pencegahan penyakit ada ikan

Tips Pencegahan Penyakit Pada Ikan Yang Harus Diwaspadai

Hama dan penyakit ikan merupakan salah satu masalah yang sangat serius dalam usaha budidaya ikan. Dengan semakin berkembangnya teknologi budidaya maka luas areal semakin sempit, padat penebaran semakin tinggi, serta pemberian pakan buatan semakin ditingkatkan.

Terdapat banyak faktor yang menentukan seekor ikan menjadi sakit. Faktor utamanya adalah Host (organisme peliharaan/inang), Pathogen (microba, parasit) dan Environment (lingkungan menyangkut fisik, kimia atau tingkah laku seperti stress). Sehingga dapat dikatakan bahwa penyakit merupakan ekspresi dari kompleks interaksi antara host-pathogen-environment. Hal di atas digambarkan oleh Snieszko dalam Zonneveld (1994) melalui 3 lingkaran yang saling overlapping untuk memperlihatkan interaksi antara host, potential pathogen dan environment(lingkungan).

Nah maka dari itu diperlukan pencegahan penyakit pada ikan untuk meminimalisir angka kematian pada ikan, berikut ini sudah kami rangkum beberapa tips Pencegahan Penyakit Pada Ikan Yang Harus Diwaspadai

A. Pencegahan Penyakit Pada Ikan

Cara penanggulangan penyakit ikan dengan menggunakan obat-obatan atau secara kimiawi dapat dilakukan di dalam bak (tank treatment) maupun di kolam/tambak (pond treatment). Sedangkan teknik-teknik yang digunakan sebagai berikut :

1. Jangka pendek

Untuk penanggulangan penyakit ikan jangka pendek (short duration) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

a. Metode perendaman (Dip Method)

Metode perendaman dilakukan dengan memakai dosis konsentrasi yang tinggi untuk waktu yang pendek, tidak lebih dari beberapa detik. Ikan yang diobati dengan cara ini dimasukan kedalam jaring dan dicelupkan. Cara ini diterapkan pada pengobatan ikan dan telur ikan.Metode pembilasan (Rapis (Flus)

b. Metode Pembilasan

Metode pembilasan dilakukan dengan memakai konsentrasi yang relatif tinggi, ikan dibilas sekaligus sambil dilakukan penggantian air. Biasanya cara ini diterapkan untuk telur ikan.

2. Jangka panjang

Penanggulangan penyakit ikan jangka panjang (prolonged treatment) dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:

a. Metode pemandian (Bath Method)

Metode pengobatan dengan cara pemandian dilakukan sekitar 1 jam. Selama pengobatan ikan selalu diamati. Aerasi juga terus menerus diberikan selama pengobatan (pemandian).

b. Perlakuan dengan aliran air tetap ( Constant Flow Treatment)

Metode ini diperlukan alat aliran air tetap (constan flow apparatus). Lama pengobatan untuk metode ini sekitar 1 jam.

3. Jangka waktu tak terbatas

Metode pengobatan ikan sakit dalam jangka waktu tak terbatas (indefinite treatment) umumnya dipakai untuk pengobatan dikolam, tambak atau bak-bak yang berukuran besar. Bahan kimia yang digunakan dalam dosis yang rendah untuk jangka waktu yang lama, dan dibiarkan supaya berkurang dan hilang dengan sendirinya.

  • Penyemprotan

Penanggulangan penyakit ikan di kolam atau tambak dapat dilakukan dengan cara penyemprotan. Bahan kimia yang biasanya digunakan adalah dengan jalan penyemprotan yaitu pestida. Pengobatan dengan pestida ini hanya dilakukan sebagai cara terakhir, setelah cara yang lain tidak yang efektif.

  • Penyuntikan

Pengobatan melalui penyuntikan biasanya dilakukan untuk ikan-ikan yang berukuran besar atau induk-induk ikan. Penyuntikan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu sebagai berikut:

  • Secara Intra Peritoneal (IP), yaitu penyuntikan dilakukan pada bagian belakang dari rongga perut, tepat di depan sirip perut (diusahakan agar tidak melukai usus ikan).
  • Secara Intra Muscular (IM), yaitu penyuntikan dilakukan pada bagian tengah otot punggung dekat sirip punggung (kurang lebih 3 sisik di bawah ujung belakang sirip punggung).
  • Pengobatan melalui makanan, Apabila ikan yang terserang penyakit masih mau makan (belum kehilangan nafsu makannya) maka pengobatan dapat dilakukan melalui makanan. Caranya, obat yang hendak digunakan dicampur dengan makanan (sesui dosis) sesaat sebelum makanan diberikan.

Baca Juga: Analisis Modal Usaha Ikan Lele

C. Penanggulangan Hama

Hama adalah organisme yang dapat menimbulkan ganguan pada ikan budidaya secara langsung maupun tidak langsung. Untuk menanggulangi serangan hama lebih ditekankan pada system pengendalian hama terpadu, yaitu pemberantasan hama yang berasil, tetapi tidak mengakibatkan kerusakan ekosistem, termasuk hewan ternak, ikan budidaya, manusia, dan musuh alami yang mengkonsumsinya (hama). Dengan kata lain, apabila masih ada cara yang dapat dilakukan dan ternyata memberikan hasil yang baik, maka tidak perlu menggunakan obat-obatan, apa lagi obat-obatan buatan pabrik (pestisida anorganik). Oleh karena itu, penanggulangan hama umumnya dilakukan dengan cara mekanis. Pemberantasan secara mekanis sebaiknya dilakukan petani ikan pada saat sebelum penebaran benih. Cara ini merupakan tindakan pencegahan (preventif). Cara pencegahan ini lebih menguntungkan karena tidak menimbulkan dampak yang merugikan pada lingkungan, mudah dan murah pelaksanaannya, tidak berpengaruh buruk pada usaha budidaya dan memberikan pengaruh yang cukup lama.

Tindakan pencegahan seperti menyiapkan kondisi kolam/ tambak yang sempurna dengan perlakuan pengolahan tanah yang baik, pengeringan yang memenuhi syarat, pengapuran dengan dosis yang sesuai pH dan sifat tanah, mempertinggi peranan dan fungsi saluran, pintu air dan alat penyaringannya dalam kolam/tambak, akan memberikan andil yang sangat besar dalam usaha penanggulangan hama.

Apabila langkah pencegahan sudah dilakukan dan hama penyakit tetap muncul, lakukanlah pemberantasan hama dan pengobatan penyakit dengan obat-obatan kimia. Yang perlu diingat, pemberian bahan kimia akan mendatangkan efek samping.

Pengobatan penyakit bisa dilakukan dengan memberikan bahan kimia pada kolam, merendam ikan yang sakit, mencampur obat dengan pakan, atau memberikan obat secara langsung pada tubuh ikan.

Baca Juga : Hama yang menyerang Ikan nila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *