen. Pembaharuan Pembaharuan produk wajib dilakukan dan diriview agar tidak tertinggal dan selalu mengikuti perkembangan zaman, dimulai dari produk makanan, digital, style atau gaya hidup dan beberapa produk lainnya. Lantas bagaimana dengan kamu yang ingin membuat usaha dan bagaiamana cara kamu memunculkan ide serta inovasi agar produk kamu tidak kalah saing dengan yang lain ? nah disini kami membagikan beberapa cara agar kamu dapat menciptakan inovasi kreatif untuk bisnis kamu

8 Cara Menciptakan Inovasi Kreatif

1. Carilah Pengalaman Baru

Menerapkan hal-hal yang Anda pikirkan adalah bagian dari menjalankan proses berpikir dan membangun suatu persepsi. Untuk berpikir dengan cara yang berbeda, Anda harus melangkah keluar dari zona kenyamanan Anda dan melihat skenario pada sudut yang berbeda. Faktanya, seorang inovator handal akan belajar dari berbagai bidang dan menggabungkannya menjadi sesuatu yang luar biasa.

Beberapa dari Anda mungkin berpikir bahwa mencari pengalaman baru dalam hidup memerlukan sesuatu yang besar, seperti bepergian ke Islandia atau bahkan menaklukkan Gunung Everest. Tentu Anda tidak perlu berpikir sampai sejauh itu. Yang harus Anda lakukan adalah mencoba hal-hal baru untuk menjadi kreatif dengan merangsang pikiran dan indera Anda. Mungkin Anda dapat memulainya dengan membaca buku-buku dari genre yang berbeda atau mengambil hobi baru untuk Anda sendiri. Jika Anda melihat diri Anda sebagai seorang introvert, cobalah menantang persepsi diri dan membuka diri untuk bertemu orang-orang baru. Anda akan mengembangkan keterampilan baru untuk inovasi dalam proses Anda.

Baca Juga : Tipe- Tipe Jenis Kepribadian Seseorang

2. Tetapkan tujuan yang jelas.

Perencanaan bisnis

Tentu para pembaca telah tahu betul akan hal ini. Sebuah tim yang hebat harus memiliki tujuan besar yang jelas. Ini berfungsi untuk menyelaraskan setiap anggota sehingga masing-masing memiliki bagian yang sama dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan memiliki kesamaan tanggung jawab dalam peran masing-masing, ini memberikan kesempatan untuk setiap anggota tim menggabungkan ide-ide dan membawa pandangan baru yang menciptakan sebuah kreativitas.

3. Berimajinasi

Yang membedakan orang jenius dengan orang pada umumnya sebetulnya hanya di imajinasi, orang pada umumnya hanya menjalankan kehidupan berdasarkan realitas yang ada, sedangkan si jenius membangun suatu konsep yang belum pernah ada sebelumnya. Meskipun sesuatu itu sendiri berdiri di atas konsep yang sudah ada di alam sekitarnya.

Sebagai contohnya , yang dilakukan oleh Abbas Ibnu Firnas ilmuwan muslim di zaman kekhilafahan yang menemukan konsep pesawat terbang sekaligus mengimplementasikannya, konsepnya di temukan 800 tahun sebelum Wilbur O Wright mengadopsinya dan merealisasikannya dalam pesawat terbang masa kini. Dari mana konsepnya ? Dari mengamati bagaimana burung terbang, meneliti bentuk sayap yang aerodinamis.

Sehingga berimajinasi dalam pikiran yang santai dan rilex ini lah mampu memicu daya kreatifitas Anda, tidak hanya untuk blogging tapi untuk banyak hal. Imajinasi memungkinkan Anda menemukan jembatan di antara dua hal yang berbeda. Yang jelas semuanya berawal dari imajinasi seseorang terhadap pengamatan yang ada disekitarnya, ya sesederhana itu.

4. Banyak Belajar dan Referensi

Seorang yang kreatif pun tentunya tidak akan pernah berhenti belajar akan banyak hal, apabila diperhatikan ilmuwan-ilmuwan pun memiliki banyak sekali referensi yang menunjang keilmuwannya. Semakin tinggi keilmuwannya, maka bisa dipastikan semakin banyak juga referensi yang dimilikinya. Seorang designer dan blogger populer pun belajar dan memiliki serta mengamati banyak referensi, dan belajar dari orang-orang yang sebelumnya. Begitu juga dengan Anda, banyak belajar dan memiliki banyak referensi akan menunjang daya kreatifitas Anda.

5. Berlatih untuk Berpikir Penuh

Dalam konteks psikologi, istilah ‘kesadaran’ mengacu pada kesadaran pikiran, perasaan, sensasi tubuh dan lingkungan sekitarnya dengan cara yang tidak selalu menghakimi. Pada dasarnya, ini adalah upaya untuk memperhatikan apa yang terjadi di sekitar kita dan menjadi lebih menerima apa pun yang kita alami melalui indera kita. Dengan upaya sadar inilah yang sebenarnya berguna untuk membawa perhatian kembali. Kita melatih pikiran kita untuk fokus pada apa yang terjadi saat ini dan jangan membiarkan hal itu mengembara dari satu pikiran ke yang lain. Selain membuat Anda lebih bahagia, melatih perhatian membantu membersihkan kekacauan mental kita dan membuat kita menerima ide-ide baru untuk berinovasi. Selama 10-20 menit sehari, Anda dapat terlibat dalam latihan berpikir penuh, mungkin Anda bisa hanya berfokus pada pernapasan Anda. Lebih baik lagi, dengan menggabungkan kesadaran ke dalam kegiatan sehari-hari Anda dengan sepenuhnya pada saat tertentu, dan fokus pada satu tugas pada satu waktu. Ketika makan, nikmatilah setiap gigitan dan hargai rasanya. Ketika mendengarkan seseorang, pertahankan kontak mata Anda dan benar-benar dengarkan apa yang dia katakan. Setelah Anda dapat memperhatikan hal-hal halus yang Anda belum pernah alami sebelumnya dari lingkungan Anda, Anda akan menjadi lebih baik dalam ide-ide cerdas untuk ekspansi.

6. Ambil Risiko dan Jangan Takut dengan Kesalahan

Satu hal yang memisahkan inovator dari kawanannya adalah bahwa mereka tidak takut untuk membuat kesalahan. Thomas A. Edison berhasil karena ia tidak menyerah meski gagal lagi dan lagi. Ia berani melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar sementara ia bereksperimen dengan ide-idenya. Inovator sepertinya melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan inovasi mereka. Terus hancurkan batasan-batasan yang menghalangi Anda.

Inovator merangkul risiko karena mereka mencintai getaran untuk membuat hal-hal yang lebih menarik. Jika Mark Zuckerberg tidak mengambil sebuah lompatan dan drop out dari Harvard University untuk menyelesaikan proyek Facebook-nya, dia tidak akan pernah menyadari bahwa inovasi itu memiliki potensi untuk mengubah dunia. Menghadapi ketakutan Anda dan melakukan apa yang membuatmu takut, karena keduanya dibuat untuk mengatasi rasa takut Anda dalam membuat kesalahan.

Baca Juga : Rekam Jejak Digital Mark Zuckerberg

7. Membuka Diri

Inovator tidak hanya menciptakan sesuatu dari ketiadaan, mereka juga membangun ide-ide yang ada. Banyak produk yang kita lihat sekarang adalah hasil dari penggabungan dua atau lebih ide-ide atau konsep bersama-sama. Salah satu contoh yang baik seperti sebuah penemuan inovatif yang akan menjadi smartphone Anda, yang pada dasarnya adalah ponsel yang terintegrasi dengan kemampuan komputasi canggih dan konektivitas internet. Seorang inovator sejati harus membuka dirinya sebagai ide-ide potensial sebanyak mungkin, mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antara mereka, dan akhirnya berasimilasi bersama-sama untuk hadir dengan sebuah inovasi yang lebih baik dari sebelumnya.

Baca Juga : Jejak Perjalanan Para Pengusaha sukses

8 Terbuka Pada Ide-Ide Jelek

Dalam sesi brainstorming, sering kali hal yang menghambat kreativitas adalah tekanan untuk mengusulkan ide-ide yang bagus. Akibatnya anggota tim menjadi pasif, tidak mau mengungkapkan gagasan di pikirannya karena merasa ide yang terpikir oleh mereka bukanlah ide yang bagus. Maka, pimpinan tim perlu menegaskan ke anggota bahwa mereka terbuka dengan segala macam ide. Sejelek apapun dan seaneh apapun idenya. Ini akan menciptakan rasa aman dan keterbukaan. Efeknya anggota tim akan semakin mudah menyampaikan gagasan-gagasan yang terpikir olehnya.

Agar efektif, kita juga perlu sampaikan ke forum untuk menahan keinginan mengkritik dan menggunakan kata “tapi.” Ini ditujukan agar sesi brainstorming fokus ke menghasilkan ide sebanyak-banyaknya tanpa ketakutan dikritisi, dinilai, atau dievaluasi. Ide-ide jelek adalah pintu masuk ke ide yang jenius.

Previous Post Next Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *